Rapid Test Gratis di Puskesmas Bagi Santri yang akan Kembali Belajar ke Pondok

0
628
Kepala Puskesmas dan Kepala Dinas Kesehatan bersama Tim GTPP Covid-19 Mengikuti Rapat di Ruang Swagata Pendopo, yang Dipimpin Bupati Hj Mundjidah Wahab, Kamis (25/6/2020).

Rapid Test Gratis di Puskesmas Bagi Santri yang akan Kembali Belajar ke Pondok  

Jombang, layang.co –  Kabar gembira bagi sebagian warga Jombang. Betapa tidak. Dalam suasana pandemi virus corona desiase (Covid)-19 belum tahu kapan berakhir ini, Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab memberikan pelayanan rapid test gratis.

Pelayanan gratis ini diperuntukkan bagi santriwan dan satriwati warga Jombang yang hendak kembali belajar di Pondok Pesatren. Kebijakan ini berlaku bagi santri yang akan masuk ke Ponpes yang ada di lingkup Kabupaten Jombang, maupun yang akan keluar dari Kabupaten Jombang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, biaya rapid test hanya bisa dilakukan di RSUD Jombang, dengan biaya Rp 300 ribu bagi setiap warga yang mengingkannya.

Langkah proposional dan terukur yang diambil Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Jombang ini terkait dengan aktifnya kembali kegiatan pembelajaran santri di Pondok Pesantren, selain untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Setiap Santri yang kembali ke Pesantren wajib menjalani tes kesehatan dan rapid test. Pemeriksaan itu bisa dilakukan melalui Dinas Kesehatan Jombang dan jajaran Puskesmas di lingkungan kecamatan setempat. Rumah Pelayanan Kesehatan diminta memfasilitasi rapid test secara gratis.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Hj Mundjidah Wahab selaku Ketua GTPP saat menggelar Rakor baik dengan Forkopimcam (Camat, Danramil dan Kapolsek) dengan Forkompimda, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Kabupaten Jombang, Direktur RS Swasta bersama BPJS beberapa hari yang lalu.

Kebijakan tersebut diserukan kembali oleh Bupati saat bertemu dengan seluruh Kepala Puskesmas se- Kabupaten Jombang, pada Kamis (25/6/2020) siang di ruang Swagata, Pendopo Bupati.

Disampaikan oleh Bupati, Santri warga Jombang yang mondoknya di Jombang akan menjalani screning saja,  kecuali yang berasal dari zona merah, harus melakukan rapid test.

Bupati Jombang minta, Kepala Puskesmas untuk segera koordinasikan dengan Kepala Desa, untuk menginformasikan bahwa santri yang akan kembali ke pondok pesantren di luar Jombang untuk melapor guna mendapatkan fasilitasi rapit test gratis sebelum kembali ke pondoknya.

“Kapan waktu rapidnya, sesuaikan dengan waktu keberangkatannya ke pondok. Sebab masa berlaku rapid test hanya tiga hari,” tandas Hj. Mundjidah Wahab.

Bupati juga meminta jajaran Puskesmas sebagai ujung tombak fasilitasi kesehatan ditingkat bawah dapat bersilaturahmi ke Pondok-pondok kecil.

Petugas Kesehatan perlu mensosialisasikan, memberikan saran masukan, juga memantau bagaimana kesiapan penerimaan pondok untuk kedatangan santri. “Pastikan, bahwa Pondok harus membuat gugus tugas Covid -19,” seru Bupati.

Berikan edukasi, sosialisasi penjelasan pada anak – anak untuk disiplin pada protokol kesehatan Covid -19. Seperti cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak, tutur Bupati Jombang.

Seluruh warga masyarakat harus diajak menuju kebiasaan memasuki new normal. Untuk menuju tatanan normal baru, bisa melibatkan Kader Desa untuk ikut mensosialisasikan pentingnya melaksanakan protokol kesehatan, guna mencegah penyebaran virus Covid -19.

“Perkuat sinergitas kerja kolektif untuk menjadikan kampung tangguh, desa tangguh, puskesmas tangguh, pondok pesantren tangguh, semuanya tangguh dalam menghadapi pandemi covid-19 ini,” ajak Bupati Jombang Hj. Munjidah Wahab sebagaimana disampaikan oleh Kepala Bidang Humas dan Protokoler Pemkab Jombang, Agus Jauhari, M.Si. (dan).

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here