Makanan Pasien Rawat Inap RSUD Jombang Diberikan Melalui Skirining Sesuai Kebutuhan untuk Menunjang Kesembuhan
Jombang, layang.co – Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran, M.KP. melalui Kepala Instalasi Gizi Evi Cahyaningtyas Dwi Hariani, S.Gz., Dietisien mengutarakan, pemberian makanan bagi pasien rawat inap d RSUD Jombang diberikan sesuai kebutuhan untuk menunjang kesembuhan pasien.
Sebelum pemberian makanan, dilakukan kegiatan skrining gizi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Skrining gizi dilakukan 1 x 24 jam, untuk menapis adanya risiko nutrisi,” ujarnya.
Selanjutnya dilakukan pengkajian, dan penegakkan diagnosa gizi, kemudian dilanjutkan dengan pemberian terapi gizi berupa makanan yang disesuaikan dengan kondisi pasien, serta diikuti monitoring evaluasi.
Dalam pemberian makanan juga dibarengi edukasi diet atau makanan yang diberikan, juga terapi konsultasi gizi. Menu makanan disesuaikan dengan update perkembangan zaman, sesuai menu makanan masa kini.
“Dulu pasien cukup diberikan menu makanan seadanya bisa diterima, tetapi sekarang dengan perkembangan digital, menu yang diberikan harus mengikuti perkembangan jaman. Agar tidak ada kesan, makanan tidak menarik. Makanan sekarang harus sesuai kecukupan gizi dan kondisi pasien,” tukasnya.
Evi Cahyaningtyas Dwi Hariani, Dietisien alumnus Universitas Brawijaya ini menyampaikan hal tersebut dalam dialog “RSUD Jombang Menyapa…” yang dipandu host Ayu Kalina, Rabu (7/10/2026).
Evi sependapat, menghilangkan kesan atau anggapan bahwa, tugas instalasi gizi hanya memberikan makanan, mengantar makanan pada pasien, itu tidaklah tepat, karena tim gizi sebelum memberikan menu atau porsi makanan yang tepat diawali dengan analisis.
Gambaran publik orang sakit ya minum obat, itu tidaklah cukup. Pelayanan di rumah sakit itu sangat holistik, baik tindakan medisnya, keperawatannya, dan penunjang, yaitu makanan.
Penyembuhan Juga Dari Nutrisi
“Jadi penyembuhan pasien itu tidak hanya dari pengobatan, melainkan juga dari nutrisi yang diberikan harus benar, kalau tidak tepat akan terjadi penurunan asupan dan menimbulkan malnutrisi yang bisa berimbas pada keterlambatan kesembuhan,” ungkap Evi yang sudah tugas di RSUD Jombang limabelas tahun lalu ini.
Menurutnya, ada 5 domain yang dikaji tim dietisien RSUD Jombang, meliputi domain antropometri, domain biokimia, domain fisik klinis, domain dietary histori, dan domain ekologi.
5 Domaian Dietisien RSUD
Itu dilakukan mulai dari berat badan, biokimia dari hasil laboratorium, keluhan pasien yang disampaikan, kemudian dilakukan pengkajian konsumsi selama ini seperti apa, sehingga makanan yang diberikan mendekati kebiasaan makanan yang dikonsumsi pasien sehari-hari, bebernya.
Mengenai ekologi, katanya, terkait dengan alergi, penyakit yang diderita sebelumnya, dari pengkajian itu, ditemukan probem penyebab sakitnya, sehingga bisa ditegakkan dengan diagnosa gizinya.
Dari hasil kajian itu, Dietisien melakukan intervensi, terhadap kesesuaian kebutuhan menu makanan yang dikirim ke meja pasien rawat inap untuk menunjang kesembuhan pasien.
Selain itu, imbuhnya, Dietisien juga melakukan kunjungan ulang, untuk mengevaluasi, monitoring problem makanan pasien.
Sikap Perilaku Diet, Pengaturan Makanan
Menjawab pertanyaan perilaku diet, Kepala Instalasi Gizi RSUD ini mengatakan, sesungguhnya diet itu bukan mengurangi porsi makanan, tetapi mengaturan pola makan, bisa dikurangi, bisa ditambah.
Misalnya, pada pasien diabetes, yang harus dilakukan adalah pengaturan makanannya untuk kebutuhan diabetes. Kalau pasien rendah lemak, maka diberikan pada gangguan lemak, hiperkoesterol misalnya.
RSUD belakangan ini juga menerapkan tata laksana standar pelayanan minimal pelayanan gizi sesuai dengan pedoman tatalaksana pelayanan medis Kemenkes tahun 2025, yakni ketepatan waktu pemberian makan pada pasien, ketepatan diet pasien, sisa makanan pasien, dan kualitas pelayanan makanan.
Kami sedang berupaya menekan atau mengurangi sisa makanan, agar tidak sampai 20 persen. Sehingga Dietisien wajib melakukan monitoring evaluasi dan melakukan pengkajian gizi ulang pada pasien dengan risiko nutrisi, untuk mempercepat penyembuhan pasien dan mengurangi sisa makanan.
“Apa yang kami sajikan dan edukasi selama di rumah sakit, setidaknya pasien bisa menjaga perilaku tersebut selama di rumah, agar tetap bisa menjalani hari-hari dengan berkualitas,” sarannya menutup perbincangan. (dan)















