Upaya Penangguangan Bencana, Pemkab Jombang Libatkan Siswa SLB dalam Simulasi HKB 2026

- Penulis

Senin, 27 April 2026 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Melalui peringatan HKB 2026 ini, Kabupaten Jombang kembali menegaskan komitmennya menghadirkan kesiapsiagaan bencana yang inklusif dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat tanpa terkecuali, sekaligus memberi contoh praktik baik bagi daerah lain di Indonesia.

Melalui peringatan HKB 2026 ini, Kabupaten Jombang kembali menegaskan komitmennya menghadirkan kesiapsiagaan bencana yang inklusif dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat tanpa terkecuali, sekaligus memberi contoh praktik baik bagi daerah lain di Indonesia.

Upaya Penangguangan Bencana, Pemkab Jombang Libatkan Siswa SLB dalam Simulasi HKB 2026

Jombang, layang.co  — Pemerintah Kabupaten Jombang memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026 di RTH Kebon Ratu Jombang, Minggu (26/4/2026), dengan menggelar simulasi kesiapsiagaan bencana yang diikuti siswa-siswi SLB se-Kabupaten Jombang.

Menariknya, Kabupaten Jombang menjadi satu-satunya kabupaten yang selama dua tahun berturut-turut memperingati HKB dengan melibatkan putra-putri dari SLB sebagai peserta utama simulasi kebencanaan. Terobosan ini menjadi langkah nyata membangun sistem penanggulangan bencana yang inklusif dan berpihak pada semua.

Mengusung tema “Siap untuk Selamat: Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana”, kegiatan ini menjadi bagian dari pendidikan kesiapsiagaan bencana guna memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam mengurangi risiko serta dampak bencana, khususnya bagi kelompok rentan.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo, S.H., M.Si., membacakan sambutan Bupati Jombang, menegaskan bahwa penyandang disabilitas bukan sekadar objek perlindungan, tetapi subjek yang berdaya dan memiliki peran aktif dalam sistem penanggulangan bencana.

Bencana Inklusif, Sistem Peringatan Dini

Bupati Jombang Warsubi dalam sambutannya juga menyampaikan pentingnya menghadirkan sistem kebencanaan yang inklusif, mulai dari akses informasi yang mudah dipahami, sistem peringatan dini yang ramah disabilitas, jalur evakuasi yang aksesibel, hingga pelibatan aktif dalam proses penyelamatan dan evakuasi.

“Pemerintah Kabupaten Jombang juga berkomitmen memperkuat penanggulangan bencana berbasis inklusi melalui pelatihan, penguatan kapasitas komunitas dan kolaborasi lintas sektor, ” jelas Agus Purnomo, Sekdakab Jombang.

Melibatkan Siswa SLB

Sementara itu Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Jombang Drs. Purwanto, M.KP dalam laporannya menyampaikan bahwa langkah Jombang ini sebagai terobosan yang patut diapresiasi dan dibanggakan. Menurutnya, hanya Kabupaten Jombang yang dua tahun berturut-turut melaksanakan Hari Kesiapsiagaan Bencana dengan peserta utama putra-putri SLB.

Baca Juga:  Kemajuan Pembangunan tidak Terlepas dari Masalah Sosial

“Ini merupakan terobosan yang sangat luar biasa, perlu kita apresiasi dan kita banggakan karena kita memberikan contoh terbaik untuk Indonesia. Mudah-mudahan kabupaten/kota lain juga tidak lupa bahwa di tengah masyarakat ada anak-anak kita berkebutuhan khusus yang juga harus mendapat kesempatan yang sama, khususnya dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana agar tidak terjadi korban,” ujar Purwanto.

Kreativitas Siswa SLB

Tak hanya simulasi kebencanaan, kegiatan ini juga menampilkan berbagai kreativitas siswa-siswi SLB melalui fashion show, tari, dan penampilan bernyanyi yang menambah semarak peringatan HKB 2026. Penampilan tersebut menjadi ruang ekspresi sekaligus menunjukkan potensi dan kepercayaan diri anak-anak istimewa dalam suasana penuh kegembiraan dan inklusivitas.

Dalam kegiatan ini, para siswa juga mendapat edukasi tanggap bencana dari kakak-kakak pendamping BPBD Kabupaten Jombang, yang dikemas interaktif dan ramah anak agar materi kesiapsiagaan mudah dipahami.

Kesuksesan kegiatan ini juga tidak lepas dari kolaborasi seluruh OPD terkait yang bersama-sama mendukung dan menyukseskan penyelenggaraan HKB 2026, menunjukkan sinergi lintas sektor dalam membangun budaya sadar bencana yang inklusif di Kabupaten Jombang.

Apresiasi turut disampaikan kepada BPBD Kabupaten Jombang, para guru SLB, orang tua, dan seluruh pihak yang terlibat dalam mendampingi serta memberi ruang tumbuh bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Melalui peringatan HKB 2026 ini, Kabupaten Jombang kembali menegaskan komitmennya menghadirkan kesiapsiagaan bencana yang inklusif dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat tanpa terkecuali, sekaligus memberi contoh praktik baik bagi daerah lain di Indonesia. (*dan)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel layang.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, Jombang Siap Bersinergi Wujudkan Asta Cita
Hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, Jombang Peringkat Terbaik ke-4 Nasional
Hari Pers Nasional 2026: Bupati Jombang Tekankan Pentingnya Pers Sehat, Strategis Adatif di Era Digitalisasi
Tiga Bupati Bahas Rencana Pembangunan Flyover Mengkreng, Titik Macet Terpadat
Gubernur Jatim Minta Kepala Daerah Waspadai Musim Kemarau, Kekeringan Ekstrem Bulan Agustus
Pemkab Jombang Terapkan WFH Setiap Hari Jum’at, Mulai 2 April 2026
Menteri PPPA Tinjau Sekolah Rakyat dan UPTD PPA di Jombang
Inspektorat Gelar Forum Konsultasi Publik untuk Evaluasi, Serap Aspirasi dan Perbaikan Kinerja

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 16:16 WIB

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, Jombang Siap Bersinergi Wujudkan Asta Cita

Senin, 27 April 2026 - 15:44 WIB

Hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, Jombang Peringkat Terbaik ke-4 Nasional

Senin, 27 April 2026 - 15:29 WIB

Upaya Penangguangan Bencana, Pemkab Jombang Libatkan Siswa SLB dalam Simulasi HKB 2026

Kamis, 9 April 2026 - 14:05 WIB

Hari Pers Nasional 2026: Bupati Jombang Tekankan Pentingnya Pers Sehat, Strategis Adatif di Era Digitalisasi

Rabu, 8 April 2026 - 10:59 WIB

Gubernur Jatim Minta Kepala Daerah Waspadai Musim Kemarau, Kekeringan Ekstrem Bulan Agustus

Berita Terbaru