Bupati Jombang dan PKDI Komitmen Optimalisasi PAD dan Jaga Kondusifitas Daerah

- Penulis

Kamis, 21 Agustus 2025 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jombang H Warsubi photo bersama dengan Para Kepala Desa usai menggelar  konsolidasi dan audiensi di Gedung Bung Tomo, kantor Pemkab Jombang pada Rabu (20/8/2025) malam.

Bupati Jombang H Warsubi photo bersama dengan Para Kepala Desa usai menggelar konsolidasi dan audiensi di Gedung Bung Tomo, kantor Pemkab Jombang pada Rabu (20/8/2025) malam.

Bupati Jombang dan PKDI Komitmen Optimalisasi PAD dan Jaga Kondusifitas Daerah

Jombang, layang.co  – Pemerintah Kabupaten Jombang bersama Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) menggelar konsolidasi dan audiensi di Gedung Bung Tomo, kantor Pemkab Jombang pada Rabu (20/8/2025) malam.

Pertemuan ini bertujuan untuk menyamakan langkah dalam rangka optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperkuat sinergitas pemerintah daerah dan pemerintah desa.

Dalam forum tersebut, PKDI menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah. “Apabila terdapat persoalan di lapangan, mari kita duduk bersama untuk mencari solusi, bukan saling menyalahkan. Pemerintah daerah dan pemerintah desa wajib menjadi satu kesatuan,” demikian pernyataan yang disampaikan ketua PKDI, Supono.

Hasil audiensi menghasilkan tiga poin sikap PKDI Kabupaten Jombang, yaitu:

* Mendukung penuh revisi Perda terkait Pajak Bumi dan Bangunan (PBB/P2).

* Menjaga soliditas PKDI untuk mendukung kondusifitas penyelenggaraan pemerintahan dan masyarakat Jombang.

* Mendukung penuh kepemimpinan Bupati Jombang dalam mewujudkan Jombang maju dan sejahtera untuk semua.

Bupati Jombang, H. Warsubi, dalam arahannya menyampaikan bahwa persoalan kenaikan PBB tidak hanya terjadi di Jombang, namun juga dialami oleh 146 kabupaten/kota lain di Indonesia.

“Pemerintah desa dapat membantu warganya yang merasa keberatan untuk menyampaikan ke Bapenda,” tegasnya.

Terkait revisi Perda Nomor 13 Tahun 2025, Bupati menyampaikan bahwa langkah tersebut memang berdampak pada penurunan PAD.

“PAD tahun 2024 mencapai Rp 51 miliar atau 95 persen dari target. Untuk tahun 2025, perolehannya turun menjadi Rp 50 miliar. Dengan revisi ini, ada potensi penurunan lagi di tahun 2026 sekitar Rp15 miliar. Namun, langkah ini diambil demi meringankan beban masyarakat,” ungkap Bupati Warsubi.

Baca Juga:  Pj Bupati Tilik Desa: Tinjau Proyek Jembatan dan Potensi Desa di Kecamatan BKM

Menurut Warsubi, Jombang masih memiliki sumber pemasukan lain selain pajak daerah. Diantaranya dari kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai salah satu sumber PAD. Ia mencontohkan Perkebunan Panglungan yang sebelumnya merugi, kini mulai menunjukkan progres positif.

“Jika dikelola dengan baik, perkebunan ini berpotensi menyumbang Rp 300 hingga Rp500 juta,” ungkapnya.

Selain itu, Bupati berharap kontribusi signifikan juga datang dari Bank Jombang, Perumdam Tirta Kencana, dan Aneka Usaha Seger.

“Kalau dikelola maksimal, ini bisa menjadi tumpuan tambahan PAD kita,” tandasnya.

Menutup arahannya, Bupati Warsubi menekankan pentingnya sinergitas, kekompakan, kebersamaan dan soliditas pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam menjaga stabilitas wilayah.

Bupati Warsubi juga menyampaikan terima kasih kepada para kepala desa yang terus mendukung pemerintah daerah. Ia menargetkan 780 ribu SPPT dapat selesai 100 persen pada November mendatang.

“Kami ingin Jombang selalu kondusif. Kekhawatiran masyarakat terkait PBB insyaallah dapat diselesaikan tanpa satupun yang terlewat. Terima kasih kepada seluruh kepala desa yang telah mendukung penuh upaya pemerintah daerah,” pungkasnya. (*dan)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel layang.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, Jombang Siap Bersinergi Wujudkan Asta Cita
Hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, Jombang Peringkat Terbaik ke-4 Nasional
Upaya Penangguangan Bencana, Pemkab Jombang Libatkan Siswa SLB dalam Simulasi HKB 2026
Hari Pers Nasional 2026: Bupati Jombang Tekankan Pentingnya Pers Sehat, Strategis Adatif di Era Digitalisasi
Tiga Bupati Bahas Rencana Pembangunan Flyover Mengkreng, Titik Macet Terpadat
Gubernur Jatim Minta Kepala Daerah Waspadai Musim Kemarau, Kekeringan Ekstrem Bulan Agustus
Pemkab Jombang Terapkan WFH Setiap Hari Jum’at, Mulai 2 April 2026
Menteri PPPA Tinjau Sekolah Rakyat dan UPTD PPA di Jombang

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 16:16 WIB

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, Jombang Siap Bersinergi Wujudkan Asta Cita

Senin, 27 April 2026 - 15:44 WIB

Hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, Jombang Peringkat Terbaik ke-4 Nasional

Senin, 27 April 2026 - 15:29 WIB

Upaya Penangguangan Bencana, Pemkab Jombang Libatkan Siswa SLB dalam Simulasi HKB 2026

Kamis, 9 April 2026 - 12:11 WIB

Tiga Bupati Bahas Rencana Pembangunan Flyover Mengkreng, Titik Macet Terpadat

Rabu, 8 April 2026 - 10:59 WIB

Gubernur Jatim Minta Kepala Daerah Waspadai Musim Kemarau, Kekeringan Ekstrem Bulan Agustus

Berita Terbaru