Beranda blog

Hari Ini Hingga 24 Juni PPDB SMP Negeri Dibuka, Zonasi Bisa Diisi Siswa Daerah Lain

0
Panitia PPDB sedang melayani calon peserta siswa SMP Negeri di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Jl Pattimura No 5 Jombang.

Hari Ini Hingga 24 Juni PPDB SMP Negeri Dibuka, Zonasi Bisa Diisi Siswa Daerah Lain

Jombang, layang.co  – Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Negeri tahun ajaran 2024/2025 mulai hari ini, Rabu  (19/6/2024) dibuka, hingga tanggal 24 Juni mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Senen, S.Sos, M.Si kepada awak media menjelaskan, PPDB berlangsung hingga 24 Juni, selama jadwal itu siswa bisa memantau peringkatnya di SMP yang dituju.

”Ya hari ini mulai dibuka melalui: ppdb.jombangkab.go.id,” ungkapnya.

“Jika sudah tergeser urutannya bisa segera mendaftar ke sekolah yang lain,” sarannya.

Selama pendaftaran dibuka jumlah peserta tercatat  11.971 siswa. Mereka juga sudah cetak PIN hingga Selasa (18/6) siang.

Para siswa ini  bakal berebut kursi SMP melalui empat jalur. Yaitu jalur zonasi, jalur prestasi, jalur afirmasi dan jalur pindah tugas orang tua.

Kadis Dikbud merincikan, jalur zonasi menampung 50 persen dari pagu, jalur afirmasi 15 persen dari pagu termasuk keluarga tidak mampu dan disabilitas, jalur perpindahan tugas orang tua lima persen dan jalur prestasi 30 persen.

“PPDB bisa dilakukan oleh siswa masing-masing atau bisa juga datang ke sekolah agar dibantu operator,” tuturnya.

Disampaikan pula, PPDB jalur zonasi dibagi menjadi 21 zona sesuai dengan kecamatan.

”Dalam juknis sudah dijelaskan, jadi setiap SD ada sarannya zonasinya ke kecamatan mana dan sekolah mana yang bisa didaftari, termasuk sekolah-sekolah perbatasan,” jelasnya.

Ada beberapa kecamatan perbatasan yang bisa mendaftar ke Jombang. Yaitu Kecamatan Ngimbang dan Sukorame Kabupaten Lamongan bisa mendaftar ke SMPN 3 Kabuh. Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan yang bisa mendaftar ke SMPN 1 Ngusikan.

Kecamatan Jartikalen bisa daftar ke SMPN 1 Plandaan, SMPN 3 Plandaan dan SMPN 1 Megaluh. Kecamatan Patianrowo dan Kertosono Nganjuk yang bisa daftar ke SMPN Bandarkedungmulyo. Kecamatan Badas dan Kunjang Kediri bisa daftar ke SMPN 2 Ngoro.

Kecamatan Purwoasri Kediri bisa daftar ke SMPN 2 Gudo. Kecamatan Kandangan Kediri bisa daftar ke SMPN 2 Bareng dan SMPN 3 Wonosalam, Kecamatan Trowulan Mojokerto bisa daftar ke SMPN 1 Mojoagung, SMPN 3 Mojoagung dan SMPN 2 Sumobito.

Kecamatan Jatirejo Mojokerto bisa daftar ke SMPN 2 Wonosalam. Kecamatan Gedeg dan Sooko bisa daftar ke SMPN 1 Kesamben, Kecamatan Kemlagi Mojokerto bisa daftar ke SMPN Ngusikan.

”Insyaallah sudah siap semua, tinggal pelaksanaan, kecepatan internet juga Insya Allah cukup, kalau lemot pasti akan ditambahkan,” beber Senen, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang. (dan)

Pj Bupati dan Ketua DPRD Wawancara Nirwasita Tantra, Menggapai Lingkungan Jombang Terjaga

0
Pj Bupati Sugiat S.Sos., M.Psi., T hadir dalam wawancara ini bersama Ketua DPRD Mas'ud Zuremi, didampingi Sekdakab Jombang Agus Purnomo, dan segenap jajaran Kepala OPD terkait.

Pj Bupati dan Ketua DPRD Wawancara Nirwasita Tantra, Menggapai Lingkungan Jombang Terjaga

Jombang, layang.co –  Pemerintah Kabupaten Jombang dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang, Rabu (12/6/2024) mengikuti wawancara dalam ajang penilaian Nirwasita Tantra.

Wawancara dilakukan secara online di ruang Jombang Command Center,  Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang oleh panelis dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Nirwasita Tantra adalah penghargaan pemerintah pusat yang diberikan kepada Kepala Daerah dan Pimpinan DPRD atas kepemimpinannya yang berhasil merumuskan isue strategis lingkungan yang benar-benar dibutuhkan, respon yang baik terhadap upaya penyelesaian issue, dan ada inovasi dalam upayanya merespon dari semua isue permasalahan yang dibutuhkan serta menerapkan kebijakan, dan program kerja sesuai dengan prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan guna memperbaiki kualitas lingkungan hidup didaerahnya.

Kabupaten Jombang masuk dalam 30 besar Nasional untuk kategori Kepala Daerah, sehingga lanjut ke tahapan wawancara Nirwasita Tantra. Demikian juga Ketua DPRD Kabupaten Jombang juga masuk dalam 30 besar Nasional bagi Ketua DPRD se Indonesia sehingga berhak maju dalam tahapan wawancara Nirwasita Tantra.

Sebelumnya, Kabupaten Jombang telah menyerahkan Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Jombang tahun 2023 kepada KLHK.

Dari semua dokumen yang dikumpulkan oleh Kabupaten/Kota se Indonesia, terpilih 30 dokumen terbaik Nasional sehingga Kabupaten Jombang berhak mengikuti tahapan wawancara.

Dihadapan para panelis, Pj Bupati Jombang menyampaikan inovasi Kabupaten Jombang dalam menjaga lingkungan hidup.

Inovasi untuk penanganan isu kualitas dan kuantitas air misalnya, dengan membuat Ekowisata Permata Hati, fitoremediasi limbah tahu, Santri Jogo Kali, Sistem Pengelolaan Limbah Domestik/Sipaldo Sedap, Polisi Air, dan Jombang Berkadang.

Selanjutnya inovasi yang dilakukan Kota Santri ini dalam pelayanan pengelolaan persampahan antara lain Smart Card Beresin Sampah, Bank Sampah Mandiri Terintegrasi (Bank Santri), Sistem Pengaduan Penanganan Sampah (SIAPS), dan Gerakan Sedekah Sampah Indonesia (GRADASI).

Ada pula inovasi Siap Bank Sampah Ecobrik Kompos untuk tanaman dengan cegAH, olAh, dan pilAH (Si BESUT 3AH),  pembatasan plastik sekali pakai, operasional TPA Sampah, dan apel Timbang Sampah.

Dalam merespon isu optimalisasi penyelesaian kasus limbah B3, Pemkab Jombang membuat inovasi P3 Terpadu (Pengawasan, Pemulihan Lahan Terkontaminasi, dan Pembangunan Sentra IKM Slag Alumunium). Inovasi ini bahkan meraih Juara 1 Kompetisi Kreativitas dan Inovasi (KRENOVA) tahun 2023.

Dalam kesempatan wawancara ini, Ketua DPRD Mas’ud Zuremi juga menyampaikan respon DPRD terkait perlindungan lingkungan hidup di Kabupaten Jombang yang diwujudkan melalui produk hukum, pengawasan  dan dukungan anggaran.

Beberapa produk hukum tersebut antara lain Perda 8 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Perda 5 Tahun 2014 tentang Perlindungan Pengelolaan Mata Air, Perbup 50 Tahun 2022 tentang Penyediaan Air Baku Bagi Instansi Vertikal, Instansi Pemda, dan Pelaku Usaha.

Ada pula Peraturan Perundangan terkait isu Pelayanan Pengelolaan Persampahan seperti Larangan Buang Sampah di Sungai yang dicantumkan dalam Perda 9/2010 tentang Ketertiban Umum dan Perda 9/1999 tentang Irigasi serta Perbup 56 Tahun 2022 tentang Penggunaan Plastik Sekali Pakai.

Selanjutnya Peraturan Perundangan terkait isu Kasus Limbah B3 tercantum dalam Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

Menutup wawancara ini, Pj Bupati Sugiat menyampaikan kesungguhannya untuk menjaga lingkungan hidup di Jombang. “Upaya Pemkab Jombang dalam menjaga lingkungan hidup, terus dilakukan, menang itu bonus,” pungkas Sugiat Pj Bupati Jombang. (*dan)

Dinas Ketahanan Pangan Wujudkan Desa Made Jadi Demapan, Dilaunching oleh Pj Bupati Jombang

0
Pemkab Jombang memberikan bantuan hibah isi lumbung untuk Desa Made berupa gabah kering giling sejumlah 4 ton senilai Rp 33.800.000,00 dan bantuan hibah berupa satu unit timbangan duduk senilai Rp 5.450.000,00 untuk Lumbung Seger Waras di Dusun Made, Lumbung Pangan Tawang di Dusun Tawang, Lumbung Pangan Tunas Harapan di Dusun Ngembak.

Dinas Ketahanan Pangan Wujudkan Desa Made Jadi Demapan, Dilaunching oleh Pj Bupati Jombang

Jombang, layang.co – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Ketahanan Pangen dan Perikanan setempat mewujudkan Desa Made, Kecamatan Kudu menjadi Desa Mandiri Pangan (Demapan), Pariwisata, Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman.

Perwujudan itu ditandai oleh Pj Bupati Sugiat dengan launching Giat Beri Edukasi Masyarakat (Giat Beri Emas) Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (Bisa) bersama Gelar Pangan Murah Keliling (Pak Murling), di lingkup Kantor Desa Made, Rabu (12/6/2024).

Hadir bersama Pj Bupati, perwakilan Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, Badan Pangan Nasional, perwakilan narasumber dari kejaksaan dan DPRD Kabupaten Jombang, Staf Ahli, Asisten dan Kepala Perangkat daerah lingkup Pemkab Jombang, Sekretaris Camat dan Forkopimcam Kecamatan Kudu, Kepala Desa se-Kecamatan Kudu, dan warga masyarakat Desa Made.

Desa Mandiri Pangan adalah desa yang masyarakatnya memiliki kemampuan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan gizi melalui pengembangan subsistem ketersediaan, distribusi, dan konsumsi dengan memanfaatkan sumber daya setempat secara berkelanjutan.

Tujuan dari Demapan Pasti Bisa ini adalah untuk peningkatan skor pph (pola pangan harapan), peningkatan status gizi masyarakat, mewujudkan ketahanan energi dan peningkatan kualitas lingkungan hidup, serta menciptakan ketahanan dan kemandirian pangan masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Nur Kamalia menyampaikan Demapan diawali tahun 2023 triwulan terakhir. Banyak kegiatan yang dilakukan untuk mewujudkan Demapan, maka perlu adanya kolaborasi, komunikasi, dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

“Perlu adanya OPD yang bekerjasama dengan stakeholder dan masyarakat sehingga terwujud ketahanan pangan,” jelas Nur Kamalia saat memberikan sambutan.

Kepala Desa Made menyambut baik program ini dan merasa bangga atas dipilihnya Desa Made menjadi salah satu Demapan. “Semoga dengan adanya program dari OPD bisa menjadikan Desa Made lebih baik lagi, masyarakatnya sejahtera,” ujar Kepala Desa Made.

Pj Bupati Jombang mengapresiasi kegiatan ini. Kabupaten Jombang merupakan urutan 11 se-Jawa Timur sebagai daerah penghasil gabah. Meskipun hasil panen gabah belum terkelola dengan baik.

“Persoalannya, kalau panen gabahnya kemana? (gabahnya) tidak ada di Jombang, maka dari itu harga berasnya mahal,” kata Pj Bupati Sugiat.

Menurut Pj Bupati, isu pangan merupakan isu prioritas nasional yang diusung oleh Presiden RI terpilih. Namun ironinya, saat ini lahan pertanian bukannya tambah luas justru tambah sempit.

“Masalah pangan ini luar biasa, maka Kabupaten Jombang harus memiliki lumbung pangan dan petaninya harus makmur,” katanya.

Pj Bupati Sugiat menegaskan, bahwa dalam membangun ketahanan perlu adanya inovasi. Kabupaten Jombang membuat inovasi dengan tema Giat Beri Emas Bisa (giat beri edukasi masyarakat beragam, bergizi seimbang, dan aman) bersama Pak Murling (pangan murah keliling).

Pak Murling adalah mobil yang menjajakan pangan murah untuk masyarakat secara keliling, bisa menjangkau seluruh Desa di Kabupaten Jombang dan mampu menjadi solusi masyarakat yang mengalami kesulitan dalam membeli pangan pokok.

“Ini adalah langkah awal untuk mewujudkan ketahanan pangan yang lebih baik. Kolaborasi dan sinergi yang kuat diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan pangan yang sehat dan terjangkau,” pesan Pj Bupati. (dan)

DPRD Jombang Gelar Paripurna Nota Penjelasan Bupati Terkait Empat Raperda

0
Pj Bupati Jombang Sugiat, S,Sos, M.Psi.T menyampaikan nota penjelasan terkait empat Raperda dihadapan pimpinan dan anggota DPRD dalam rapat paripurna di ruang rapat DPRD Kabupaten Jombang, Rabu (12/06/2024).

DPRD Jombang Gelar Paripurna Nota Penjelasan Bupati Terkait Empat Raperda

Jombang, layang.co – DPRD bersama Pemkab Jombang, pada Rabu (12/06/2024) gelar Rapat Paripurna membahas empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di ruang sidang Paripurna DPRD Jombang.

Empat raperda yang saat ini dalam pembahasan diantaranya tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Cadangan Pangan Pemerintah Daerah, Penataan dan Pemberdayaan PKL (Pedagang Kaki Lima), terakhir tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah.

Rapat paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi. Tampak hadir Pj Bupati Jombang Sugiat, jajaran Forkopimda, seluruh anggota DPRD serta kepala perangkat daerah di lingkup Pemkab Jombang.

Pj Bupati Jombang Sugiat terkait dengan LP2B mengatakan, keberadaan luas lahan pertanian di Kabupaten Jombang setiap tahun mengalami penurunan akibat adanya pembangunan dan kegiatan usaha alih fungsi.

“Terkait dengan itu, sehingga diperlukan penataan kembali penguasaan, pemilikan, penggunaan dan sumber daya agrarian dalam mempertahankan lahan pertanian pangan berkelanjutan,” katanya.

Karena itu, lanjut Sugiat diperlukan pengendalian melalui penetapan Perda LP2B untuk melindungi kawasan dan lahan pertanian pangan berkelanjutan.

”Tersedianya lahan pertanian pangan secara berkelanjutan, mewujudkan kemandirian dan ketahanan dan kedualatan pangan,” tegasnya.

Terkait dengan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah, Pj Bupati mengungkapkan cadangan pangan merupakan salah satu komponen penting dalam penyediaan pangan, pengadaan, pengelolaan dan penyaluran cadangan pangan pemerintah daerah.

“Ini salah satu upaya penting untuk mewujudukan keterjangkauan pangan baik dari pandangan fisik maupun ekonomi dalam upaya mewujudkan ketersediaan pangan cukup bagi seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Terkait dengan penataan dan pemerdayaan PKL, menurut Sugiat adanya suatu regulasi dalam penataan dan pemberdayaan PKL yang ditetapkan dalam perda.

“Dengan adanya raperda yang mengatur penataan pemberdayaan PKL diharapkan mampu mewujudkan kesehjateraan dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” bebernya.

Sedangkan terkait dengan RPJPD, Kepala Kabinda Sulbar ini mengungkapkan penyusunan RPJPD tahun 2025-2045 dilakukan secara transparan, responsif, efisien, efektif, akuntabel, partisipatif.

“Dilakukan pendekatan dalam penyusunan RPJPD mulai pendekatan teknokratik, partisipasif, politis hingga pendekatan special,” pungkasnya.

Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi menambahkan, empat raperda ini masih dalam tahap pembahasan.

Diungkapkannya, saat ini masih dilakukan paripurna penyampaian nota penjelasan bupati. Setelahnya, dilanjutkan dengan paripurna penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi.

”Setelah itu, jawaban bupati dan pandangan akhir fraksi. Jadi pembahasan ini masih panjang,” pungkas Mas’ud. (edp)

Sekwan DPRD Jombang Terima Kunjungan DPRD Magetan

0
Sekretaris DPRD Jombang Bambang Sriyadi (kiri) sedang menemui tim DPRD Kabupaten Magetan yang melakukan kunjungan kerja, untuk membahas tentang P-APBD 2024, Selasa, (11/06/2024).

Sekwan DPRD Jombang Terima Kunjungan DPRD Magetan

Jombang, layang.co – Sekretaris DPRD Kabupaten Jombang, pada Selasa (11/6/2024) siang menerima kunjungan kerja tim DPRD Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Salah satu yang menjadi pembahasan dalam kegiatan kunker, yakni terkait pelaksanaan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2024.

Bambang Sriyadi Sekwan DPRD Jombang menjelaskan, Anggota Komisi  C dan Komisi D DPRD Kabupaten Magetan berkunjung ke Jombang untuk membahas pelaksanaan P-APBD 2024.

”Kunjungan DPRD Magetan tadi untuk membahas pelaksanaan P-APBD 2024,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media.

Bambang menerangkan, untuk tahapan pembahasan semua daerah hampir sama. Hanya saja, memang waktu pelaksanaannya yang berbeda.

”Di Jombang sendiri masih belum dilakukan paripurna,” katanya.

Disampaikan, Bambang Sriyadi, mantan Kabag Umum Setdakab ini, saat ini Jombang masih belum masuk tahapan pembahasan P-APBD 2024. Karena masih menunggu hasil evaluasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait dengan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2023.

”Saat ini, masih menunggu evaluasi dari Pemprov. Apabila itu sudah selesai masuk ke dalam tahap pembahasan PAPBD,” ungkapnya.

Bambang menambahkan, biasanya sebelum masuk pada pembahasan di paripurna, komisi di DPRD Jombang melakukan komisioning dengan OPD terkait.

”Biasanya ada komisioning dengan OPD-OPD sesuai dengan leading sector,” ungkapnya.

Meski begitu, P-APBD 2024 ditargetkan akan disahkan pada awal Agustus mendatang.

”Targetnya sebelum bergantinya DPRD pada 21 Agustus nanti sudah disahkan,” pungkas Bambang Sriyadi, Mantan Camat Jombang Kota ini. (dan)

Si Boki, Maskot Pilkada Jombang Diluncurkan Selasa Malam

0
Peluncuran maskot dan jingle pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jombang 2024 ini bukan sekadar simbol, melainkan juga representasi dari semangat kita untuk melaksanakan pesta demokrasi yang jujur dan adil. Adapun maskot Pilkada kali ini adalah Si BOKI (Kebo Kicak).

Si Boki, Maskot Pilkada Jombang Diluncurkan Selasa Malam

Jombang, layang.co – Masyarakat di seluruh Indonesia akan kembali merayakan pesta demokrasi pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, 27 Nopember 2024.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan peluncuran maskot, Si Boki (Kebo Kicak), jingle, dan tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jombang di Alun-Alun Kabupaten Jombang, pada Selasa (11/06/2024) malam.

Pj Bupati Jombang Sugiat S.Sos., M.Psi., T hadir bersama Komisioner KPU Jawa Timur Eka Wisnu Wardana, Forkopimda, Sekdakab Jombang, Ketua KPU dan Bawaslu Kabupaten Jombang. Hadir pula pimpinan Partai Politik di Kabupaten Jombang, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) penyelenggara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jombang tahun 2024.

Komisioner KPU Jombang Abdul Wadud Burhan Abadi menghimbau agar semua pihak ikut menyukseskan pesta demokrasi pilkada serentak.

“Tahapan Pilkada tidak hanya gawe KPU tapi gawe semua pihak. Mari kita laksanakan Pilkada dengan baik sesuai tupoksi masing-masing,” kata Abdul Wadud

Pihaknya mengajak masyarakat Kabupaten Jombang untuk aktif menggunakan hak pilihnya sesuai amanat konstitusi.

“Pastikan Bapak Ibu terdaftar dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap). Pada 27 November 2024 dengan gembira Bapak Ibu datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) untuk melaksanakan hak konstitusinya. Karena KPU Kabupaten Jombang punya tagline Jombang Gemintang Gembira Untuk Memilih,” pesannya.

Pj Bupati Sugiat menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada semua pihak dan seluruh komponen masyarakat Kabupaten Jombang atas pelaksanaan Pemilu 2024 lalu yang berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

“Keberhasilan ini mari kita jadikan sebagai modal utama untuk menyukseskan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jombang tahun 2024,” katanya.

Putra daerah asal Dusun Kalongan Desa Japanan Kecamatan Gudo ini mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Jombang untuk tidak hanya mensukseskan Pilkada dengan cara menggunakan hak pilihnya, namun juga tetap menjaga persatuan serta tidak mudah termakan isu tidak jelas atau hoax.

“Mari bersama-sama mengawal pelaksanaan pilkada pada tanggal 27 November 2024 agar berjalan transparan dan akuntabel. Apabila menemukan permasalahan, segera selesaikan sedini mungkin agar kondusifitas tetap terjaga,” tututnya.

Pemerintah Kabupaten Jombang siap memberikan dukungan demi kelancaran pelaksanaan tugas, wewenang dan kewajiban penyelenggaraan Pilkada sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Pada kesempatan ini saya turut mengundang seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam acara nonton bareng (nobar) pertandingan Indonesia vs Filipina di kualifikasi piala dunia 2026 zona Asia sebagai bentuk rasa nasionalisme kita. Baru kali ini ada peluncuran maskot dan jingle dirangkai  dengan nobar timnas, baru Jombang, luar biasa,” tandas Pj Bupati Sugiat.

Terakhir, Pj Bupati yang memiliki jargon tegas bersih dan responsif ini melemparkan sebuah pantun guna memeriahkan suasana.

“Naik perahu ke pulau jawa, Pemandangan indah mempesona, Dengan semangat yang membara, Kita sukseskan pilkada bersama”, pungkasnya disambut tepuk tangan penonton yang memenuhi Alun Alun. (*dan)

Giatkan Export dan Investasi, Pj Bupati Jombang Melepas Export Kertas ke China

0
Hadir pada acara ini Pj Bupati Jombang Sugiat, Kepala Kantor Bea Cukai Kediri Ardiyatno, jajaran direksi PT Indonesia Royal Paper (IRP) untuk meresmikan Kawasan Berikat yang pertama di wilayah Jombang, sekaligus ditandai dengan melepas ekspor perdana ke China, Selasa (11/6/2024)

Giatkan Export dan Investasi, Pj Bupati Jombang Melepas Export Kertas ke China

Jombang, layang.co – Komitmen Pemerintah Kabupaten untuk mewujudkan Jombang menjadi kawasan ramah investasi telah ditandai dengan dilakukannya Ekspor Perdana Kawasan Berikat PT. Indonesia Royal Paper yang dipusatkan di Dsn. Plumpang Wetan, Daditunggal, Ploso, Jombang, pada Selasa (11/6/2024).

Kawasan berikat adalah tempat khusus untuk menimbun barang impor atau barang dari dalam negeri untuk diolah atau digabungkan, dengan tujuan utama untuk diekspor.

Kawasan ini memberikan berbagai fasilitas baik di bidang kepabeanan, cukai, maupun perpajakan. Fasilitas tersebut diberikan untuk mendorong perkembangan dunia usaha dan meningkatkan daya saing perusahaan pada skala global.

Pj Bupati Jombang Sugiat mengapresiasi ekspor perdana yang dilakukan oleh PT IRP. Pihaknya terus mendorong agar kawasan industri di Jombang terus tumbuh dan berkembang. Karena dengan perkembangan industri bisa menekan angka pengangguran.

“Jika pengangguran berkurang, maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Untuk itu, Kami undang investor lain untuk menanamkan modalnya di Jombang. Karena kami memiliki kawasan industri di utara Sungai Brantas,” kata Sugiat.

“Atas Nama Pemerintah Kabupaten Jombang, Saya mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT. Indonesia Royal Paper atas pelaksanaan ekspor perdana produk core board paper (kertas) ke China,” tutur Pj Bupati Jombang Sugiat.

Kegiatan ekspor ini tidak hanya membuka peluang baru di pasar Internasional, tetapi juga berkontribusi pada perluasan pasar domestik, peningkatan investasi, dan penambahan devisa untuk Indonesia.

“Saya yakin, dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, kita dapat menjadikan Kabupaten Jombang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang unggul,” kata Pj Bupati Jombang.

Pemerintah Kabupaten Jombang berkomitmen untuk mendukung penuh setiap upaya yang dapat meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat. Mewujudkan Kabupaten Jombang menjadi kawasan ramah investasi menjadi suatu keharusan guna menurunkan angka kemiskinan ekstrem dan stunting.

“Kami menyadari bahwa investasi, khususnya yang berorientasi ekspor, memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian daerah. Oleh karena itu, kami siap memberikan berbagai fasilitas, kemudahan dan menjamin keamanan bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di Kabupaten Jombang,” tandasnya.

Untuk mewujudkan Jombang kawasan ramah investasi, Pemkab Jombang telah membentuk Tim Percepatan dan Pengamanan Investasi.

“Semoga langkah ini menjadi awal yang baik untuk ekspor-ekspor berikutnya, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Kabupaten Jombang,” pungkas Sugiat Pj Bupati Jombang.

Chief Technology & Enggineering Officer MMNR Surya Widada menyampaikan, produk yang diekspor berupa Coreboard, sebagai bahan baku untuk pembuatan carton box, edge protector, papercore, palet kertas.

“Untuk ekspor perdana ini volume yang diekspor sebanyak 750 Ton, dilakukan secara bertahap. Hari ini diekspor 250 Ton. Pengirimannya menggunakan transportasi kapal laut,” jelas Surya

Keberhasilan yang dicapainya adalah berkat dukungan dari seluruh stakeholder, juga masyarakat sekitar. Adapun 300 karyawan yang bekerja adalah dari masyarakat sekitar. Dan kapasitas produksi PT IRP, Surya sebesar 180.000 per Tahun, tambah Surya.

Manfaat dengan adanya Kawasan Berikat untuk pemerintah antara lain, meningkatkan perekonomian nasional, meningkatkan export, menarik investasi, menciptakan lapangan kerja untuk penduduk sekitar, meningkatkan efesiensi logistik, memperlancar arus barang, menyederhanakan prosedur arus barang, mendukung program pemerintah dalam meningkatkan penerimaan negara (devisa), mewujudkan visi misi Pembangunan Pemerintah Indonesia.

Dengan adanya fasilitas kepabeanan ini, pengembangan infrastruktur dan peningkatan investasi asing juga dapat didorong, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif pada pengembangan ekonomi daerah. (*dan)

Perkuat Silaturahmi Hingga ke Akar Rumput untuk Membangun Jombang Lebih Baik

0
Pj Bupati Jombang Sugiat, bersilaturahmi dengan dengan Camat, beserta segenap Forkopimcam di Jogoroto juga bersama sama dengan para Kepala Desa, hingga para RT, RW.

Perkuat Silaturahmi Hingga ke Akar Rumput untuk Membangun Jombang Lebih Baik

Jombang, layang.co – Keterlibatan dan dukungan Kepala Desa hingga para RT/RW juga warga masyarakat didalam membangun Kabupaten Jombang yang lebih baik sangat dibutuhkan.

Hal ini ditegaskan oleh Pj Bupati Jombang Sugiat, putra daerah asal Dusun Kalongan Desa Japanan Kecamatan Gudo yang sudah 8 bulan menjalankan amanahnya memimpin Kabupaten Jombang saat bersilaturahmi dengan Camat, Forkopimcam, Kepala Desa, RT/RW se Kecamatan Jogoroto, pada Senin (10/6/2024) di kediaman Camat Jogoroto.

Meski hanya satu tahun memimpin Kabupaten Jombang, Pj Bupati Sugiat yang memiliki niat tulus ikhlas untuk membangun daerahnya ini dengan giat turun langsung bertemu masyarakat akar rumput dalam rangka menyerap aspirasi, berdiskusi, sehingga apa yang menjadi program prioritas yang harus diselesaikannya juga apa yang menjadi harapan masyarakat dapat terwujud.

“Saya tidak segan untuk memperkuat koordinasi, kolaborasi dan komunikasi langsung dengan masyarakat untuk membangun Jombang yang lebih baik. Jombang yang sesuai dengan harapan masyarakat yakni memiliki pemimpin yang tegas, bersih, responsif. Pemimpin yang visioner, yang sehat. Dan silaturahmi ini adalah bentuk komunikasi Saya dengan masyarakat Jogoroto”, tegas Pj Bupati Jombang Sugiat sebagaimana harapan para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang telah menyampaikan harapannya disaat 100 hari kepemimpinannya.

“Untuk itu, mohon maaf jika baru hari ini Saya dapat bersilaturahmi dengan dengan Camat, beserta segenap Forkopimcam di Jogoroto juga bersama sama dengan para Kepala Desa, hingga para RT, RW. Bapak/Ibu bisa menyampaikan apa saja yang terkait dengan persoalan di masyarakat, termasuk gagasan juga inovasi yang bertujuan demi kemaslahatan masyarakat”, tuturnya.

Pj Bupati Sugiat yang juga Kepala BIN Daerah Sulawesi Barat ini menegaskan bahwa Pembangunan pedesaan tidak hanya sekadar pembangunan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pembangunan Sumber Daya Manusia. SDM yang berkualitas akan mampu mendorong pertumbuhan pedesaan menjadi lebih maju dan sejahtera. Peran serta RT dan RW dalam pembangunan desa sangatlah vital. RT dan RW adalah lembaga kemasyarakatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat desa.

“Panjenengan adalah orang orang yang ada di garda terdepan dimasyarakat. Untuk itu, Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh Ketua RT dan RW yang telah memberikan kontribusi besar kepada pemerintah. Saya berharap acara silaturahmi ini dapat menjadi momentum untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong di kecamatan Jogoroto. Jadikan silaturahmi ini sebagai tonggak awal pembangunan yang diwarnai semangat kegotongroyongan”, tutur Pj Bupati Jombang Sugiat.

Pesan Saya, sebagai bagian dari Aparatur Pemerintah Desa, Ketua RT dan RW juga harus meninggalkan paradigma minta dilayani, tetapi jadilah “Pamong Praja” yang mengabdi, melayani, mengayomi, dan menjadi teladan bagi rakyatnya.

“Lakukan koordinasi dan kerjasama yang baik dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, BPD, LPMD, dan kelembagaan masyarakat desa lainnya untuk menggerakkan dan meningkatkan partisipasi masyarakat desa dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa. Mari kita ciptakan kerukunan dan kebersamaan di lingkungan masing-masing untuk menjaga kondusifitas Kabupaten Jombang,” pungkasnya. (*dan)

Pj Bupati: Jangan Hanya Dibelakang Meja Harus Giat Turun ke Lapangan

0
Pj Bupati Jombang Sugiat kembali mengingatkan pentingnya netralitas ASN menjelang pesta demokrasi Pemilu Kepala Daerah di Jombang.

Pj Bupati: Jangan Hanya Dibelakang Meja Harus Giat Turun ke Lapangan

Jombang, layang.co –  Persoalan dimasyarakat tidak dapat diselesaikan hanya di belakang meja. Terlebih lagi didalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang harus juga rajin turun kelapangan. Mendengarkan apa yang menjadi aspirasi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Pj Bupati Jombang Sugiat S.Sos., M.Psi T saat memimpin Apel Kerja yang diikuti ASN dan Non ASN dilingkup Pemkab Jombang di lapangan Pemkab Jombang, pada Senin (10/6/2024) pagi.

“Pejabat sebaiknya tidak hanya dibelakang meja saja, sesekali turun ke lapangan ke masyarakat untuk menyerap aspirasi juga permasalahan. Selain itu, diperlukan juga inovasi, motivasi serta visioner, punya pandangan jauh kedepan untuk Jombang yang lebih baik,” tutur Pj Bupati Sugiat yang berkomitmen untuk menjalankan kepemimpinannya dengan tegas bersih dan responsif ini.

Ada beberapa hal penting yang disampaikan Pj Bupati Sugiat saat bertemu para pegawai. Diantaranya, termasuk penyelesaian penataan tenaga Non-ASN di Kabupaten Jombang.

Informasi terkait dengan pencairan gaji ke-13 dan TPP ke-13 bagi ASN di Kabupaten Jombang agar tidak menimbulkan persoalan, harus dikelola dengan baik.

Saya berharap dengan adanya gaji ke-13 dan TPP ke-13 ini, dapat membantu meningkatkan kesejahteraan dan memotivasi para ASN untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Perlu diingat, saudara dituntut kewajibannya untuk lebih disiplin dan produktif dalam kinerja untuk dapat mengambil hak tersebut. Hal ini untuk menjamin keadilan, hak, dan kewajiban bagi seluruh PNS Kabupaten Jombang, tuturnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Jombang yang sudah menjalankan amanah selama 8 bulan ini juga mengingatkan tentang pentingnya disiplin ASN. Yakni menaati kewajiban dan menghindari larangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan peraturan kedinasan. (*dan)

SMPN 1 Jombang “Sekolahnya Para Juara”, Tahun 2023 – 2024 Juara Beruntun Piala GSI

0
Kepala Sekolah SMPN 1 Jombang Rudy Priyo Utomo (kiri) didampingi Tomy Wahyudi (guru olahraga SMPN 1 Jombang) siswa-pemain sepak bola peraih juara 1 dan penerima piala bergilir GSI tahun 2023 dan 2024, Sekdin Dikbud Dian Yunitasari, S.Pd, M.Pd, Edy Purnomo, M.Pd (Pembina MGMP) dan Iswahyudi, M.Pd (Kabid SMP).

SMPN 1 Jombang “Sekolahnya Para Juara”, Tahun 2023 – 2024 Juara Beruntun Piala GSI

Jombang, layang.co – Tim Sepak Bola putra pelajar SMPN 1 Jombang yang mewakili Kecamatan Jombang pada gelaran Piala Gala Siswa Indonesia (GSI) sukses menyabet predikat Juara 1 tahun 2024.

Raihan prestasi itu sekaligus mampu mempertahankan predikat juara beruntun tahun 2023, tahun 2024 leval Kabupaten. Atas hasil ini tim SMPN Kecamatan Jombang akan diberangkat pada pertandingan jenjang lebih tinggi, yakni pada GSI Provinsi Jawa Timur, dijadwalkan Juli 2024.

Kepala SMPN 1 Jombang  Rudy Priyo Utomo di lokasi pertandingan di lapangan SMAN 3 Jombang mengapresiasi atas semangat dan kekompakan anak didiknya dalam mengikuti kompetisi GSI tahun 2024, sehingga mampu menumbangkan tim SMP Kecamatan Mojoagung, yang didimonasi siswa SMPN 2 Mojoagung pada skor 0-1.

“Alhamduililah anak-anak bisa mempertahankan untuk yang kedua kali, semoga SMPN 1 Jombang bisa mempertahankan ketigakali pada tahun 2025 mendatang,” harapnya.

Seperti tahun 2023 lalu anak-anak yang berangkat ke GSI Jawa Timur akan difasilitasi pihak sekolah, disamping tahun 2024 ini akan difasilitasi Dikbud Kabupaten Jombang. “Semoga akan lebih maksimal,” ujarnya.

Finalis GSI tahun 2024 SMPN 1 Jombang (hijau) vs SMPN 1 Mojoagung (putih),

Kasek menilai, anak didiknya memang aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sepak bola dan futsal. Meski ekstrakurikuler lainnya juga aktif, dan banyak yang berprestasi. “Untuk sepak bola dan futsal kita ambilkan pelatih yang profesional,” terangnya.

“Bukan hanya sepak bola yang berprestasi, ada 22 pelajaran ekstrakurikler  olahraga dan seni di SMPN 1 Jombang. Semuanya memiliki prestasi tingkat Kabupaten Jombang maupun Provinsi Jawa Timur,” ungkapnya.

Dia menyebut, ekstra olahraga cukup banyak yang berprestasi seperti Basket, Bela Diri, Bola Voli Putri, Paski Braka juara tingkat di Provinsi Jawa Timur.  Yang seni, Festival Lomba Seni  Siswa Nasional (FLSSN), lomba menyanyi Juara Kabupaten Jombang mewakili ke Jawa Timur.

Musik Exsemble, tiga orang mempermainkan alat musik gabungan, juara 1 dan juara 2 Kabupaten Jombang berhak akan mewakili ke Jawa Timur. Tari kreasi SMPN 1 Jombang juga akan mewakili Kabupaten Jombang ke Jawa Timur, beber dia.

Alhamdulillah…ucapnya, pembinaan ekstrakurikuler untuk menggali talenta, potensi, bakat anak-anak betul-betul kita perhatikan, kita support segala sesuatunya. Agar bisa mencapai prestasi.

Tiap ekstra ada juaranya. Kalau belum ada yang berprestasi kita evaluasi.

“Saya target,” tegas dia. Kalau tidak dapat juara, yaa…, tidak akan saya kirim ke event lebih tinggi, tandas Kasek.

Konsep ini sesuai dengan motto SMPN 1 Jombang: “Sekolahnya Para Juara”, tutup Rudy Priyo Utomo saat berbincang dengan http://layang.co, usai menyaksikan pertandingan final GSI. (dan)