Warga Desa Barongsawahan dan Mojokambang, Kecamatan BKM Sudah Bisa Nikmati Air Bersih Program Pamsimas Dinas Perkim Jombang

0
392
Kasi Air Bersih, Madya Pelita N (kiri), Sri Rahayu, ST Kabid Prasarana dan Sarana Utility Dinas Perkim dan Tandon Air Bersih di Desa Barongsawahan, Kecamatan Bandarkedungmulyo.

Warga Desa Barongsawahan dan Mojokambang, Kecamatan BKM Sudah Bisa Nikmati Air Bersih Program Pamsimas Dinas Perkim Jombang

Jombang, layang.co – Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang pada tahun anggaran 2021 ini telah merampungkan program pembangunan air bersih, untuk memenuhi kecukupan air layak konsumsi bagi warga di dua desa di Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang.

Dua Desa dimaksud yakni Desa Barongsawahan dan Desa Mojoka

mbang. Yang mana sebelumnya, warga yang berdomisili di Dusun Krembung dan Dusun Mojotengah, Desa  Mojokembang sulit mendapatkan air bersih layak konsumsi. Begitu pula warga Dusun Sawahan Desa Barongsawahan airnya kotor.

“Air konsumsi di sana, sebelumnya berwarna kuning keruh. Tidak layak konsumsi untuk air minum. Bahkan untuk mencuci pakaian pun dampaknya jelek, membekas dan tampak kotor. Setelah mendapatkan program Pamsimas, warga antusias sangat gembira,” papar Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Sarana Utilitas Dinas Perkim Sri Rahayu, ST yang disampaikan melalui Kepala Seksi (Kasi) Air Bersih, Madya Pelita N kepada awak media, Selasa (2/11/2021).

Madya Pelita N lebih lanjut menjelaskan, sumber air bersih di kawasan tersebut saat ini hasil dari pengeboran air bawah tanah hingga pada kedalaman mencapai 100 meter lebih. Debet pancar sumber air 2 liter/detik. Kemudian ditampung pada bak tandon pada ketinggian 8 meter. Selanjutnya, di distribusikan melalui jaringan sambungan pipa air menuju ke rumah warga.

Pada Dusun Krembung bisa mencukupi 733 jiwa sedangkan untuk Dusun Mojotengah mengatasi kebutuhan air  untuk 243 jiwa. Sambungan pada kawasan ini mencapai lebih dari seribu, karena juga tersedia saluran air bersih mengalir untuk cuci tangan di Balai Desa dan di lingkungan sekolah.

“Masing-masing desa mendapatkan anggaran Rp 250 juta bersumber dari APBD Kabupaten Jombang. Dana ini dipergunakan untuk pengeboran air dalam, bawah tanah dan untuk pipa sambungan jaringan menuju rumah warga,” kata Madya.

Sedangkan peruntukan di Desa Barongsawahan dengan lokasi Pamsimas di Dusun Sawahan untuk memenuhi kebutuhan air bagi 711 jiwa, yang masuk pada 54 KK (Kepala Keluarga). Pada Dusun ini tersambung jaringan sepanjang 1.300 meter.

“Sekitar dua bulan lalu, program ini telah diserah terimakan kepada pemerintah desa. Sekarang, sistem pengelolaannya, dilakukan oleh KP-SPAM (Kelompok Pengguna Sistem Penyedia Air Minum) desa masing-masing,” ungkap Madya Pelita ini.

KP-SPAM, kata Madya Pelita, berhak mengelola, merawat serta mengembangkan  Pamsimas ini. Termasuk, berapa nilai iuran per meter air yang digunakan oleh warga, diatur sesuai ketentuan dan kesepakatan menajemen organisasi desa, terangnya.

Berkaitan dengan telah serahterima program tersebut Kabid Prasana dan Sarana berpesan, agar warga setempat bisa memanfaatkan dan merawat keberadaannya. Namun jika dirasa belum bisa mencukupi  kebutuhan air bersih untuk warga, pemerintah desa bisa mengajukan lagi program serupa, semoga mendapat persetujuan dalam usulan, kata Sri Rahayu, ST., mantan Kasi Drainase mengakhiri pembicaraan. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here