Jombang Open Pencak Silat 2026 di GOR Merdeka Diikuti 550 Atlet
Jombang, layang.co – IPSI Kabupaten Jombang menggelar Kejuaran Jombang Open Pencak Silat tahun 2026 diikuti 550 atlet putra-putri dari berbagai daerah, bertempat di GOR Merdeka Jombang, 7 – 9 Agustus.
Kejuaraan dibuka Kapolres Jombang AKPB Ardi Kurniawan yang diwakilkan kepada Kabagops Polres Kompol Rudi Darmawan, dihadiri Ketua KONI Sumarsono, S.Pd, MM didampingi Sekretaris KONI Budiman, S.Kom, MM., M.Kom, Perwakilan Ketua IPSI Jombang, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Ibrahim Hadi Wibowo, Babinkabtimas dan Babinsa setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Panitia menggelar dua gelangang untuk mempertandingkan 4 kategori, yakni Usia Dini, Pra Remaja, Remaja dan Dewasa, atlet yang bertanding berasal perguruan pencak silat anggota IPSI dari 13 daerah kota/kabupaten sekitar Jombang. Mereka bertanding pada kelas seni dan kelas laga/tarung.
Ketua Panitia Eko Febrianto melaporkan, tujuan kegiatan ini untuk evaluasi pembinaan di masing-masing perguruan dan untuk peningkatan skill atlet setelah ditempa jadwal padat latihan.
“Semoga akan muncul atlet handal yang bisa mengukir prestasi di level nasional. Junjung sportivitas, jangan melakukan tindakan negatif, seperti tawuran. Pencak Silat Bersatu, Pencak Silat Berprestasi,” harap Eko Febrianto, Atlet PON Pencak Silat dari Kabupaten Jombang ini.
Tujukkan Prestasi Jangan Sampai Mencoreng Nama Diri
Kapolres Jombang melalui Kabagops menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kejuaraan ini, melalui kejuaraan ini mewadahi aktivitas latihan para atlet, sehingga tidak sampai menimbulkan hal negatif yang bisa mencoreng nama diri dan nama Kabupaten Jombang.
“Melalui ajang ini, tunjukkan kemampuan diri untuk berprestasi. Yang juara terus pupuk dan kembangkan potensi diri, sedangkan yang belum juara atau kalah harus terus berlatih, jangan sampai menimbulkan tindakan negatif yang bisa menyulitkan masa depan diri sendiri,” kata Kabagops Polres Jombang.
Eko Febrianto menjelaskan, setiap yang juara akan mendapatkan piagam prestasi dan medali. Panitia menyiapkan total hadiah uang pembinaan Rp 6 juta plus trophy bagi tim yang dinobatkan sebagai Juara Favorit I hadiah Rp 3 juta, Favorit II mendapat Rp 2 juta dan Favorit III Rp 1 juta.
Masuk BPJS Ketenagakerjaan
“Selain itu, juga disiapkan trophy bagi masing-masing juara umum pada tiap kategori,” tandas Eko Febrianto. Setiap atlet telah disertakan anggota BPJS Ketenagakerjaan, melalui biaya pendaftaran.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Ibrahim, berharap meski sudah tertanggung BPJS, setiap atlet diharapkan tetap sehat, dalam kondisi baik, kendatipun BPJS siap melayani, bilamana ada yang terdampak cidera.
“Setiap Rumah Sakit di Jombang sudah terjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, layanan sudah maksimal sesuai ketentuan,” katanya.
Di tempat yang sama Ketum KONI Sumarsono, mengapresiasi atas dinamika pembinaan berupa pertandingan pada kejuaraan. Kegiatan ini akan mampu meningkatkan skill setiap atlet, karena yang dihadapi, bisa jadi atlet dari perguruan lain, yang memiliki tahapan berlatih berbeda. “Semoga melahir atlet berpotensi medali,” ujarnya. (dan)















