Arsyila Tsania Alim Tampil Lincah, Siswa SDN Cukir Ini Membuka Ajang PWI Award

0
216
Arsyila Tsania Alim, penari berusia 11 tahun ini sengaja di daulat untuk menjadi pembuka kegiatan bergengsi yang dihadiri Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab. Meskipun tampil solo, gerakan tari asli Jombang ini tetap rancak dan dinamis.

Arsyila Tsania Alim Tampil Lincah, Siswa SDN Cukir Ini Membuka Ajang PWI Award

http://layang.co – Tampil dengan lincah, aksi tari remo boletan cilik yang dimainkan siswi SDN 1 Cukir Kecamatan Diwek Jombang ini memukai pengunjung. Aksi pembuka dalam ajang PWI Award Kabupaten Jombang dalam rangka Hari Pers Nasional 2023 sekaligus HUT Radio Suara Warga Jombang ini lebih gayeng. Senyum dari bibir dan tatapan mata tajamnya membuat aksi tarinya semakin sempurna.

Arsyila Tsania Alim, penari berusia 11 tahun ini sengaja di daulat untuk menjadi pembuka kegiatan bergengsi yang dihadiri Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab. Meskipun tampil solo, gerakan tari asli Jombang ini tetap rancak dan dinamis.

Tari khas Jombang ini biasa ditampilkan dalam pembuka acara baik resmi maupun penyambutan tamu. Karakteristik paling utama dari gerakan tari Remo adalah gerakan kaki dengan lonceng kerincing.  Lonceng yang dipasang di pergelangan kaki para penari ini akan menghasilkan suara cukup nyaring setiap kali para penari melangkah atau menghentakkan kaki.

Tampil dalam durasi sekitar enam menit, membuat mata tamu undangan dalam event yang digelar di halaman radio milik Pemerintah Kabupaten Jombang di jalan KH Wahid Hasyim Jombang ini semakin bersemangat.

“Kita tampilkan aksi Tari Remo Boletan khas Jombang,” sapa Cak Giono presenter kondang pengisi acara Warung Pojok Kebon Rojo program andalan Radio Suara Warga Jombang mengawali acara, Kamis, 24 Pebruari 2023.

Bocah berperawakan kecil yang tinggal di Desa Kwaron Diwek Jombang ini memang memiliki talenta menari sejak kecil. Bermula dari kegiatan mengisi waktu dikala pandemi, Arsyila mengawali debut menarinya di Sanggar Tari Sekar Endah yang ada di Desa Wangkalkepuh, Kecamatan Gudo Jombang.  Untuk menguatkan gerakan tari, bocah ini juga mendalami bakat tarinya di Sanggar Lung Ayu yang ada di Desa Sumbermulyo, Jogoroto Jombang.

Berlatih tanpa henti hampir dua tahun, membuat gerakan tari yang diciptakan oleh seniman asal Jombang bernama Cak Mo ini melekat di gerakan tubuhnya. Setiap seminggu sekali, gerakan tari remo ini diasah dan dihafalkan.

Hobi bocah ini semakin berkembang saat Pemerintah Kabupaten Jombang menggalakan gerakan tari remo dalam  kegiatan pembiasaan setiap minggu sekali dimasing-masing sekolah. Gerakan pembiasaan ini dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang setelah berhasil menyabet ‘Rekor Muri’ penari remo terbanyak dalam ajang Hari Jadi Kabupaten Jombang di tahun 2022 kemarin.

Aksi penari ini digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Jombang Ke-112. Dalam event tersebut Jombang mampu mencatatkan dalam museum Rekor Dunia Indonesia, pagelaran ini diikuti 41.112 penari. “Kemarin juga dipilih untuk berada di panggung depan saat rekor tersebut,” ceritanya.

Sejumlah prestasi berhasil disabet semenjak dirinya menjadi perwakilan sekolah mengikuti ajang lomba tari. Meskipun tidak langsung menjadi sang juara, proses panjang yang dilalui akhirnya menghasilkan gerakan tarinya semakin matang. “Pernah menjuarai lomba tari remo tingkat Kabupaten untuk kategori kelompok,” aku Syila polos.

Mewakil sekolah yang ada di jalan raya Cukir, Arsyila pernah menyabet juara 1 tari remo beregu dalam ajang Seni dan Bahasa yang digelar tingkat Kecamatan Diwek, hingga mewakilinya di tingkat Kabupaten.

Ditingkat Kabupaten bersama timnya kembali menjadi juara tiga tingkat Kabupaten setelah menyisikan pesaing dari sejumlah kecamatan. Terakhir juara bergengsi kembali direbut dalam ajang Scout Chalengge Jombang yang digelar Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Jombang di penghujung tahun 2022 sebagai juara satu tari remo beregu.

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab yang sempat menemui Arsyila mendorong talenta seni anak anak harus terus di dukung. Sekolah dan orangtua harus menjadi pendorong untuk pengembangan bakat anak lebih berkembang dan tersalurkan.

“Semoga anak-anak di Kabupaten Jombang bisa terus mengembangkan bakatnya,” katanya menyemangati Syila usai membuka Bazar UMKM yang menjadi rangkaian PWI Award di GOR Merdeka Jombang.

Sebelum meresmikan Bazar UMKM, Bupati berkesempatan menjadi bagian dari penerimaan PWI Award sebagai tokoh peduli pengembangan UMKM. Selain itu, Pembina Serikat Paguyupan PKL (Spekal)  Jombang H Warsubi juga menjadi sosok inspirasi pelaku usaha. Kades Mojokrapak, Kecamatan Tembelang yang memiliki usaha bisnis mendunia dibidang unggas ini dikenal kental dengan sejumlah aksi pendampingan pelaku UMKM dan PKL.

PWI Award juga memberikan penghargaan kepada lembaga pendidikan yang mengelola website sekolah dengan baik. Ada tiga sekolah dari masing-masing kategori yang diberikan penghargaan. Mereka berasal dari SMA, SMK dan Madrasah Aliyah. (*/ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here