Pelaku Usaha Mikro Minta Pemkab Fasilitasi Pameran Guna Turut Percepat Pertumbuhan Ekonomi di Jombang

- Penulis

Senin, 20 Januari 2020 - 05:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Pasang Iklan Murah di Layang.co!
Pasang Sekarang

Stand Peserta Pameran Ekspo SMOSCO di Semarang, 22-25 Nopember 2019.

Stand Peserta Pameran Ekspo SMOSCO di Semarang, 22-25 Nopember 2019.

Pelaku Usaha Mikro Minta Pemkab Fasilitasi Pameran Guna Turut Percepat Pertumbuhan Ekonomi di Jombang

Jombang, layang.co – Pelaku usaha mikro di Kabupaten Jombang saat ini sedang tumbuh cukup representarif. Mereka mampu berproduksi secara baik, namun belum bisa memasarkan hasil karyanya dengan cepat  karena keterbatasan akses pasar. Untuk itu, mereka berharap pemerintah kabupaten bisa memfasilitasi, menggelar pameran lebih sering.

“Harapan mereka, sering ada event  promosi, pameran.  Mereka tidak mampu menggelar pameran sendiri tanpa keterlibatan pemerintah.  Pameran yang digelar sekali dalam setahun menurut mereka  kurang memadai,” ungkap Sutikno, Kabid Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang kepada layang.co, Senin (20/1/2020).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut disampaikan Sutikno mewakili suara pelaku usaha mikro binaan Dinas Koperasi. Para pelaku usaha, mengaku sudah mampu berproduksi  berbagai jenis makanan dan minuman menggunakan sumber daya alam dan pekerja lokal Kabupaten Jombang.

Berdasarkan mapping yang dilakukan Dinas Koperasi UMKM tahun 2019 lalu tercatat 5.000 unit pelaku usaha.  Jumlah tersebut meningkat dibanding  tahun 2018 lalu yakni 4.200an. Sebanyak 5.000 unit usaha itu merupakan  industri kluarga, rumahan. Jumlah tersebut belum termasuk pelaku usaha mandiri, seperti pedagang penthol keliling, pedagang  mamin gerobak di pinggir jalan.

Menurut Sutikno, beragam produk UMKM ini sudah bagus, namun mereka belum bisa menerobos pasar modern, karena kualitas kemasan belum bisa memenuhi kriteria pasar modern. Selain mekanisme pembayaran tidak sesuai dengan kondisi UMKM.

Baca Juga:  Ketua Komisi D, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Jombang Menanggapi CSR

Pelaku usaha mikro butuh bantuan peningkatan standarisasi  produk, seperti legalitas usaha, labeling izin edar, perizinan BPOM, PIRT, model kemasan (packing), batasan kedaluwarsa dan lainnya yang bersifat administratif.

“Beragam labeling itu sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha mikro. Namun berada diluar Dinas Koperasi. Pembinaan secara kelembagaan sudah kami lakukan, tetapi diluar itu, bukan kewenangan kami,” ujarnya.

Stand Peserta dari Kab. Jombang Memperoleh Juara Terbaik

Secara umum kualitas produk usaha mikro Jombang sudah bisa bersaing dengan daerah lain. Hal ini terbukti pada saat Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menyertakan tiga pelaku usaha pada Ekspo SMESCO  di Semarang pada 22-25 Nopermber 2019 lalu. Tiga peserta mendapat penghargaan sebagai dekorasi stand terbaik, produk terbaik, penjualan terlaris.

“Semua produk yang dibawa oleh  tiga peserta habis terjual.  Alhamdulillah, dari pameran ada tindak lanjut perdagangan, yang sampai sekarang masih terus berkembang, ” ungkap Sutikno. Tiga Usaha Mikro itu menyuguhkan prosuk keripik pisang dan turunannya dari Megaluh, Jamu-jamuan dari Wonosalam, dan tas plastik rajut dari Mambang Diwek. Omset masing-masing peserta waktu itu mencapai Rp 20 juta.

Menurut para pelaku usaha, kata Sutikno, idealnya dalam satu tahun ada enam kali event pameran. Bisa di dalam Kabupaten Jombang, dan bisa juga mereka siap dikirim ke luar daerah terdekat. “Sesungguhnya, memang butuh bugetting terhadap  standarisasi produk, guna mendukung  percepatan pembangunan ekonomi warga Kabupaten Jombang,” pungkas Sutikno. (dan)

Berita Terkait

“New Hidden Café” Hadir Melengkapi Pesona Kolam Renang Zam Zam di Dusun Banjarkerep, Desa Banjardowo – Jombang
11.720 Orang Buruh Tani dan Buruh Pabrik Rokok Menerima BLT DBHCHT Tahun 2026 Senilai Rp 800.000
PT JAPFA Serahkan Kandang Ayam ULU ke Pemkab Jombang, untuk Dorong Kebangkitan Peternak Lokal
Presiden Prabowo Bantu 100 Becak Litrik untuk Warga Jombang
Kecamatan Perak Gelar Pesta Rakyat UMKM dan Sedekah Bumi, Wujud Syukur dan Penguatan Ekonomi Lokal
Sebanyak 10 Buruh Tani Cengkeh Desa Ngampungan, Bareng Peroleh Bantuan Langsung Tunai DBHCHT
Produk Unggulan UMKM Jombang Ikuti Pameran di  Jatim Fest 2025
Tomat Harga Anjlok, Ditumbas Bupati Kemudian Dibagikan Kepada Warga Jombang

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:21 WIB

“New Hidden Café” Hadir Melengkapi Pesona Kolam Renang Zam Zam di Dusun Banjarkerep, Desa Banjardowo – Jombang

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:03 WIB

11.720 Orang Buruh Tani dan Buruh Pabrik Rokok Menerima BLT DBHCHT Tahun 2026 Senilai Rp 800.000

Jumat, 19 Desember 2025 - 11:32 WIB

PT JAPFA Serahkan Kandang Ayam ULU ke Pemkab Jombang, untuk Dorong Kebangkitan Peternak Lokal

Senin, 24 November 2025 - 21:25 WIB

Presiden Prabowo Bantu 100 Becak Litrik untuk Warga Jombang

Jumat, 24 Oktober 2025 - 10:13 WIB

Kecamatan Perak Gelar Pesta Rakyat UMKM dan Sedekah Bumi, Wujud Syukur dan Penguatan Ekonomi Lokal

Berita Terbaru