Hasil Pokja KIPI Korban Anak Meninggal tidak Terkait dengan Vaksin

- Penulis

Kamis, 6 Januari 2022 - 08:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang drg Budi Nugroho, (tengah) didampingi Dirut RSUD dr Pudji Umbaran, MKP (kiri) dan dr Suwarsi, Sp.A (kanan) saat jumpa pers.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang drg Budi Nugroho, (tengah) didampingi Dirut RSUD dr Pudji Umbaran, MKP (kiri) dan dr Suwarsi, Sp.A (kanan) saat jumpa pers.

Hasil Pokja KIPI Korban Anak Meninggal tidak Terkait dengan Vaksin

Jombang, layang.co – Anggota Pokja KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) Kabupaten Jombang dr. Soewarsi, Sp.A. setelah melakukan audit bersama Komda dan Komnas KIPI menyatakan dengan tegas bahwa kasus meninggal dan dirawatnya anak di RSUD Jombang tidak ada keterkaitan dengan vaksin.

Kematian pertama anak di Kabupaten Jombang pasca vaksinasi Covid-19 disimpulkan tidak terkait dengan vaksin karena, pertama, hasil investigasi terhadap kronologis pasien tidak menunjukkan adanya anafilaktik syok akibat vaksin.

Kesimpulan tersebut didasarkan pada fakta obyektif rentang waktu antara pemberian vaksin dan penurunan kesadaran pasien yang terlalu panjang untuk bisa diklasifikasikan sebagai anafilaktik syok akibat vaksin.

Kedua, studi literasi tidak menunjukkan peningkatan tekanan pembuluh darah di dalam otak (Tekanan Intrakranial/TIK) sebagai efek simpang vaksin Pfizer. Sehingga sangat sulit untuk mengkaitkan kasus tersebut dengan vaksinasi Covid-19.

“Demikian halnya dengan kematian kedua yang terjadi pada anak di Kabupaten Jombang pasca dilakukan vaksinasi juga disimpulkan tidak terkait dengan vaksinasi Covid-19,” jelas dr Soewarsi, Sp.A, saat jumpa pers dengan awak media, Selasa (4/1/22).

Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang telah melaporkan kasus tersebut kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Pokja KIPI Kabupaten Jombang, dan berharap kejadian tersebut tidak akan terulang lagi.

Laporan tersebut juga sudah diteruskan kepada Komda KIPI Jawa Timur dan Komnas KIPI. Pokja KIPI Kabupaten Jombang, Komda KIPI Jawa Timur dan Komnas KIPI telah menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan audit kasus pada tanggal 30 Desember 2021 dan 3 Januari 2022.

Kematian pasien tersebut dikarenakan adanya perdarahan yang masif. RSUD Kabupaten Jombang sudah berusaha memberikan pertolongan yang optimal kepada pasien namun karena perdarahan yang masif menyebabkan pasien tidak bisa tertolong.

Pokja KIPI bersama Komda KIPI dan Komnas KIPI setelah melakukan audit terhadap kasus anak yang mengalami biduran (urtikaria) pasca imunisasi, juga menyimpulkan bahwa kasus tersebut tidak berkaitan dengan vaksin.

Pada pasien memang didapati adanya biduran (urtikaria) namun rentang waktu kejadian biduran dengan vaksinasi terlalu panjang sehingga biduran tersebut tidak bisa dikatakan sebagai reaksi alergi terhadap vaksin.

Dimungkinkan ada allergen (zat pemicu alergi) lain yang memapar yang bersangkutan sehingga yang bersangkutan mengalami biduran. Komnas KIPI mengklasifikasikan kasus ini sebagai koinsiden (kejadian yang terjadinya secara kebetulan bersamaan dengan pasca vaksinasi).

Baca Juga:  Gubernur Khofifah: Angka Kematian Bayi Balita di Jombang Masih Tinggi Urutan Kelima se-Jatim

Kasus anak yang mengalami kejang pasca imunisasi yang terjadi di Kabupaten Jombang juga disimpulkan sebagai kasus kejang yang tidak berkaitan dengan vaksin.

Penelusuran terhadap riwayat penyakit terdahulu pasien didapati ada riwayat kejang pada pasien, hasil pemeriksaan penunjang yang telah dilakukan oleh RSUD Kabupaten Jombang juga membuktikan bahwa ada penyebab lain yang menyebabkan yang bersangkutan mengalami kejang.

Pokja KIPI, Komda KIPI dan Komnas KIPI adalah lembaga yang kredibel dan independen yang bertugas untuk melakukan kajian kausal terhadap kejadian yang diduga berkaitan dengan vaksin. Kajian secara professional terhadap fakta objektif dengan melibatkan para pakar dari berbagai disiplin ilmu terkait menjadi hal terpenting dalam melakukan audit kausal yang dilakukan oleh Pokja KIPI, Komda KIPI dan Komnas KIPI.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang drg Budi Nugroho, MKP, pada saat memberikan konferensi pers yang bertempat di Ruang Bung Hatta RSUD Kabupaten Jombang pasca audit kasus tersebut, mengajak seluruh pihak di Kabupaten Jombang untuk menjaga situasi dan kondisi di Jombang tetap baik, aman dan terkendali dengan terus meningkatkan cakupan vaksinasi.

Kepada para orang tua diharap tidak segan-segan dan tidak perlu khawatir untuk mengajak anaknya untuk ikut vaksinasi Covid-19 karena vaksinasi merupakan salah satu bagian penting dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19, Petugas vaksinasi di Puskesmas merupakan tenaga yang kompeten dan terlatih.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang juga berharap kepada setiap orang tua yang mendapati ada tanda atau gejala permasalahan kesehatan pada anaknya yang muncul pasca imunisasi agar segera melapor dan membawa anaknya ke Puskesmas terdekat tanpa dipungut biaya.

Saat ini capaian vaksinasi di Kabupaten Jombang untuk Umum dosis 1: 86,28 %, Umum dosis 2 : 65,40 %, SDMK dosis 3: 108,63 % dan anak sebesar 38,2 %. Capaian vaksinasi akan terus diupayakan meningkat untuk mewujudkan kekebalan komunitas (Herd Immunity) di Kabupaten Jombang. Dengan tercipta kekebalan komunitas diharapkan COVID-19 bisa dicegah dan dikendalikan.

Sebagaimana diinformasikan Humas Dinas Kominfo Kabupaten Jombang, untuk informasi lebih lanjut mengenai vaksinasi Covid-19 dapat menghubungi di nomor telepon (0321) 866197. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang drg. Budi Nugroho, MPPM. (dan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel layang.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Posyandu 2026: Momentum Transformasi 6 Standar Pelayanan Minimal untuk Penguatan SDM Akar Rumput
Ayoo….Daftar BPJS Ketenakerjaan Ada Diskon 50 % JKK dan JKM Bagi Pekerja Bukan Penerima Upah
Instalasi Farmasi RSUD Jombang Komitmen Beri Layanan Maksimal Penggunaan Obat Demi Kesembuhan dan Keselamatan Pasien
Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Kini Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Jombang Memiliki 6 Unit SPPG
Wujudkan Asta Cita Presiden, Bupati Warsubi Bersama Komisi A DPRD Provinsi Jatim Akselerasi Pembentukan BNNK Jombang demi Lindungi Masyarakat Dari Narkoba
Puskesmas Kesamben Intensif Layani 33 Penderita HIV/AIDS dan Pasien TBC
Bersinergi dengan Kader Posyandu Desa, Puskesmas Kesamben Lakukan Screning dan Sosialisasi ATM
Kenali Sejak Dini Tanda Gawat Darurat pada Anak Sakit, Segera Bawa ke IGD RSUD Jombang Jikalau Muncul Gejala Ini

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 14:36 WIB

Peringatan Hari Posyandu 2026: Momentum Transformasi 6 Standar Pelayanan Minimal untuk Penguatan SDM Akar Rumput

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:43 WIB

Ayoo….Daftar BPJS Ketenakerjaan Ada Diskon 50 % JKK dan JKM Bagi Pekerja Bukan Penerima Upah

Sabtu, 14 Februari 2026 - 18:38 WIB

Instalasi Farmasi RSUD Jombang Komitmen Beri Layanan Maksimal Penggunaan Obat Demi Kesembuhan dan Keselamatan Pasien

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:40 WIB

Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Kini Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Jombang Memiliki 6 Unit SPPG

Jumat, 30 Januari 2026 - 10:03 WIB

Wujudkan Asta Cita Presiden, Bupati Warsubi Bersama Komisi A DPRD Provinsi Jatim Akselerasi Pembentukan BNNK Jombang demi Lindungi Masyarakat Dari Narkoba

Berita Terbaru