Belajar Daring di SMPN 6 Jombang Guru Aktif Lakukan Bimbingan dan Home Visiting

- Penulis

Rabu, 24 Februari 2021 - 08:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SMP Negeri 6 Jombang berlokasi di Desa Dapurkejambon, Kecamatan Jombang, terus berbenah sarana dan prasarana penunjang pendidikan, diantaranya pembenahan lapangan bola basket.

SMP Negeri 6 Jombang berlokasi di Desa Dapurkejambon, Kecamatan Jombang, terus berbenah sarana dan prasarana penunjang pendidikan, diantaranya pembenahan lapangan bola basket.

Belajar Daring di SMPN 6 Jombang Guru Aktif Lakukan Bimbingan dan Home Visiting

Jombang, layang.co – Proses kegiatan belajar mengajar di SMP Neger 6 Jombang dilakukan secara daring (dalam jaringan) internet. Berbagai tantangan menghiasi,  dalam pandemi Covid-19, guru aktif mendatangi murid yang mendapat kendala, dengan harapan proses belajar tetap berjalan dan siswa tidak putus sekolah.

Guru daring harus lebih sabar, butuh perjuangan keras. Aktif mendatangi siswa, mencarinya hingga berjumpa dan memberikan motivasi bagi murid dan orang tua. Selain itu, guru harus bersikap sabar menunggu hasil kerja siswa, karena masih banyak siswa tidak memiliki HP sendiri, harus menunggu HP milik orang tua, sepulang kerja, dampaknya, tugas bagi siswa tidak bisa segera tersesaikan sesuai jadwal.

Edy Sutikno, S.Pd., M.MPd., Kepala Sekolah SMPN 6, saat berbincang dengan http://layang.co, Rabu (24/2/2021) mengatakan, sejauh ini koordinasi tim pengajar sangat baik, tantangan dan kendala bisa terselesaikan. Meski ada sejumlah guru harus super ekstra menjalankan tugasnya. Aktif mencari muridnya, menemui dan menjelaskan kepada orang tua ke rumah.

Selain kendala tidak memiliki HP, ungkap Edy Sutikno, ada siswa yang tidak mau mengerjakan tugas karena malas. Sehingga dilakukan home visiting, memotivasi orang tuanya.  Bahkan, kadang harus mencari sampai bisa ketemu siswa yang bersangkutan.

“Tantangan di SMPN 6,  ada sekitar 20% murid dari keluarga broken home. Anak yang demikian, guru harus mencari sampai ketemu, di rumah orang tua, kakek/neneknya tidak ditemukan, ternyata ikut tinggal dengan orang, yang dulu pernah membantu keluarganya. Kepada anak-anak pada status itu, guru harus melakukan pendekatan dengan hati, terus mengajak belajar, mensuport agar bisa menyelesaikan sekolah,” tutur mantan Kasek SMPN 2 Kabuh ini.

Secara umum proses pembelajaran lancar, secara administratif semua siswa kelas 7, kelas 8 dan kelas 9 bisa mengikuti, dipandu wali kelas masing-masing. Meski kadang terlambat kirim hasil tugas. Hal ini bisa dipahami karena alasan tidak punya pulsa paket internet, padahal pihak sekolah telah membantu pulsa yang diambilkan dari dana BOS senilai Rp 30.000/bulan tiap siswa, yang total berjumlah 657 murid, dengan rincian 7 ruang belajar tiap kelas dengan kapasitas 32 anak.

Baca Juga:  Bupati Ajak Pemdes Ciptakan Kebhinekaan Masyarakat Adat

Kasek yang bertugas di SMPN 6 sejak bulan April 2020 lalu ini, merasa prihatin, karena belum pernah bertemu tatap muka dengan siswa kelas 7 yang jadi muridnya. Dia khawatir implementasi pembelajaran daring serupa ini memberikan manfaat tidak maksimal. Apabila berkelanjutan akan menurunkan kualitas dan mental bangsa. Karena strategi belajar tidak terjalin interaksi. Sopan santun antara siswa, orangtua akan hilang. Lagi pula bobot kelulusan secara akademis akan jauh menurun.

“Biar bagaimanapun, belajar tatap muka antara guru dan murid akan lebih baik, dipandang dari berbagai sisi, pembinaan mental, akademis, perilaku, menanamkan budaya berbangsa dan bernegara. Saya pribadi berharap, pola pembelajaran tatap muka bisa segera dimulai,” pinta Edy Sutikno, mantan Kasek SMPN 2 Tembelang ini.

Untuk mendukung belajar tatap muka, pihaknya mempersiapkan segala sesuatunya, terutama untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler. Seperti perbaikan sarana olahraga, bola basket, lapangan bulu tangkis, dan tenis meja dalam lingkup sekolah. Upaya ini mengingat olahraga dan ekstrakurikuler di SMPN 6 bisa mendongkrak prestasi, dan SMPN 6 menjadi pilihan tempat belajar bagi masyarakat di sekitar Desa Dapurkejambon, Kecamatan Jombang Kota ini.

Catatan prestasi dari SMPN 6 pelajaran ekstrakurikuler di antara tahun 2019 pernah juara 1 Sepak Bola antara SMP se-Kabupaten Jombang, Juara 1 dan Juara 2 Cabor Bola Basket, Juara Bola Voli. Selain itu, ektrakurikuler seni budaya, di SMPN 6 terbentuk tim kesenian Barongsae.   “Sarana ekstrakurikuler terus kami siapkan sesuai kebutuhan,” ujarnya. (dan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel layang.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pastikan Tepat Sasaran, Sekdakab Jombang Pimpin Validasi Faktual ‘Seklah Rakyat’ Kuota 270 untuk SD, SMP dan SMA
Hari Pers Nasional 2026: Bupati Jombang Tekankan Pentingnya Pers Sehat, Strategis Adatif di Era Digitalisasi
Kadis Dikbud Jombang Bersama BBPMP Jatim Pantau TKA Jenjang SMP
Kadis Dikbud Jombang Bersama BBPMP Jatim Monitoring  TKA Jenjang SMP
Ini Kesempatan, Sekolah-Sekolah Mulai Mencari Guru Pembina Keagamaan
Jelang TKA 2026 Disdikbud Gelar Rakor dengan Kasek SMP se-Kabupaten Jombang
Heeemm…Ada Kabar Baik Bagi Guru Mulok, Perbup Honor Pembimbing Mulok Sudah Diteken Bupati
Upaya Mendorong Penyerapan Tenaga Kerja, UNDAR Buka Kelas Bahasa Jepang dan Mandarin, Sudah MoU dengan PJTKI

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:11 WIB

Pastikan Tepat Sasaran, Sekdakab Jombang Pimpin Validasi Faktual ‘Seklah Rakyat’ Kuota 270 untuk SD, SMP dan SMA

Kamis, 9 April 2026 - 14:05 WIB

Hari Pers Nasional 2026: Bupati Jombang Tekankan Pentingnya Pers Sehat, Strategis Adatif di Era Digitalisasi

Senin, 6 April 2026 - 12:01 WIB

Kadis Dikbud Jombang Bersama BBPMP Jatim Pantau TKA Jenjang SMP

Senin, 6 April 2026 - 11:44 WIB

Kadis Dikbud Jombang Bersama BBPMP Jatim Monitoring  TKA Jenjang SMP

Rabu, 1 April 2026 - 14:24 WIB

Ini Kesempatan, Sekolah-Sekolah Mulai Mencari Guru Pembina Keagamaan

Berita Terbaru

Photo: Rangkaian photo upacara pembukaan Piala Presiden I tahun 2026 diikuti 10 Tim KU-10 tahun, 14 KU-12 tahun. Tampak Kepala Dsiporapar menyerahkan bola sepak kepada wasita dan Ketua KONI menyerahkan bola sepak kepada pelatih peserta kejuaraan, Sabtu (20/06/2026).

Olahraga

Piala Presiden di Jombang Diikuti 25 tim KU-10 dan KU-12

Sabtu, 20 Jun 2026 - 11:11 WIB