KenDuren Wonosalam 2024, Kick Off Membranding Potensi Wisata di Wonosalam

0
90
Pj Bupati Jombang Sugiat S.Sos, M.Psi.T yang hadir diatas gunungan 2024 buah durian di lapanan Desa Wonosalam, didampingi Pj Ketua Tim Penggerak PKK, Forkopimda dan jajaran pejabat dilingkup Pemkab Jombang, serta mengapresiasi positif kegiatan yang menyedot ribuan masyarakat ini. Minggu (03/03/2024).

KenDuren Wonosalam 2024, Kick Off Membranding Potensi Wisata di Wonosalam

Jombang, layang.co – KenDuren di Wonosalam tahun 2024 memasuki tahun ke 10, sejak 2012. Ini  merupakan bentuk rasa syukur dan do’a bersama atas hasil panen durian Wonosalam yang mempunyai cita rasa istimewa.

KenDuren Wonosalam juga menjadi kegiatan pariwisata tahunan yang sudah dikenal oleh masyarakat luas di tingkat regional hingga nasional.

“Jadi hari ini, saya nyatakan sebagai bentuk “Kick Off”, saatnya memulai, kita membranding lagi pariwisata di Jombang khususnya Wonosalam,” tegas Pj Bupati hadir mengikuti rangkaian kegiatan Pesta KenDuren Wonosalam, Minggu (03/03/2024).

Acara ini tidak hanya menciptakan suka cita di kalangan masyarakat, tetapi juga membawa dampak positif bagi perekonomian bagi warga Wonosalam,  Kabupaten Jombang, Jawa Timur secara keseluruhan.

Puncak KenDuren Wonosalam telah berjalan meriah dan sukses. Rangkaian acara ini dimulai tanggal 4, 8, dan 10 Februari 2024 telah terselenggara Kontes Durian Unggul Wonosalam.

Selain ada tumpeng raksasa KenDuren Wonosalam yang berjumlah 2024, juga disemarakkan kirab tumpeng hasil bumi dari 9 Desa, Bazar Durian, UMKM, dan berbagai hiburan kesenian lainnya dan menyedot kehadiran ribuan masyarakat.

“Oleh karena itu, perlu dipatenkan dan dikembangkan. Ke depan, kita perlu berkomitmen untuk mengembangkan Durian Wonosalam yang berkualitas ini, menjadikannya sebagai ciri khas yang menjadi daya tarik tersendiri sehingga memberikan nilai tambah pada sektor pertanian dan pariwisata Kabupaten Jombang,” tuturnya.

Melihat potensi Wonosalam, Pemerintah Kabupaten Jombang dan masyarakatnya percaya bahwa pengembangan Desa Wisata di Kecamatan Wonosalam bukan hanya akan tumbuh menjadi destinasi pariwisata lokal, tetapi juga dapat mencapai tingkat nasional dan bahkan internasional.

“Oleh karena itu, diperlukan sebuah kajian grand desain pengembangan pariwisata Wonosalam yang berkelanjutan,” tandasnya.

Grand desain, kata Pj Bupati,  akan mencakup konsep pengembangan pariwisata yang tidak hanya memberikan dampak positif secara jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang.

Kajian ini akan menitikberatkan pada aspek-aspek penting, termasuk dampak terhadap lingkungan, aspek sosial, keberlanjutan budaya, dan kontribusi ekonomi bagi masyarakat lokal dan wisatawan yang berkunjung, lanjutnya.

Kontes durian menjadi bagian menarik juga menjadi ajang untuk mengeksplorasi potensi dan kualitas durian hasil bumi Wonosalam.

Ke depan, kita perlu berkomitmen untuk mengembangkan Durian Wonosalam yang berkualitas, sebagai ciri khas yang menjadi daya tarik tersendiri sehingga memberi nilai tambah pada sektor pertanian dan pariwisata Kabupaten Jombang,” tuturnya. (*/dan)