Podoroto dan Blimbing Diresmikan Bupati Jombang Jadi Kampung Tangguh Covid-19, Akan Diikutkan Lomba Tingkat Kabupaten

0
653
Bupati Hj Mundjidah Wahab Didampingi Kapolres dan Kasdim 0814/Jombang Memotong Pita Menandai Kampung Tangguh Covid-19 di Desa Podoroto. Kecamatan Kesamben, Kamis (25/6/2020). Foto: Humas Pemkab Jombang.

Podoroto dan Blimbing Diresmikan Bupati Jombang Jadi Kampung Tangguh Covid-19, Akan Diikutkan Lomba Tingkat Kabupaten

Jombang, layang.co – Dua Desa di Kecamatan Kesamben, yakni Desa Podoroto dan Desa Blimbing hari Kamis (25/6/2020) di resmikan sebagai Kampung Tangguh Covid-19 oleh Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab,  bersama Kapolres AKBP Agung Setyo Nugroho, S.IK dan Kasdim 0814/Jombang Mayor Inf Harjono.

Kampung Tangguh tersebut berbasis Problem Oriented Policing (POP) dengan semangat Gotong Royong antara Masyarakat bersama Polri, Pemkab dan TNI. Program dimaksud wajib diikuti bagi semua desa yang ada di Kabupaten Jombang. Selanjutnya, akan diadakan lomba Kampung Tangguh di tingkat Kabupaten Jombang, pemenang akan diikutsertakan lomba ditingkat provonsi Jawa Timur.

Peresmian dua desa tersebut selain disaksikan oleh warga dan perangkat desa setempat,   hadir juga Asisten 1, Kepala Diskominfo, Kabag. Humas dan Protoler, Kasat Sabhara dan Forpimcam Kesamben serta sejumlah Kepala Desa.

Kampung Tangguh di Jawa Timur dimulai dari Kota Malang, sudah diresmikan oleh Gubernur, ini akan diikuti oleh Provinsi lain di Indonesia.

“Kita sebagai warga Jombang masuk wilayah provinsi Jawa Timur harus lebih meningkatkan semangat kita untuk membangun kampung tangguh,” ajak Bupati.

Dalam rangkaian kegiatan di dua desa tersebut Bupati memberikan contoh, sebelum melakukan kegiatan agenda utama, melakukan cuci tangan dengan sabun pada air mengalir.

Selebihnya Bupati menyerukan setiap warga  ketika masuk Kampung Tangguh harus mentaati protokol kesehatan. Dilakukan periksaan suhu badan, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, setelah itu dilanjutkan dengan jaga jarak.

Di desa Podoroto dan Blimbing ini sudah berjalan kegiatan jimpitan beras untuk lumbung pangan. Jimpitan beras ini akan melatih kebersamaan dan kegotong royongan antar masyarakat desa.

Membahas soal struktur pengurusan Kampung Tangguh, kata Bupati, yang berperan sebagai petugas adalah tokoh masyarakat itu sendiri. Selain itu peran tiga pilar juga sangat penting bagi kampung tangguh.

“Saya berharap dengan adanya Kampung Tangguh ini mengajak para masyarakat untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan,” pinta ibu nyai ini.

Untuk menuju New Normal (tatanan kehidupan baru) Mundjidah minta, disetiap rumah disediakan tempat cuci tangan ada sabun dengan air mengalir, selanjutnya beribadah tetap berjalan namun harus tetap mengikuti protokol kesehatan dan jaga jarak 1 meter.

“Upaya untuk memutus mata rantai Covid-19 ini, penting sekali mentaati protokol kesehatan sehingga masyarakat harus menyadari dan disiplin. Apabila semua desa telah mentaati protokol kesehatan Insya Allah akan memutus rantai covid-19,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho S.IK. mengatakan, peresmian Kampung Tangguh di Desa Podoroto dan Desa Blimbing karena saat ini kedua wilayah itu memiliki jumlah orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Untuk itu, masyarakat yang ada di desa ini agar menjaga kesehatan serta menjaga perekonomian meski dalam pandemi Covid-19 tersebut masih bisa berjalan dengan baik.

Saya harapkan, kegiatan yang positif ini dapat dikembangkan oleh Kades hingga seterusnya. Diharapkan juga Kapolsek, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa yang ada di desa ini agar membimbing desa ini supaya nantinya akan bisa dilombakan tingkat kabupaten.

“Karenanya, Kades agar berinovasi, supaya kampungnya bisa menang di perlombaan nanti. Dengan adanya Kampung Tangguh ini diharapkan masyarakat dengan sadar saling membantu memutus mata rantai penularan Covid-19 dengan pola hidup sehat,” tutur Kapolres. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here