“New Hidden Café” Hadir Melengkapi Pesona Kolam Renang Zam Zam di Dusun Banjarkerep, Desa Banjardowo – Jombang
“Hello…..selamat datang di New Hidden Café, silahkan duduk”, begitu sapa akrab sahabat yang datang lebih awal dari undangan yang tiba menyusul di lokasi.
Sapa’an itu menjadikan rasa nyaman, harmonis penuh kehangatan memperhatikan persiapan grand openning. Tampak layar LCD irama lagu vaforit mengumandang, dinyanyikan oleh sabahat lainnya, sembari memberi isyarat kunjungan menyambut tamu.
New Hidden Café mulai hadir pada, Sabtu (4/7/2026) melengkapi keberadaan Kolam Renang Zam Zam, yang terletak di RT 02 RW 05 Dusun Banjarkerep, Desa Banjardowo, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Kehadiran Cafetaria ini mewarnai pesona Kolam Renang Tirta Zam Zam yang kesediaannya telah diresmikan oleh Wakil Bupati Drs H Widjono Soeparno, M.Si, pada 16 Mei 2013 lalu.
Kolam dan Café berada pada satu lokasi, satu menejemen oleh pemilik Drs H M Setyo Wahyu, SH., M.Pd., MM., pensiunan guru/dosen. New Hidden Café mulai buka pukul 18.00 – 23.00 WIB setiap hari.
Sedangkan Kolam Renang Zam Zam beroperasi pada siang hari. Namun pada hari Senin, Rabu dan Jum’at ada klub renang yang melakukan latihan intensif malam hari setelah Magrib manakala untuk persiapan atlet menjelang kejuaraan renang atau selam.
Kolam Renang Zam Zam memiliki panjang 25 meter dengan enam lintasan. Ada kolam dangkal untuk anak-anak, yang lebih pupuler disebut wahana wisata air, juga kolam untuk ukuran normal sekitar dua meter. Airnya bening, rutin dilakukan pergantian air seminggu dua kali, melihat atau menyesuaikan kondisional.

Grand Opening New Hidden Café pada Sabtu malam ditandai dengan tasyakuran makan nasi tumpeng. Diawali potong ujung tumpeng oleh Jujuk diberikan kepada Mohammad Pujianto, Ketua RT setempat.
Suasana rileks, sembari nyeruput hidangan kopi hitam dan jajanan tradisional menemani perbincangan santai para tamu undangan menjelang acara seremonial pembukaan yang dilakukan oleh MC Imam ….
Di bawah rindang pohon Matoa di halaman rumah Setyo Wahyu yang akrab dipanggil Jujuk, acara makan bersama berlangsung terasa kekeluargaan diselingi perbincangan ringan. Dihadiri sejumlah warga sekitar dan anak-anak muda bersama temannya berada meja sambil berbincang santai.
Disampaikan Jujuk, tujuan mendirikan Café untuk memberikan kesempatan warga sekitar, agar tidak jauh manakala ingin menikmati rasa kopi dan beragam sajian menu pilihan. Alasan ini, lantaran Jujuk memikirkan risiko perjalanan ke luar kawasan karena padatnya lalu lintas, selain menjaga keakraban terhadap lingkungan perdesaan, kampung setempat.
“Pengelola Café ini adalah anak-anak mahasiswa yang sementara ini masih menyelesaikan kuliah secara online maupun konvensional,” terang Jujuk. Ada empat pria dan dua wanita tugas bergantian meladeni oder pengunjung atas menu pilihan yang disediakan.
Fasilitas yang disediakan maliputi wifi berkapasitas tinggi, layar LCD untuk nonton bareng sepak bola atau menyaksikan pertunjukan populer lainnya. Parkir kendaraan dijamin aman, terlihat langsung di halaman café, bahkan kendaraan mobil dan motor berkerja sama dengan anak-anak muda setempat, terjaga aman.
Mohammad Pujianto, menyambut baik atas berdirinya New Hidden Café, disamping menambah ramai lingkungan juga menambah aman kawasan karena dikala malam masih ada orang yang mele’an.
“Lingkungan sangat mendukung, semenjak masih tercipta kondusif. Keamanan dan keamanan bisa melibatkan anak-anak lingkungan,” paparnya saat berbincang dengan https://layang.co di tempat kegiatan. (dan)














