Menteri LHK Tinjau DAM Yani Sumobito dan Apresiasi Pemulihan Lahan Terkontaminasi Limbah B3

0
86
Pj Bupati Jombang Sugiat, bersama Kepala OPD terkait Ketua DPRD Kabupaten Jombang, dan perwakilan Forkopimda, serta Sekdakab Jombang Agus Purnomo, Asisten, Staf Ahli dan Kepala OPD terkait mendampingi kunjungan kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Minggu (21/01/2024).

Menteri LHK Tinjau DAM Yani Sumobito dan Apresiasi Pemulihan Lahan Terkontaminasi Limbah B3

Jombang, layang.co – Pj Bupati Jombang Sugiat S.Sos, M.Psi.T mendampingi rombongan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, meninjau DAM Yani di Dusun Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Minggu (21/01/2024) siang.

Selain meninjau lokasi DAM Yani, rombongan yang dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc ini, juga meninjau proses produksi Slag Aluminium dan berdialog dengan Pengurus Koperasi Smars Ds. Bakalan dan Koperasi Berkah Logam Ds. Kendalsari bertempat ruang pertemuan sentra Industri Peleburan Aluminium Desa Bakalan Kecamatan Sumobito, yang dipandu oleh Miftahul Ulum Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang.

Progres kerja sinergi dalam rangka Pemulihan Lahan Terkontaminasi Limbah B3 di DAM Yani dan 13 titik lainnya yang telah dilakukan sejak tahun 2020 hingga sekarang, diapresiasi oleh Siti Nurbaya, Menteri LHK RI.

Kegiatan pemulihan diantaranya dilakukan secara sinergi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur, BBWS Brantas Kementerian PUPR, CSR PT. Semen Indonesia, Kementerian Perindustrian,serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Ini adalah progres yang luar biasa, kalau dari tahun 2020 sampai di 2024 kondisinya sudah seperti ini,” tutur Siti Nurbaya Menteri LHK setelah meninjau DAM Yani dan proses produksi peleburan aluminium.

“Terima kasih kepada masyarakat dan pengurus koperasi yang punya semangat yang luar biasa dan kerjasama yang sangat baik. Upaya yang dilakukan oleh Kabupaten Jombang ini akan menjadi contoh, dari Jombang untuk Indonesia untuk  Jakarta,” tambahnya.

“Model penyelesaian yang sangat baik dalam mengatasi permasalahan yang cukup berat. Tahu-tahu bisa menjadi seperti yang kita lihat sekarang ini luar biasa. Ini yang namanya dari musibah menjadi berkah, dari limbah menjadi berkah,” tandas Menteri LHK Siti Nurbaya.

Pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, siap mendengarkan masukkan lebih detil lagi dari pengurus koperasi SMARS  dan Berkah Logam dalam mengatasi persoalan limbah dan keberlanjutan industri peleburan aluminium.

Sementara itu, Pj Bupati Jombang Sugiat menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Menteri KLHK dan rombongan. Optimisme juga ditunjukkan oleh Sugiat Pj Bupati Jombang bahwa dengan kerjasama kolaborasi dari berbagai pihak, persoalan dan pekerjaan rumah dalam mengatasi persoalan limbah.

“Terima kasih Ibu Menteri atas kunjungan dan apresiasi progres penanganan Limbah B3 di Kabupaten Jombang. Namun demikian masih banyak PR kedepan yang harus kita selesaikan dalam rangka pemulihan limbah B3. Dari 104 titik kita baru menyelesaikan 13 titik. Untuk itu, dibutuhkan komitmen, kerjasama, kolaborasi yang baik dari semua pihak termasuk dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup,” tutur Pj Bupati Jombang Sugiat, sebagaimana diinformasikan Humas Dinas Kominfo Kabupaten Jombang. (*dan)