Menteri LH Apresiasi Inisiatif Pemkab Jombang Kelola Sampah Penuh Progresif Mendekati Sempurna

- Penulis

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum, ST, M.Si. (kiri) memandu langsung proses peninjauan alur teknis operasional, termasuk pemeriksaan performa mesin pencacah serta sarana sortir sampah di lokasi, Rabu (15/7/2026). Photo: Humas Dinas Kominfo Pemkab Jombang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum, ST, M.Si. (kiri) memandu langsung proses peninjauan alur teknis operasional, termasuk pemeriksaan performa mesin pencacah serta sarana sortir sampah di lokasi, Rabu (15/7/2026). Photo: Humas Dinas Kominfo Pemkab Jombang

Menteri LH Apresiasi Inisiatif Pemkab Jombang Kelola Sampah Penuh Progresif Mendekati Sempurna

Jombang, layang.co – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Ir. Mohammad Jumhur Hidayat, M.Si., memberi apresiasi tinggi atas inisiatif Pemerintah Kabupaten Jombang yang berhasil melahirkan sistem pengelolaan sampah progresif dan mendekati sempurna.

“Ini adalah kabupaten yang membanggakan, penuh dengan inisiatif, dan berhasil menghasilkan suatu sistem pengelolaan sampah yang boleh dibilang mendekati sempurna,” ucap Jumhur Hidayat di hadapan Wakil Bupati Jombang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta jajaran OPD dan tamu undangan yang hadir.

Sebagaimana disiarkan humas Dinas Kominfo Pemkab Jombang, penilaian itu disampaikan Menteri LH saat kunjungan kerja meninjau langsung fasilitas pengolahan sampah di TPA Banjardowo, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Rabu (15/07/2026).

Timbunan Sampah 530 Ton/Hari

Dalam pemaparannya, Menteri menyoroti volume timbulan sampah di Jombang yang mencapai sekitar 530 ton per hari, dengan porsi sampah yang masuk ke fasilitas tersebut berkisar hampir 180 ton per hari.

Namun, karena keterbatasan kapasitas alat yang ada saat ini (maksimal 35 ton), belum semua sampah tersebut terkelola secara optimal di fasilitas penampungan.

Menteri mendorong adanya peningkatan kapasitas alat produksi hingga 200 ton agar sampah yang terbuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) benar-benar hanya menyisakan residu.

55 % Sampah Sisa Makanan dan Sayuran

Menteri Lingkungan Hidup menjelaskan bahwa komposisi sampah organik—seperti sisa makanan dan sayuran—mencapai 55% hingga 60% dari total timbulan sampah.

Jika dipilah dan dikelola dengan baik, sampah organik ini memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi, salah satunya melalui konversi menjadi pellet biomassa sebagai substitusi batu bara, ungkanya.

Jika Dikelola Bisa Menghasilkan Rp 30 Juta/hari

“Jika diolah menjadi pellet untuk pendamping batu bara, prosesnya tidak terlalu rumit dan harganya bisa berkisar antara 40 hingga 50 dolar AS per ton. Jika kita bisa mengolah 60 ton saja per hari, potensi pendapatan yang dihasilkan bisa mencapai sekitar Rp 30 juta per hari,” jelasnya.

Ia menambahkan, produk biomassa ini sangat diminati oleh industri besar, seperti pabrik semen, karena dapat membantu industri menekan penggunaan energi fosil dan meningkatkan nilai kepatuhan lingkungan mereka.

Menteri LH akan Bantu Dongkrak Nilai Tambah Kelola Sampah  

Guna mendorong pencapaian skala ekonomi yang lebih ideal di Jombang, Kementerian Lingkungan Hidup berkomitmen untuk mengkaji bantuan teknologi tambahan, seperti alat pirolisis atau teknologi pengolahan lainnya, guna mendongkrak nilai tambah dan pendapatan daerah dari sektor pengelolaan sampah ini.

Baca Juga:  Pj Bupati Sugiat Hadiri Rapat Paripurna PAW Sekaligus Silahturahmi dengan Anggota DPRD Jombang

“Kami akan membantu mencarikan jalan keluar, mempelajari alat apa yang bisa ditambahkan agar proses ini semakin maksimal dan mendatangkan pendapatan yang lebih besar,” tegasnya.

Menteri Terkenang Kedekatan dengan Gus Dur

Di akhir sambutannya, Ir. Mohammad Jumhur Hidayat, M.Si., menyampaikan kedekatan emosionalnya dengan Kota Jombang, mengenang hubungannya yang erat di masa lalu dengan almarhum Gus Dur dan keluarganya sebagai sesama aktivis.

Beliau memuji identitas Jombang sebagai Kota Santri yang mampu mengimplementasikan nilai luhur keagamaan ke dalam aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan.

“Kebersihan adalah sebagian dari iman. Teman-teman santri di Jombang betul-betul membuktikan hal tersebut secara nyata. Jombang pantas menjadi percontohan ekonomi sirkular bagi kabupaten-kabupaten lain di Indonesia,” pungkasnya.

Wabup Sambut Bantuan RDF Dari Menteri LH

Mendampingi langsung Menteri Lingkungan Hidup, Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Lingkungan Hidup pada Kabupaten Jombang.

“Dengan datangnya Pak Menteri di Jombang, harapannya dapat membawa manfaat. Tadi didukung penuh oleh Pak Menteri, adapun dukungan tersebut berupa peralatan yang meningkatkan nilai sampah terolah yakni alat pembuatan RDF, ” jelas Wakil Bupati Jombang yang akrab disapa Gus Wabup.

300 Ton Berhasil Dikelola

Melihat efektivitas pengelolaan sampah di Jombang yang dinilai sudah berjalan sangat baik—di mana dari total timbulan sampah sekitar 530 ton per hari, lebih dari separuhnya (yakni sekitar 300 ton) telah berhasil dikelola—Kementerian Lingkungan Hidup berkomitmen memberikan sokongan penuh berupa peralatan yang meningkatkan nilai sampah terolah yakni alat pembuatan Refuse Derived Fuel (RDF) untuk mengolah sampah anorganik menjadi bahan bakar alternatif industri, dan juga yang memiliki potensi lain yakni alat pengolah sampah organik menjadi wood pellet.

Pihak DLH Jombang menyatakan bahwa kesiapan infrastruktur daerah saat ini sudah matang dan berada di tahap akhir (tinggal selangkah lagi).

“Pemkab Jombang optimistis kolaborasi erat ini akan segera terealisasi penuh demi memberikan dampak ekologis yang bersih serta manfaat ekonomi nyata bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jombang,” ujar Miftahul Ulum, ST., M.Si, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang. (*dan)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel layang.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Pesan Bupati Warsubi Pada 76 Capaska Jombang 2026 Jelang HUT RI ke-81
DPRD dan Pemkab Jombang Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026
MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Jombang Tahun Ajaran 2026/2027 Dimulai
Dampak Perubahan Iklim, Dinas Pertanian Jombang Perluas Asuransi Usaha Tani 800 Hektare
Bupati Warsubi Lantik Pejabat Administrator, Pengawas dan 19 Kasek TK-SD, Berikut Daftarnya
Sebanyak 1.225 Mahasiswa UPN Akan Optimalisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Kreatif UMKM Desa di Kabupaten Jombang
81 Pejabat Lingkup Pemkab Jombang Dilantik Bupati Warsubi
Apotek Seger Beri Layanan 24 Jam, Klinik Tampung Peserta BPJS Maupun Masyarakat Umum

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:32 WIB

Ini Pesan Bupati Warsubi Pada 76 Capaska Jombang 2026 Jelang HUT RI ke-81

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:57 WIB

DPRD dan Pemkab Jombang Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:11 WIB

Dampak Perubahan Iklim, Dinas Pertanian Jombang Perluas Asuransi Usaha Tani 800 Hektare

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:15 WIB

Bupati Warsubi Lantik Pejabat Administrator, Pengawas dan 19 Kasek TK-SD, Berikut Daftarnya

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:38 WIB

Menteri LH Apresiasi Inisiatif Pemkab Jombang Kelola Sampah Penuh Progresif Mendekati Sempurna

Berita Terbaru

Photo kiri: Kepala OPD dan undangan mengikuti jalannya sidang paripurna, Senin (3/8/2026) sedangkan photo kanan, Bupati-Wakil Bupati, Pimpinan dan Anggota DPRD melakukan rapat Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026. Photo: istimewa/edit

Pemerintahan

DPRD dan Pemkab Jombang Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026

Selasa, 4 Agu 2026 - 11:57 WIB