Pencak Silat Jaring Atlet POPDA dan PORPROV Melalui PORKAB 2026 di GOR Merdeka
Jombang, layang.co – Cabang olahraga bela diri Pencak Silat (IPSI) Kabupaten Jombang menggelar PORKAB di GOR Merdeka Jombang untuk menjaring atlet porsi Pekan Olahraga Pelajar (POPDA) tahun 2026 dan PORPROV Jawa Timur 2027.
Paket kejuaraan ini dirangkum tanpa mengurangi bobot atau kualitas atlet yang dihasilkan. Dalam pelaksanaannya, peserta yang tanding merupakan atlet pilihan yang telah lolos seleksi di masing-masing perguruan anggota IPSI Kabupaten Jombang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“PORKAB tahun 2026 ini menjaring atlet untuk dua porsi level Jawa Timur, POPDA yang digelar bulan Nopember di Kabupaten Ngawi sedangkan Porprov 2027 pada bulan Juni – Juli di Kota Surabaya,” terang Ketua IPSI Kabupaten Jombang Budi Setiawan, SE, MM.
PORKAB di GOR berlangsung dua hari, 18 – 19 September, diikuti total 149 ateler, terdiri 123 atlet putra-putri kelas laga dan 26 atlet untuk kelas seni, terbagi pada kelompok remaja dan dewasa, mulai usia SMP/MTs hingga SMA/Mahasiswa.
Kelompok remaja usia 14 – 16 tahun untuk porsi POPDA (Pekan Olahraga Pelajar) dan Dewasa pelajar SMA – mahasiswa usia 17 – 22 tahun, untuk persiapan Porprov 2027. Mereka mengikuti tanding kelas seni dan laga. Panitia menggelar pada dua gelanggang.
“Pasca PORKAB, kita lakukan training centre (TC) dalam waktu panjang untuk pemantapan persiapan Porprov, sedangkan untuk POPDA pematangan kualitas latihan dimatangkan dalam peguruan, tetap kita monev,” papar Budi Setiawan.
Bobot seleksi ini tetap berkualitas karena sistem penilaian dilakukan secara transparan dengan menggunakan Informasi Teknologi (IT) melalui LCD, secara langsung, jadi peserta, pelatih, pengamat bisa langsung menyaksikan jalannya pertandingan dan penilaian.
Pantauan di arena tanding, sorak gempita, teriakkan, panggil nama atlet yang sedang tanding terus mengumandang, bersautan, apalagi manakala tendangan masuk maupun bantingan mendapat point, suasana makin riuh, semangat, sportif. Tiap atlet bertanding pada tiga babak, dengan durasi 3 menit. Nilai langsung tampak tersaji pada layar televisi, sehingga tidak ada protes dari pelatih.
“Teknis penialaian mengalami kemajuan belakangan ini, sehingga makin sportif, wasit juri juga bersikap netral, alhamdulillah berjalan dengan baik,” tukas Budi. Pertandiangan akan berakhir pada sore besok hari, Sabtu (19/9/2026). (dan)















