Disperta Jombang Komitmen Selesaikan Penyusunan LP2B sebagai Dasar Raperda

- Penulis

Minggu, 11 Juni 2023 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo kiri: Insert/Mater Plant Pengembangan Lahan Pertanina Kabupaten Jombang. Photo tengah: M Rony, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Photo kanan: Lahan pertanian di kawasan Tol Jombang - Mojokerto.

Photo kiri: Insert/Mater Plant Pengembangan Lahan Pertanina Kabupaten Jombang. Photo tengah: M Rony, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Photo kanan: Lahan pertanian di kawasan Tol Jombang - Mojokerto.

Disperta Jombang Komitmen Selesaikan Penyusunan LP2B sebagai Dasar Raperda

Jombang, layang.co – Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang berkomitmen menyukseskan program penyusunan peta lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B), sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan.

Upaya ini mengingat pentingnya dokumen LP2B sebagai dasar penetapan Rencana Peraturan Daerah (Raperda) bagi Pemerintah Kabupaten Jombang, melalui Propemperda tahun 2023.

“Saat ini, tim sudah berkeja, memasuki tahap focus group discussion (FGD) dan survey lapangan di tingkat desa,” terang Ir M Rony Kepala Dinas Pertanian Jombang, pekan lalu kepada awak media.

Dalam penyusunan LP2B, Pemkab Jombang telah bekerja sama dengan tenaga ahli dari  Universitas Brawijaya Malang. Pendataan dilakukan di 20 kecamatan, meninggalkan Kecamatan Wonosalam lantaran masuk kawasan holtikultura.

Mengacu Perda RTRW, lahan seluas 38.149 hektare yang tersebar di 20 wilayah kecamatan diarahkan menjadi kawasan pangan berkelanjutan. Tahun 2022 lalu sudah dilakukan kegiatan meliputi Kecamatan Jogoroto, Megaluh dan Kecamatan Ploso.

Tahun ini, Pemkab Jombang mengalokasikan anggaran 1,7 miliar rupiah  dari APBD 2023 untuk menyusun LP2B.

“Setelah sosialisasi di 17 kecamatan, survey dilakukan tenaga ahli di desa untuk memastikan kondisi di lapangan, dilanjutkan FGD di tingkat desa,” terangnya, Rabu (7/6/2023).

Kadisperta menjelaskan, tim tenaga ahli mengecek atau verifikasi lapang, karena konsultan sudah memiliki data atau peta spasial.

“Sekarang data itu dicocokkan dengan pemangku kepentingan di desa, mulai dari perangkat desa, poktan, gapoktan hingga kasun,” terang dia.

Menurutnya, survei terus dilakukan hingga pertengahan Juli nanti. Sesuai jadwal, atau rencana kerja, program itu berjalan hingga Desember nanti.

”Jadi, Juli-Agustus tahapan pengerjaan analisis penentuan LP2B. Dilanjutkan Agustus-September verifikasi melalui FGD masing-masing desa di 17 kecamatan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tidak Ada Kenaikan NJOP Ditahun 2023

Selanjutnya, pada September, kata Rony, tahapannya diskusi penyusunan dan pembahasan raperda penetapan LP2B. Serta Oktober presentasi laporan akhir.

”Oktober-Desember itu pembahasan Raperda LP2B,” terang Rony.

Jadi, lanjut dia, kita memastikan lahan ini apakah benar masuk zona hijau atau sebagian zona kuning atau justru merah.  “Tahapan itu sekarang kita laksanakan,” kata Rony.

Dalam sinkronisasi itu, pihaknya menggandeng berbagai pihak. Selain bekerja sama dengan salah satu perguruan tinggi di Jatim, kegiatan itu juga melibatkan lintas OPD termasuk juga Kantor Pertanahan (Kantah) Jombang.

”Kerja sama ini penting, karena datanya nanti dicocokkan, sinkronisasi dengan data RTRW, lalu peta milik BPN (Kantah) Jombang,” imbuh dia.

Dikatakan, langkah itu dilakukan untuk memastikan lahan yang didata di lapangan apakah masuk klasifikasi LP2B.

”Intinya, memastikan lahan yang benar-benar masuk LP2B atau tidak. Karena ada kemungkinan tidak masuk, ada pula lahan yang awalnya tidak masuk akan masuk,” tutur Rony.

Ada banyak indikator lahan LP2B. Diantaranya, memiliki potensi budi daya, sumber pengairannya memungkinkan serta masuk daerah pertanian yang di situ lahan hijau. ”Kemudian bukan lokasi industri dan bukan daerah pengembangan,” beber Rony.

Menukil Radar Jombang, Jawa Pos Group, Rabu (7/6), data dihimpun berdasarkan Perda 10/2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jombang 2021-2041 menyebutkan, dalam pasal 27 ayat 2 tertulis kawasan tanaman pangan memiliki luas kurang lebih 38.149 hektare, diarahkan pada Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) dan menyebar di 20 kecamatan, atau meninggalkan Kecamatan Wonosalam lantaran masuk kawasan holtikultura. (dan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel layang.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menilai Jombang Berhasil Kelola Potensi Cengkeh, Pemkot Prabumulih Studi Tiru Budidaya Cengkeh di Wonosalam
Heeemm…Ada Kabar Baik Bagi Guru Mulok, Perbup Honor Pembimbing Mulok Sudah Diteken Bupati
Dampak Efisiensi Anggaran, Dikbud Tiadakan Lomba Keagamaan Islam Tahun 2026
Kenduri Buah Durian Wonosalam Tahun 2026 Ditiadakan, Ini Alasannya
Tahun 2026, Kuota Asuransi Usaha Tani Padi di Jombang Menurun, Klaim Gagal Panen Rp 6 Juta per Hektar
Dukung Swasembada Pangan, Sumardi Anggota DPRD Jatim Serahkan Bantuan Kombi untuk Petani Dusun Kandangsapi, Desa Kedungbetik, Kesamben – Jombang
Jombang Tanamn 500 Pohon dan Tebar 1.200 Benih Ikan, Wujudkan Ekoteologi dalam Peringatan HMPI dan HAB Kemenag ke-80
Semangat Petani Tebu: Bongkar Ratoon, Merawat Harapan Swasembada Gula Nasional 2028

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:55 WIB

Menilai Jombang Berhasil Kelola Potensi Cengkeh, Pemkot Prabumulih Studi Tiru Budidaya Cengkeh di Wonosalam

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:51 WIB

Heeemm…Ada Kabar Baik Bagi Guru Mulok, Perbup Honor Pembimbing Mulok Sudah Diteken Bupati

Jumat, 20 Februari 2026 - 11:31 WIB

Dampak Efisiensi Anggaran, Dikbud Tiadakan Lomba Keagamaan Islam Tahun 2026

Jumat, 20 Februari 2026 - 10:41 WIB

Kenduri Buah Durian Wonosalam Tahun 2026 Ditiadakan, Ini Alasannya

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:07 WIB

Tahun 2026, Kuota Asuransi Usaha Tani Padi di Jombang Menurun, Klaim Gagal Panen Rp 6 Juta per Hektar

Berita Terbaru

Photo: Rangkaian photo upacara pembukaan Piala Presiden I tahun 2026 diikuti 10 Tim KU-10 tahun, 14 KU-12 tahun. Tampak Kepala Dsiporapar menyerahkan bola sepak kepada wasita dan Ketua KONI menyerahkan bola sepak kepada pelatih peserta kejuaraan, Sabtu (20/06/2026).

Olahraga

Piala Presiden di Jombang Diikuti 25 tim KU-10 dan KU-12

Sabtu, 20 Jun 2026 - 11:11 WIB