Dari Kejurprov Selam di Kota Kediri, Dua Atlet POSSI Jombang Bawa Pulang 2 Emas 2 Perunggu
Jombang, layang.co – Kontingen POSSI Kabupaten Jombang yang turun di Kejurprov Selam Jawa Timur tahun 2026 berhasil membawa pulang dua medali emas dan dua medali perunggu.
Keempat medali itu, disuguhkan oleh dua bocah pelajar SDN, yaitu Arsenio Athaya Nurhan, siswa kelas 5 SDN Perak 1, mempersembahkan 1 emas dari nomor 50 meter bifin, dua perunggu keduanya dari nomor 100 meter bifin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedangkan 1 medali emas kedua disumbang Adzril Andana siswa kelas 1 MI Negeri 1 Jombang dari nomor lomba 50 meter surface.
Kejurprov tahun 2026 ini dikemas dalam Kejuaraan “Finswimming Wali Kota Cup II Antar Pelajar dalam Rangka Hari Jadi Kota Kediri Tahun 2026”, bertempat di Kolam Renang Tirtayasa Park Kota Kediri, 19 – 20 September. Diikuti 607 putra-putri pelajar se-Jawa Timur.
Sekretaris POSSI Jombang Gaguk Mariono mengakui koleksi medali tersebut meleset dari target 4 emas 5 perunggu. Ini lantaran, persaingan di arena laga cukup ketat, terutama pada nomor lomba kategori pelajar usia senior.
“Alhamdulillah masih membawa pulang medali meskipun tidak memenuhi target,” ujarnya kepada awak media ini, Selasa (22/9/2026).
Semula POSSI Jombang mencanangkan target 3 emas perorangan, 1 emas estafet, 3 perunggu perorangan, 2 perunggu estafet. “Alhamdulillah, kategori usia SD masih masuk 10 besar se-Jawa Timur,” imbuhnya.
Kendala yang dihadapi POSSI Jombang menurutnya, kurang komitmen dan disiplin para atlet mengikuti jadwal latihan.
Meski demikian, ada 7 atlet POSSI Jombang tergabung Tim POPDA Selam Kabupaten Jombang yang akan berlaga di Kolam Renang Dispora Jatim tanggal 2 – 4 Nopember 2026 mendatang.
POSSI Kabupaten Jombang pada kesempatan tersebut mengirim 38 putra-putri atlet. Mereka sebelumnya telah mengikuti Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Selam pada 6 September 2026 di Kolam Renang Tirta Winata, Desa Cangkringrandu, Kecamatan Perak. PORKAB sebagai ajang seleksi persiapan dan pendadaran antar pelajar untuk Kejurprov.
Gaguk menyebut, tantangan yang dihadapi POSSI dalam pembinaan dialami atlet usia senior. Alasan tidak disiplin relatif klasik, banyaknya exstrakurikuler di sekolah dan berbagai dinamika yang perlu dibenahi oleh individu masing-masing atlet, agar jadwal latihan bisa maksimal.
“Pelatih dan organisasi hanya berharap para atlet semakin disiplin mengelola waktu latihan dan menata nutrisi sehingga bisa bersaing ditangga juara,” pesan Sekretaris POSSI. (dan)















