Kapasitas Ruang Hunian LP Jombang tidak Manusiawi, Overloud Butuh Tambah Ruang Hunian

- Penulis

Selasa, 21 Januari 2020 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabu mencoba sarana telekomunikasi di LP, Videocall

Wabu mencoba sarana telekomunikasi di LP, Videocall

Kapasitas Ruang Hunian LP Jombang tidak Manusiawi, Overloud Butuh Tambah Ruang Hunian

Jombang, layang.co – Kapasitas tampung ruang hunian Lembaga Pemasyarakatan Klas II-B Jombang untuk sementara dinilai tidak manusiawi. Ruang inap yang seharusnya diisi penghuni 200 orang, namun saat ini yang menempati sebanyak 888 orang tahanan.

Kondisi ini overloud, tidak manusiawi, berdesakan, bahkan untuk tidur selonjor saja susah. Udara pengab. Penguni ruang inap tahanan dari berbagai golongan pelanggar hukum tidak nyaman. Dari 888 penghuni tidak semua berada dalam ruang yang sama. Mereka terbagi pada beberapa ruang yang cukup lebar, namun terkesan berdesakan.

Tampak dari mereka berada di ruang berjeruji tidak mengenakan baju atasan karena panasnya suhu ruangan. Saat Wakil Bupati Sumrambah menghampiri ruang tahanan, sebagian dari mereka bertegur sapa dengan Wabup karena sebelumnya kenal diluar, dalam wilayah Kabupaten Jombang. Diantara mereka ada yang semula Kepala Desa, perangkat desa dan warga biasa.

Wabup Dampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kehakiman Jatim Potong Pita Persemian Ruang Komonikasi

Mayoritas para penghuni itu merupakan pelanggar hukum penyalahgunaan narkoba.  Bahkan Kasat Narkoba Polres Jombang AKP M Wakid, SH, pada suatu kesempatan membenarkan apabila tahanan di Lapas, didominasi oleh pelaku pelanggar hukum masalah narkoba. Hal ini patut diakui, mengingat sebagai contoh saja, dalam bulan Januari 2020, masuk minggu kedua, ada tambahan sekitar 40 orang pelanggar hukum yang diamankan Polres Jombang.

Kepala Lapas yang baru Slamet Budiono saat memberikan sambutan lepas sambut pejabat dari Wachid Widodo kepada dirinya , Selasa (21/1/2020) mengatakan, kapasitas hunian melebihi daya tampung yang ideal. Dari kondisi yang riil saat ini tidak manusiawi. Untuk tidur saja sulir karena berjejalnya penghuni.

“Memperhatikan tempat yang ada, butuh ruang hunian baru. Pembangunan yang sesuai. Kontruksi bangunan lebih tepat tingkat, keatas. Karena kalau membangun kesamping sangat tidak mungkin. Kebutuhan ini akan saya koordinasikan dengan Bupati. Kalaupun dibantu bangunan fisik, saya tidak mau terlibat dalam proses pembangunannya, tapi saya siap menerima kunci, ruang siap pakai,” kata Slamet Budino, mantan Pejabat Kalapas dari Pontianak, Kalimantan ini.

Baca Juga:  Presiden RI Joko Widodo Bagikan Sertifikat Tanah Didampingi Gubernur Jatim

Sementara itu, Wabup Sumrambah menjawab pertanyaan awak media terkait dengan kapasitas overloud dimaksud mengatakan, akan membahasnya dengan Bupati.

“Hari ini Ibu Bupati tidak hadir karena masih ada tugas dinas ke Jakarta. Tentang overloud, akan saya bicarakan dengan ibu Bupati. Yang paling penting adalah,  bagaimana kita ada upaya patuh, agar warga masyarakat Jombang tidak sampai masuk ke Lapas. Ini yang paling penting,” tukas Wabuh Sumrambah.

Pada rangkaian lepas sambut tersebut, Pemkab Jombang telah memberikan bantuan dana hibah dalam tahun anggaran 2020 sebesar Rp 545 juta, guna pembangunan kualitas dapur untuk mempersiapkan menu makanan bagi penghuni lapas. Dapur tersebut menurut Kalapas lama Wachid Wibowo, idealnya untuk menyiapkan 200 warga penghuni, namun karena keadaan sehingga harus dioptimalkan untuk memenuhi bagi konsumsi waarga penghuni 888 orang.

Kondisi Ruang Restrasi LP Jombang

Dari penyaksian Wabup, luas ruang masak (restorasi) di LP luas 2 M panjang 6 meter, terkesan sesak, dan tradisional, peralatan masak dan bahan makanan tersimpan pada ruang dan tempat yang sama, sehingga terkesan kondisi higienis (kesehatan) kurang memadai.

Selain telah menyiapkan dana hibah, pada kesempatan tersebut Pemkab Jombang juga telah menyerahkan minibus Ambulan, guna peningkatan pelayanan mobilitas dalam lingkup Lapas Jombang. (dan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel layang.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Nasional 4 KM Mojoagung – Jombang Segera Dieksekusi Menyeluruh
Satu Tahun Kepemimpinan Warsubi-Salman: Menjalin Harmoni, Membangun Jombang dengan Kerja Nyata dan Do’a
Kenduri Buah Durian Wonosalam Tahun 2026 Ditiadakan, Ini Alasannya
Pendopo Milik Rakyat, Abah untuk Semua: Bupati Warsubi Tegaskan Pendopo Terbuka untuk Warga
DPRD dan Pemkab Kebut Pembahasan Raperda Pengelolaan Aset Daerah
Grebeg Apem 2026 di Jombang: Merawat Tradisi, Sambut Ramadhan 1447 H
Matangkan RKPD 2027 Musrenbang di Kecamatan Diwek, Pemkab Jombang Usung Tema Integrasi Industti dan Sektor Primer
Hasil Musrenbang di Ploso untuk Wilayah Brantas, Tahun 2027 Sektor Pertanian sebagai Pondasi Industri Konvensional dan Digital

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 14:04 WIB

Jalan Nasional 4 KM Mojoagung – Jombang Segera Dieksekusi Menyeluruh

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:18 WIB

Satu Tahun Kepemimpinan Warsubi-Salman: Menjalin Harmoni, Membangun Jombang dengan Kerja Nyata dan Do’a

Jumat, 20 Februari 2026 - 10:41 WIB

Kenduri Buah Durian Wonosalam Tahun 2026 Ditiadakan, Ini Alasannya

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:48 WIB

Pendopo Milik Rakyat, Abah untuk Semua: Bupati Warsubi Tegaskan Pendopo Terbuka untuk Warga

Jumat, 13 Februari 2026 - 14:37 WIB

DPRD dan Pemkab Kebut Pembahasan Raperda Pengelolaan Aset Daerah

Berita Terbaru

Hartono, S.Sos., M.M., (tengah/nomor 7 dari kiri) selaku Plt. Kepala Disporapar sekaligus Kepala Bapperida (Badan Perencanaan Pemerintah dan Riset Daerah) Kabupaten Jombang, menyampaikan keputusan besar, saat rapat bersama Camat Wonosalam Yudha Asmara, S.STP., M.E didampingi jajaran Forkopimcam dan seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Wonosalam, Rabu (18/2/2026). Photo: istimewa/Humas Dinas Kominfo.

Pemerintahan

Kenduri Buah Durian Wonosalam Tahun 2026 Ditiadakan, Ini Alasannya

Jumat, 20 Feb 2026 - 10:41 WIB

Photo kiri: Dra Wor Windari, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, photo kanan: Guru dan murid sedang melakukan pembelajaran pada sebuah lembaga pendidikan SMP. Photo: istimewa/edit

Pendidikan

Selama Ramadan, Jadwal Belajar di Sekolah Lebih Singkat

Kamis, 19 Feb 2026 - 11:20 WIB