Waspadai Perkembangan Nyamuk Aedes Aegypti Penyebab DBD Ditengan Pandemi Covid-19

- Penulis

Selasa, 16 Juni 2020 - 06:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Pasang Iklan Murah di Layang.co!
Pasang Sekarang

Pasien Usia Anak-anal Rentan Terserang DBD Akibat Gigitan Nyamuk Aedes Aegypti. (foto istimewa)

Pasien Usia Anak-anal Rentan Terserang DBD Akibat Gigitan Nyamuk Aedes Aegypti. (foto istimewa)

Waspadai Pertumbuhan Nyamuk Aedes Aegypti Penyebab DBD Ditengah Pandemi Covid-19

Jombang, layang.co – Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Menular Dinas Kesehatan Jombang, Haryo Purwono, STKM mengingatkan agar masyarakat mewaspadai penyakit demam berdarah (DBD) di tengan wabah virus corona desease (Covid-19). Kewaspadaan terutama pada tempat kembangbiak nyamuk aedes aegypti, penyebab DBD.

Menurutnya, nyamuk aedes aegypti lebih suka berkembang biak digenangan atau wadah berisi air, biasanya dekat dengan tempat tinggal manusia. Jangan sampai warga lengah, mengingat sementara musim pancaroba. Sekali waktu ada hujan, kemudian beberapa hari hujan  tidak turun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kenapa harus warpada karena gigitan nyamuk aedes aegypti penyebab DBD dan penularan virus covid memiliki angka kematian cukup tinggi,” kata Haryo Sarjana Teknik Kesehatan Masyarakat diruang kerjanya saat berbincang dengan layang.co, Selasa (16/6/2020).

Dia menyarankan setiap keluarga wajib menjaga kebersihan lingkungan rumah, pada bak penyimpan air di kamar mandi, maupun benda lain yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya jentik nyamuk.

“Mari kita memberantaskan sarang nyamuk, mengurai, membolak balik kelambu atau gorden jendela dirumah, terkadang ini menjadi tempat sembunyi aedes aegypti, nyamuk yang aktif berkeliaran pada siang hari,” ajaknya.

Baca Juga:  Rapid Test Gratis di Puskesmas Bagi Santri yang akan Kembali Belajar ke Pondok

Jumlah kasus DBD di Kabupaten Jombang hingga Mei 2020 tercatat 14 kasus, meninggal dunia 2 korban jiwa. Dibanding tahun 2019 lalu kasus ini mengalami penurunan cukup tajam. Selama tahun 2019 lalu tercatat sebanyak 344 kasus.

Kasi P2P ini berharap solusi penanganan dengan cara dilakukan foging merupakan alternatif terakhir, karena tindakan ini hanya bersifat sementara. Yang paling utama adalah sanitasi lingkungan harus menjadi kebiasaan.

Haryo menambahkan, nyamuk aedes aegypti betina selain makan dari buah juga mengisap darah untuk perkembangan telurnya. Ketika nyamuk betina mengisap darah,  menyuntikkan air liur virus dengue ke dalam luka gigitan, menjadi penyebab demam berdarah.

Virus beredar dalam darah manusia yang terinfeksi, dengan masa inkubasi selama dua sampai tujuh hari. Waktu ini kira-kira sama lamanya dengan jangka waktu demam yang dialami penderita DBD.

“Nyamuk aedes aegypti yang tidak atau belum terinfeksi, kemudian menggigit manusia yang terinfeksi, di sinilah kemudian Si Nyamuk ikut terinfeksi dan dapat menularkan virus ke manusia lain,” jelasnya.

Penyembuhan yang efektif, lanjut Haryo, sejauh ini berasal dari peningkatan antibodi, imun tubuh. Hal ini  sejalan dengan usia manusia, kebanyakan orang dewasa menjadi kebal. (dan)

Berita Terkait

Jambore Kader Posyandu di Wonosalam Perkuat Transformasi 6 Bidang SPM
Gaya Hidup Zero Waste: Hidup Lebih Hemat, Bersih, dan Ramah Lingkungan
Apotek Seger Beri Layanan 24 Jam, Klinik Tampung Peserta BPJS Maupun Masyarakat Umum
Cegah Sebaran, UPTD Puskesmas Kesamben, Aktif Lakukan Skrining TB Gratis di Wilkernya
Seiring Bertambahnya Usia Kenali Sarkopenia, Apabila Ada Gejala Segera Konsultasi atau Berobat ke Poli Ortopedi RSUD Jombang
Bertujuan Eliminasi TBC Pemkab Jombang Luncurkan Perbup, Setiap Warga Diminta Aktif Skrining
Peringatan Hari Posyandu 2026: Momentum Transformasi 6 Standar Pelayanan Minimal untuk Penguatan SDM Akar Rumput
Ayoo….Daftar BPJS Ketenakerjaan Ada Diskon 50 % JKK dan JKM Bagi Pekerja Bukan Penerima Upah

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Jambore Kader Posyandu di Wonosalam Perkuat Transformasi 6 Bidang SPM

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:11 WIB

Gaya Hidup Zero Waste: Hidup Lebih Hemat, Bersih, dan Ramah Lingkungan

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:13 WIB

Apotek Seger Beri Layanan 24 Jam, Klinik Tampung Peserta BPJS Maupun Masyarakat Umum

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:39 WIB

Cegah Sebaran, UPTD Puskesmas Kesamben, Aktif Lakukan Skrining TB Gratis di Wilkernya

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:12 WIB

Seiring Bertambahnya Usia Kenali Sarkopenia, Apabila Ada Gejala Segera Konsultasi atau Berobat ke Poli Ortopedi RSUD Jombang

Berita Terbaru