Dampak Perubahan Iklim, Dinas Pertanian Jombang Perluas Asuransi Usaha Tani 800 Hektare

- Penulis

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo: Petani-buruh tani di kawasan lahan pertanian Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten melakukan panen padi secara manual dan dilakukan perontok secara manual pula, pada saat panen raya bulan Pebruari 2026 lalu.

Photo: Petani-buruh tani di kawasan lahan pertanian Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten melakukan panen padi secara manual dan dilakukan perontok secara manual pula, pada saat panen raya bulan Pebruari 2026 lalu.

Dampak Perubahan Iklim, Dinas Pertanian Jombang Perluas Asuransi Usaha Tani 800 Hektare

Jombang, layang.co – Pemerintah Kabupaten Jombang mengasumsikan, Dampak Perubahan Iklim (DPI) musim kemarau 2026, akan menimbulkan gangguan pada tanaman  usaha tani.

Diprediksi gangguan akan meningkat, seperti adanya gagal panen karena kekeringan, timbulnya puso atau padi kurang/tidak berisi, maupun munculnya gangguan hama penyakit maupun banjir.

Berkaitan dengan itu melalui Dinas Pertanian Pemkab Jombang mengusulkan bantuan premi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk petani sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam mengurangi risiko kerugian akibat gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ir Moch Rony, MM menjawab awak media, Selasa (28/7/2026) mengatakan, pihaknya kini mengusulkan AUTP seluas 800 hektare, selain itu juga mengajukan tambahan luas 500 hektare ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kecamatan Kesamben Perserta Terbanyak

Usulan ini mengacu pada realisasi tahun 2025 lalu, yang baru bisa klaim tahun 2026. Data Dinas Pertanian mengungkapkan, musim tanam 2025-2026 terdapat 1.843 petani peserta AUTP dengan total luas lahan yang diasuransikan mencapai 973,27 hektare.

Kecamatan Kesamben menjadi wilayah dengan peserta terbanyak akibat banjir berkepanjangan, yakni 614 petani dengan luas lahan 359,95 hektare.

Disusul Kecamatan Megaluh sebanyak 351 petani dengan luas 150 hektare, dan Kecamatan Ploso sebanyak 211 petani dengan luas 152,16 hektare.

Dampak Banjir di Ploso Peroleh Klaim Rp 178.620.000

Tahun 2026 awal, telah terjadi klaim AUTP di Kecamatan Ploso tepatnya di Desa Jatigedong, Poktan Jatirowo akibat bencana banjir.

Luas lahan yang terdampak mencapai 29,77 hektare dengan jumlah penerima sebanyak 45 petani.

“Total nilai klaim yang dibayarkan sebesar Rp 178.620.000,” kata Kadisperta.

Baca Juga:  Dua Komisi DPRD Probolinggo Diskusi tentang Perda Minuman Beralkohol dan Distribusi BST Covid-19 ke DPRD Jombang

Uang Tunai dan Bantuan Benih

Selain perlindungan melalui asuransi, Pemerintah Kabupaten Jombang juga menyalurkan bantuan benih padi kepada petani yang terdampak bencana maupun serangan OPT.

”Bantuan benih padi juga merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang kepada petani yang terdampak bencana, baik karena serangan organisme pengganggu tanaman, banjir maupun kekeringan,” jelas Rony.

3.000 KG Benih Padi

Pada tahun anggaran 2026, bantuan benih padi disalurkan kepada lima kelompok tani di Kecamatan Ngusikan dan Sumobito dengan total luas lahan 120 hektare. Total bantuan yang diberikan mencapai 3.000 kilogram benih padi.

”Melalui program AUTP dan bantuan benih tersebut, pemerintah berharap petani tetap mampu melanjutkan usaha tani meskipun mengalami kerugian akibat bencana maupun perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi,” pintanya.

Skema premi AUTP sejauh ini ditanggung/disubsidi penuh pemerintah pusat, petani tidak harus setor premi.

“Setiap petani membayar Rp 180 ribu per hektar, subsidi ditanggung pemerintah provinsi 80 persen dan pemerintah kabupaten 20 persen,” terangnya pada suatu kesempatan.

Senilai Rp 6 Juta per Ha

Manakala gagal panen petani berhak menerima klaim ganti rugi senilai Rp 6 juta per hektar, sesuai kriteria.

“Pencairan tidak otomatis, yang menentukan gagal panen hasil survey petugas lapangan, ada prosedur verifikasi lapangan sebelum klaim disetujui,” terangnya.

Setelah itu, lanjutnya, diusulkan ke Jasindo lewat aplikasi, pihak Jasindo survey lagi, kalau  hasilnya sesuai standard, baru kemudian petani berhak menerima klaim ganti rugi, gagal panen ditetapkan mencapai 70 persen lebih per hektar, beber Kadisperta M Rony. (*dan)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel layang.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Warsubi Lantik Pejabat Administrator, Pengawas dan 19 Kasek TK-SD, Berikut Daftarnya
Disperta Jombang Targetkan Bongkar Ratoon 3.200 Ha Tahun 2026, Baru Tercapai 54 Persen
Menteri LH Apresiasi Inisiatif Pemkab Jombang Kelola Sampah Penuh Progresif Mendekati Sempurna
Sebanyak 1.225 Mahasiswa UPN Akan Optimalisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Kreatif UMKM Desa di Kabupaten Jombang
81 Pejabat Lingkup Pemkab Jombang Dilantik Bupati Warsubi
Apotek Seger Beri Layanan 24 Jam, Klinik Tampung Peserta BPJS Maupun Masyarakat Umum
11.720 Orang Buruh Tani dan Buruh Pabrik Rokok Menerima BLT DBHCHT Tahun 2026 Senilai Rp 800.000
Jombang Optimis Tembus Target Investasi Rp 2,56 Triliun di Tahun 2026

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:11 WIB

Dampak Perubahan Iklim, Dinas Pertanian Jombang Perluas Asuransi Usaha Tani 800 Hektare

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:15 WIB

Bupati Warsubi Lantik Pejabat Administrator, Pengawas dan 19 Kasek TK-SD, Berikut Daftarnya

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:09 WIB

Disperta Jombang Targetkan Bongkar Ratoon 3.200 Ha Tahun 2026, Baru Tercapai 54 Persen

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:38 WIB

Menteri LH Apresiasi Inisiatif Pemkab Jombang Kelola Sampah Penuh Progresif Mendekati Sempurna

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:34 WIB

Sebanyak 1.225 Mahasiswa UPN Akan Optimalisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Kreatif UMKM Desa di Kabupaten Jombang

Berita Terbaru