Bersinergi dengan Kader Posyandu Desa, Puskesmas Kesamben Lakukan Screning dan Sosialisasi ATM

- Penulis

Selasa, 25 November 2025 - 13:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Pasang Iklan Murah di Layang.co!
Pasang Sekarang

Mendampingi dr Wika Dwi Putri (batik kerudung krem) Selamet Puji Ismawanto menyampaikan materi sosialisasi bersama program pemberantasan TBC, Eny (coklat/kiri), Selasa (25/11/2025).

Mendampingi dr Wika Dwi Putri (batik kerudung krem) Selamet Puji Ismawanto menyampaikan materi sosialisasi bersama program pemberantasan TBC, Eny (coklat/kiri), Selasa (25/11/2025).

Bersinergi dengan Kader Posyandu Desa, Puskesmas Kesamben Lakukan Screning dan Sosialisasi ATM

Jombang, layang.co – Puskesmas Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur bersinergi dengan pelaku peningkatan kesehatan masyarakat, Kader Posyandu Desa Kesamben melakukan sosialisasi ATM, meliputi materi HIV-AIDS, TBC dan Malaria.

Sosialisasi dilakukan, Selasa (25/11/2025) di kediaman Kepala Dusun Kedungsambil RT 02 RW 08, Desa Kesamben, sekitar 3 kilometer jarak dari titik nol Puskesman Kesamben berlokasi di Dusun Ngembul, Desa Kesamben.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tujuan sosialisasi menyampaikan akurasi informasi kepada masyarakat terhadap pentingnya pengetahuan tentang tiga hal ATM. Kader Posyandu sebagai penggerak, penyuluh kesehatan tingkat akar rumput diminta menyampaikan, mendorong penderita memeriksankan kesehatan dan melaporkan manakala ada penderita ATM di lingkungan domisili Kader.

“Jangan dikucilkan penderita HIV-AIDS, tetapi dekati penderita seperti orang biasa, beri suport agar bersedia berobat. Penularan HIV-AIDS tidak menular melalui kedekatan kita dalam pergaulan sehari-hari,” demikian beber dr Wike Dwi Putri, seorang pemateri di hadapan Kader.

dr Wike, Alumnus Fakultas Kedokteran Univeritas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya lebih detail menyampaikan, pahami cara penularannya, hanya bisa melalui kontak langsung cairan tubuh dengan orang yang terifeksi, hubungan sexual, transfusi darah, jarum suntik bergantian dan melalui air susu ibu.

“HIV-AIDS tidak menular dikarenakan kita duduk berdampingan, bersalaman, rangkulan bersenggolan. Sebab itu, mari kita bebaskan stigma negatif kepada penderita HIV-AIDS. Mereka butuh kita dampingi agar bersedia aktif minum obat terus untuk sehat,” ajaknya.

Disampaikannya, fase gejala HIV-AIDS muncul tidak tiba-tiba, melainkan bertahun, ditandai sariawan parah, lidah bengkak tidak sembuh-sembuh, muncul kelenjar bening di leher, diare terus menerus, gatal-gatal pada tubuh, muncul jamur pada bagian tubuh tertentu.

dr Wike menyarankan, untuk menghindari agar tidak tertular, butuh melindungi diri ketika melakukan hubungan sexual dengan pasangan yang berisiko, dengan memakai kondum.

“Hindari kontak cairan tubuh dengan orang berisiko, seperti waria, pekerja seks kumersial, atau orang yang suka berganti pasangan,” sarannya.

Upaya mensuport pasien HIV-AIDS agar semangat dan hidup normal, bisa minta pendampingan tim konseling kesehatan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) bidang kesehatan yang sudah ditentukan.

HIV-AIDS sudah ada dan tersedia obatnya, yaitu antiretroviral (ART). Obat ini harus dikonsumsi terus menerus. Apabila berhenti nimun obat karena merasa sudah sehat, suatu saat apabila muncul virus HIV-AIDS dan pengobatannya akan lebih sulit.

Baca Juga:  Saat ini......Seberapa Butuhkah Bank Sampah Bagi Warga Kwaron dan Desa Lainnya di Jombang

                                                   

                                                      Hasil Screning Bebas HIV-AIDS

Sembari dilakukan sosialisasi tim medis dari Puskesmas Kesamben juga melakukan screning kepada Kader yang menyertai kegiatan tersebut. Setidaknya, 30 kader telah menjalani screning, hasilnya dinyatakan bebas dari HIV-AIDS.

“Tujuan sosialisasi ini mencari atau menjaring informasi terhadap penderita HIV-AIDS, TBC maupun sakit karena gigitan nyamuk malaria,” papar Selamet Puji Ismawanto, penanggungjawab program pemberantasan HIV-AIDS Puskesmasn Kesamben, saat berbincang dengan https://layang.co, di tempat kegiatan.

Slamet, panggilan akrabnya, belum bersedia menyebut jumlahnya, namun mengakui di Puskesmas Kesamben masih muncul penderita HIV-AIDS dari hasil pemeriksaan kesehatan masyarakat. Sebab itu, melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan bisa mendapatkan informasi tentang pasien baru.

                                                                         Sosialisasi TBC

Mendampingi dr Wike, Selamet Puji menyampaikan slogan “STOP HIV-AIDS,”. “STOP” yang merupakan singkatan dari Suluh, Temukan, Obati, dan Pertahankan.

“Semoga melalui slogan STOP ini, tidak ada lagi penederita HIV-AIDS muncul baru,” tandasnya didampingi Eny, penanggungjawab program TBC Puskesmas Kesamben.

Sosialiasasi berlangsung secara dialogis, dengan menyampaikan pertanyayan dan penjelasan detail tentang kesehatan, terkait HIV-AIDS, TBS dan Malaria.

Seperti, bagaimana upaya menghindari penularan TBC dan mengobati TBC paru-paru? “memeriksakan diri ke Puskesmas, mengenakan masker, nimum obat secara rutin selama 6 bulan,” jawab para Kader serempak dan menimbulkan gelak tawa karena kompak.

Sedangkan materi tentang penyebaran malaria, Selamet Puji Ismawanto tidak menyampaikan lebih detail, menurutnya,  di wilayah Kesamben, tidak ditemukan adanya penderita malaria. Hal ini karena pemerintah masing-masing desa aktif melakukan foging, membasmi jentik-jantik nyamuk, Anopheles. (dan)

Berita Terkait

Jambore Kader Posyandu di Wonosalam Perkuat Transformasi 6 Bidang SPM
Gaya Hidup Zero Waste: Hidup Lebih Hemat, Bersih, dan Ramah Lingkungan
Apotek Seger Beri Layanan 24 Jam, Klinik Tampung Peserta BPJS Maupun Masyarakat Umum
Cegah Sebaran, UPTD Puskesmas Kesamben, Aktif Lakukan Skrining TB Gratis di Wilkernya
Seiring Bertambahnya Usia Kenali Sarkopenia, Apabila Ada Gejala Segera Konsultasi atau Berobat ke Poli Ortopedi RSUD Jombang
Bertujuan Eliminasi TBC Pemkab Jombang Luncurkan Perbup, Setiap Warga Diminta Aktif Skrining
Peringatan Hari Posyandu 2026: Momentum Transformasi 6 Standar Pelayanan Minimal untuk Penguatan SDM Akar Rumput
Ayoo….Daftar BPJS Ketenakerjaan Ada Diskon 50 % JKK dan JKM Bagi Pekerja Bukan Penerima Upah

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Jambore Kader Posyandu di Wonosalam Perkuat Transformasi 6 Bidang SPM

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:11 WIB

Gaya Hidup Zero Waste: Hidup Lebih Hemat, Bersih, dan Ramah Lingkungan

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:13 WIB

Apotek Seger Beri Layanan 24 Jam, Klinik Tampung Peserta BPJS Maupun Masyarakat Umum

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:39 WIB

Cegah Sebaran, UPTD Puskesmas Kesamben, Aktif Lakukan Skrining TB Gratis di Wilkernya

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:12 WIB

Seiring Bertambahnya Usia Kenali Sarkopenia, Apabila Ada Gejala Segera Konsultasi atau Berobat ke Poli Ortopedi RSUD Jombang

Berita Terbaru