Kenduri Buah Durian Wonosalam Tahun 2026 Ditiadakan, Ini Alasannya

- Penulis

Jumat, 20 Februari 2026 - 10:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Pasang Iklan Murah di Layang.co!
Pasang Sekarang

Hartono, S.Sos., M.M., (tengah/nomor 7 dari kiri) selaku Plt. Kepala Disporapar sekaligus Kepala Bapperida (Badan Perencanaan Pemerintah dan Riset Daerah) Kabupaten Jombang, menyampaikan keputusan besar, saat rapat bersama Camat Wonosalam Yudha Asmara, S.STP., M.E didampingi jajaran Forkopimcam dan seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Wonosalam, Rabu (18/2/2026). Photo: istimewa/Humas Dinas Kominfo.

Hartono, S.Sos., M.M., (tengah/nomor 7 dari kiri) selaku Plt. Kepala Disporapar sekaligus Kepala Bapperida (Badan Perencanaan Pemerintah dan Riset Daerah) Kabupaten Jombang, menyampaikan keputusan besar, saat rapat bersama Camat Wonosalam Yudha Asmara, S.STP., M.E didampingi jajaran Forkopimcam dan seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Wonosalam, Rabu (18/2/2026). Photo: istimewa/Humas Dinas Kominfo.

Kenduri Buah Durian Wonosalam Tahun 2026 Ditiadakan, Ini Alasannya

Jombang, layang.co – Wonosalam adalah simbol kebanggaan Jombang, di mana ribuan pohon durian tumbuh sebagai warisan yang tak ternilai harganya.

Saat ini, alam sedang mengajak kita untuk mengambil jeda sejenak guna mengumpulkan energi baru.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pertemuan yang berlangsung khidmat dan penuh rasa kekeluargaan di Pendopo Kecamatan Wonosalam pada Selasa (18/02/2026) siang, Hartono, S.Sos., M.M., selaku Plt. Kepala Disporapar sekaligus Kepala Bapperida (Badan Perencanaan Pemerintah dan Riset Daerah) Kabupaten Jombang, menyampaikan keputusan besar.

Bersama Camat Wonosalam Yudha Asmara, S.STP., M.E didampingi jajaran Forkopimcam dan seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Wonosalam, mewakili Pemerintah Kabupaten Jombang, Hartono mengumumkan bahwa perhelatan akbar KenDuren Wonosalam 2026 resmi ditiadakan. Di informasikan juga di youtube dan media sosial jombangkab.

Cuaca tidak Menentu, Hasil Buah Terbatas 

Keputusan ini diambil bukan tanpa pertimbangan mendalam. Tantangan cuaca yang tidak menentu sepanjang tahun ini berdampak langsung pada hasil panen.

Hartono menjelaskan bahwa keterbatasan jumlah buah dan standar kualitas yang belum mencapai level terbaik menjadi alasan utama di balik langkah ini.

Menurutnya, langkah ini diambil bukan semata-mata sebagai penundaan agenda, melainkan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang demi menjaga marwah Durian Wonosalam yang telah dikenal luas memiliki kualitas istimewa.

Jaga Marwah dan Pemulihan Pohon Durian

Pemerintah Kabupaten Jombang memilih untuk tidak memaksakan perayaan di tengah masa pemulihan pohon-pohon durian, demi memastikan ekosistem pertanian tetap terjaga untuk jangka panjang.

Baca Juga:  Rakor Optimalisasi Peran dan Fungsi PPID di Kabupaten Jombang

“Menjaga marwah Durian Wonosalam jauh lebih penting daripada sekadar perayaan. Kami hanya akan menyuguhkan yang terbaik, atau tidak sama sekali demi menjaga kepercayaan para pengunjung event akbar tahunan ini,” ujar Hartono.

Meski tahun ini gunungan durian tidak menyapa masyarakat, semangat Wonosalam tidak padam. Jeda atau ditiadakannya KenDuren Wonosalam ini dianggap sebagai momentum bagi bumi Wonosalam untuk “bernapas” dan kembali pulih, panen bagus.

Tetap Optimis Bumi Wonosalam Kembali Pulih

“Saya mengajak masyarakat untuk tetap optimis dan mendoakan agar cuaca kembali bersahabat, para petani kita diberikan kekuatan serta kesabaran, dan bumi Wonosalam kembali pulih dengan limpahan berkah-Nya,” tutur Hartono.

Langkah yang kita ambil hari ini adalah investasi untuk masa depan, tambahnya.

“Kita tidak sedang menyerah pada keadaan, melainkan sedang bersiap untuk menyambut musim panen yang jauh lebih istimewa,” kata Hartono mantan Penjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) ini.

Ia mengajak, menjadikan jeda ini sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan, sehingga di tahun mendatang, kita dapat kembali merayakan KenDuren dengan kemeriahan yang lebih megah dan kualitas durian yang luar biasa.

“Wonosalam akan selalu menjadi rumah yang rindu untuk dikunjungi, mohon do’anya,” pungkasnya, sebagaimana disiarkan Humas Dinas Kominfo Kabupaten Jombang. (*dan)

Berita Terkait

Pemkab Jombang Bantu 10,118 Ton Beras Kepada Korban Gempa Bumi NTT
Dukung Muktamar NU, Presiden Prabowo Bantu 200 Becak Listrik, tidak Boleh Mungut Ongkos, tidak Boleh Dijual, Tiap Hari Dikasih Upah Rp 150 Ribu
Sambut Muktamar ke-35 NU  di Jombang Satpol PP dan Gabungan Bagikan Kerudung dan Edukasi Ketertiban
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Momentum Kondusifitas Menuju Muktamar ke-35 NU di Jombang
Pelayanan Publik Polres Jombang, Kembali Raih Penghargaan Predikat Prima A dari Kapolri
Diskominfo Jombang Edukasi Civitas Akademika Undar Manfaatkan SP4N-LAPOR
Bupati Warsubi Tinjau Lokasi Pembukaan Muktamar NU di Lapangan Untung Suropati, Serukan Kepala OPD Totalitas Dukung Persiapan
Gemarikan 2026 di Tembelang: Komitmen Pemkab Jombang Perkuat Gizi Anak dan Ketahanan Pangan Sejak Dini

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Pemkab Jombang Bantu 10,118 Ton Beras Kepada Korban Gempa Bumi NTT

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Dukung Muktamar NU, Presiden Prabowo Bantu 200 Becak Listrik, tidak Boleh Mungut Ongkos, tidak Boleh Dijual, Tiap Hari Dikasih Upah Rp 150 Ribu

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Sambut Muktamar ke-35 NU  di Jombang Satpol PP dan Gabungan Bagikan Kerudung dan Edukasi Ketertiban

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:24 WIB

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Momentum Kondusifitas Menuju Muktamar ke-35 NU di Jombang

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:37 WIB

Pelayanan Publik Polres Jombang, Kembali Raih Penghargaan Predikat Prima A dari Kapolri

Berita Terbaru