Upaya Mendorong Penyerapan Tenaga Kerja, UNDAR Buka Kelas Bahasa Jepang dan Mandarin, Sudah MoU dengan PJTKI
Jombang, layang.co – Guna mendukung program pemerintah terhadap penyerapan tenaga kerja profesional di bidang industri Universitas Darul Ulum (UNDAR) Jombang akan membuka pelatihan dua kelas bahasa, yakni bahasa Jepang dan bahasa Mandarin.
Upaya ini sebagai bentuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja. Hal ini, memperhatikan dinamika masuknya investasi perusahaan asing di wilayah Kabupaten Jombang dan sekitarnya, seperti Kabupaten/Kota Mojokerto, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten/Kota Kediri.
“Kita berkeinginan tenaga kerja di Jombang tidak hanya sebagai tenaga kasar di dunia industri, tetapi menjadi level manajerial, yang bisa berkomunikasi dan berkoordinasi dengan leadership perusahaan asing,” papar Dr Ir H Agus Raikhani, MT, Wakil Rektor IV Undar, Jombang saat berdialog dengan https://layang.co, Selasa, (3/3/2026).
Menurut Agus, Wakil Rektor IV yang membidangi Kerjasama, Perencanaa, dan Hubungan Masyarakat ini, investasi pada wilayah sekitar Kabupaten Jombang belakangan ini didominasi investor negara China dan Jepang. Kondisi ini akan cenderung terus berkembang.
Berdasarkan hasil komunikasi dengan sejumlah HRD (Human Resources Development atau Department) perusahaan industri besar di sekitar Kabupaten Jombang, penguasaan bahasa asing negara asal investor sangatlah penting.
Tanpa Skill Ijazah S-1 sebagai Tenaga Kasar
Banyak lulusan S-1 masuk ke perusahaan karena minim pengalaman kerja dinilai setara dengan pekerja berijazah SMA/SMK, menjadi tenaga kasar, seperti menjahit sepatu, memasang sol sepatu. Begitu pula pada perusahaan manufaktur lainnya, S-1 yaa sebagai tenaga kasar. Padahal, kalau ditambah memiliki skill penguasaan bahasa, sudah berbeda kedudukan atau job kerjanya.
“Kita tangkap peluang ini, dengan menyiapkan SDM sesuai kebutuhan, setidaknya penguasaan bahasa mampu komunikasi dengan leadership investor, dibanding calon pekerja yang tidak memiliki tambahan skill,” ungkapnya.
Dengan penguasaan bahasa akan siap sebagai tenaga kerja di dalam negeri, juga memiliki peluang berkerja di luar negeri ke Jepang. “Paling tidak, kerja di dalam negeri akan menjadi kandidat terkuat diterima sebagai karyawan,” kata Agus.
UNDAR telah MoU dengan PJTKI ke Jepang
Menyikapi itu, Undar telah melakukan MoU dengan perusahaan Penyalur Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) ke luar negeri, yakni PT Dan Group Melanesia Jombang.
Tahap pertama, diagendakan bulan April 2026 sudah terpenuhi kelas dengan jumlah siswa 20 – 30 peserta, laki-laki maupun perempuan. Mereka akan dilatih selama 4 bulan, oleh tutor ahli bahasa mandarin maupun bahasa jepang.
Pasca mengikuti pelatihan, kata Agus, PJTKI akan memediasi penyaluran tenaga kerja ke luar negeri, maupun di dalam negeri. Setidaknya dengan memiliki kemampuan berbahasa asing akan memiliki kesempatan lebih baik dibanding yang tidak memiliki keahlian.
Peserta Boleh Lulusan SMA/SMK maupun Mahasiswa
Disampaikan Agus, untuk mengikuti pelatihan peserta boleh dari lulusan SMA/SMK/MA maupun calon mahasiswa, atau mahasiswa aktif, agar ketika lulus kuliah apabila berkeinginan kerja ke Jepang sudah menguasai bahasa Jepang.
“Persyaratan administrasi foto copy Ijasah terakhir atau Surat Keterangan Lulus, KK, KTP. Biaya pelatihan Rp 3,5 juta per orang, durasi pelatihan 3-4 bulan, peserta akan mendapat sertifikat mampu bahasa Jepang maupun bahasa mandarin,” ucap Agus Raikhani, Wakil Rektor IV mengakhiri dialog. (dan)














