Tim Medis Rehabilitasi RSUD Jombang Ajak Pasien Lansia Latihan Menari Remik sebagai Inovasi dan Edukasi Fisioterapi Penyakit Degeneratif tidak Menular

- Penulis

Rabu, 3 April 2024 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Paramedis RSUD Jombang melakukan kegiatan senam atau menari remik untuk memberikan inovasi dan edukasi pemulihan kesehatan dengan cara gerak aktif bagi lansia bertempat di Panti Werdha, Jombang.

Tim Paramedis RSUD Jombang melakukan kegiatan senam atau menari remik untuk memberikan inovasi dan edukasi pemulihan kesehatan dengan cara gerak aktif bagi lansia bertempat di Panti Werdha, Jombang.

Tim Medis Rehabilitasi RSUD Jombang Ajak Pasien Lansia Latihan Menari Remik sebagai Inovasi dan Edukasi Fisioterapi Penyakit Degeneratif tidak Menular

Jombang, layang.co – TIM Dokter dan Para Medis Rehabilitasi dibawah koordinasi tenaga Fisioterapi Umi Hanik Mardiyana, S.Kes mengajak pengunjung, masyarakat, pasien lansia yang datang berobat di RSUD Jombang untuk mengikuti latihan/praktik aktif bergerak, dengan menari remik.

Latihan menari itu, sebagai sosialisasi upaya memberikan edukasi tentang sikap dan kebiasaan yang baik dan benar dalam bekerja, beraktifitas sehari – hari berguna mencegah atau mengurangi timbulnya penyakit degeneratif tidak menular.

Latihan itu diberikan kepada pasien, lansia dan masyarakat pengunjung di ruang tunggu pasien poli rawat jalan dan Instalasi Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang.

Menurut Umi Hanik Mardiyana, latihan menari remik, merupakan senam, gerak fisik yang mudah dilakukan dan mudah diingat, sebagai solusi meringankan problem atau masalah yang dialami oleh pasien, lansia untuk meningkatkan kualitas kesehatannya.

“Fisioterapi bisa menggunakan leafled, gambar dan video disertai musik untuk ditonton sehingga memudahkan pasien, para lansia dan keluarganya untuk mengikuti, menirukan, melakukan sendiri di rumah,” terangnya.

Disampaikan, Rabu (03/04/2024) oleh Umi panggilan akrab tenaga media RSUD ini,  latar belakang munculnya inovasi ini karena beberapa masalah, diantaranya: 1) Meningkatnya angka penyakit tidak menular, penyakit degeneratif dan muskuloskeletal di masyarakat. 2) Meningkatnya ketergantungan/pemakaian konsumsi obat – obatan pada pasien dan lansia di masyarakat.

Selain itu, 3) Banyaknya pasien, panjangnya antrian dan waktu tunggu yang lama, menyebabkan menurunnya kualitas pelayanan kesehatan. Sedangkan,  4)  Jumlah SDM medis yang terbatas namun jenis layanan dan tuntutan parameter mutu layanan terus bertambah.

Baca Juga:  Kasat Resnarkoba Bawa 50 Personil, Ajak Warga Jombang Patuhi Protokol Covid-19

“Kesembuhan membutuhkan waktu lama bila hanya menggunakan terapi obat dan alat elektroterapi. Kurangnya pemahaman tentang sikap dan kebiasaan yang baik dan benar dalam bekerja dan beraktifitas sehari-hari, juga menjadi dasar munculnya inovasi,” tukasnya.

Tujuan inovasi edukasi ini disampaikan untuk: 1) meningkatkan kesehatan masyarakat tentang kebiasaan yang benar dan sehat, untuk tetap aktif bergerak yang bermanfaat. 2) Memberikan pelayanan fisioterapi bagi pasien dan lansia yang mengalami gangguan gerak dan fungsi dalam beraktifitas sehari hari.

3) Meningkatkan kapasitas fisik dan kemandirian, dengan latihan yang dilakukan secara rutin dan teratur dibawah pengawasan tenaga Kesehatan, 4) Mengurangi problem gerak dan fungsi pasien dan lansia dengan diberikan program latihan yang sesuai dengan kondisinya,

“Endhingnya, tentuk untuk mengurangi angka penyakit tidak menular di masyarakat,” tandasnya.

Apabila butuh konsultasi atau tindakan medis untuk pemulihan lansia, Umi Harnik Mardiyana menyarankan untuk datang ke Poli Rehabilitasi RSUD Jombang, buka jam pelayanan Senin – Kamis, pukul 07.30 – 14.30 WIB, hari Jum’at pukul 07.30 – 14.00 WIB.

Jenis tindakan yang akan dilakukan tim rehabilitasi ditunjang dokter specialis, dr Agustina Mufidah, Sp., KFR, diantaranya, Fisioterapi (Terapi Modalitas Fisik, Elektroterapi, Terapi Latihan), Terapi Okupasi (Terapi Fungsi dan Kerja), Terapi Wicara, Orthotic Prosthectic (Alat Ganti dan Alat Gerak).  (dan)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel layang.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Apotek Seger Beri Layanan 24 Jam, Klinik Tampung Peserta BPJS Maupun Masyarakat Umum
Cegah Sebaran, UPTD Puskesmas Kesamben, Aktif Lakukan Skrining TB Gratis di Wilkernya
Seiring Bertambahnya Usia Kenali Sarkopenia, Apabila Ada Gejala Segera Konsultasi atau Berobat ke Poli Ortopedi RSUD Jombang
Bertujuan Eliminasi TBC Pemkab Jombang Luncurkan Perbup, Setiap Warga Diminta Aktif Skrining
Peringatan Hari Posyandu 2026: Momentum Transformasi 6 Standar Pelayanan Minimal untuk Penguatan SDM Akar Rumput
Ayoo….Daftar BPJS Ketenakerjaan Ada Diskon 50 % JKK dan JKM Bagi Pekerja Bukan Penerima Upah
Heeemm…Ada Kabar Baik Bagi Guru Mulok, Perbup Honor Pembimbing Mulok Sudah Diteken Bupati
Dampak Efisiensi Anggaran, Dikbud Tiadakan Lomba Keagamaan Islam Tahun 2026

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:13 WIB

Apotek Seger Beri Layanan 24 Jam, Klinik Tampung Peserta BPJS Maupun Masyarakat Umum

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:39 WIB

Cegah Sebaran, UPTD Puskesmas Kesamben, Aktif Lakukan Skrining TB Gratis di Wilkernya

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:12 WIB

Seiring Bertambahnya Usia Kenali Sarkopenia, Apabila Ada Gejala Segera Konsultasi atau Berobat ke Poli Ortopedi RSUD Jombang

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:49 WIB

Bertujuan Eliminasi TBC Pemkab Jombang Luncurkan Perbup, Setiap Warga Diminta Aktif Skrining

Kamis, 30 April 2026 - 14:36 WIB

Peringatan Hari Posyandu 2026: Momentum Transformasi 6 Standar Pelayanan Minimal untuk Penguatan SDM Akar Rumput

Berita Terbaru