Bupati Warsubi Seru Masyarakat Ramaikan Hari Jadi Pemkab Jombang ke-116 dengan Ajak Teman Hadir Diberagam Agenda Jombang Fest 2026
Jombang, layang.co – Bupati Jombang H Warsubi menyerukan kepada masyarakat Kabupaten Jombang untuk meramaikan, menyukseskan agenda Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Jombang ke-116 yang dikemas dalam kegiatan Jombang Fest 2026.
Mengusung tema: “Jombang Berbudaya, Bersama Berkarya, Jombang Berbudaya”, menyuguhkan beragam agenda kegiatan sebagai upaya menggerakkan seni budaya lokal, expo UMKM, olahraga bertujuan menumbuhkan ekonomi Kreatif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jombang Fest bukan sekadar rangkaian kegiatan hiburan, tetapi menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk menunjukkan berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Jombang,” kata Bupati.
Selain memperkenalkan budaya lokal, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperluas pasar produk UMKM dan produk unggulan Jombang, mendorong pertumbuhan industri kreatif, serta memberikan ruang bagi generasi muda dan komunitas untuk berkarya.
Diharapkan Beri Dampak Positif Perekonomian Daerah
Jombang Fest diharapkan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, memperluas kolaborasi antarpihak, serta turut menggerakkan perekonomian daerah.
Untuk itu, Bupati mengajak masyarakat untuk turut hadir dan meramaikan seluruh rangkaian Jombang Fest 2026 dengan mengajak keluarga maupun teman.
“Ketika budaya bergerak, UMKM berkarya, komunitas tumbuh, dan masyarakat terlibat, maka akan semakin banyak potensi Kabupaten Jombang yang bisa dikenal dan dikembangkan,” jelasnya.
Ditandai Peluncuran Logo Angka 116
Perihal tersebut disampaikan Bupati Warsubi saat membuka Jombang Fest 2026 di GOR Merdeka Jombang, Jum’at (2/10/2026) malam ditandai dengan peluncuran logo angka 116 sembari penekanan sirine oleh Bupati bersama Wakil Bupati, Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji, Sekdakab Agus Purnomo dan sejumlah Kepala OPD lingkup Pemkab Jombang.
Logo angka 116 memadukan identitas budaya Jombang, mulai Kopya Besutan, Candi Arimbi, Penari Remo, hingga figur yang saling merangkul. Unsur tersebut menggambarkan kerukunan, harmoni sosial, dan kekayaan tradisi masyarakat Jombang.
Produk Unggulan UMKM Jombang
“Kami ingin budaya lokal semakin dikenal, UMKM dan produk unggulan Jombang semakin luas pasarnya, industri kreatif terus tumbuh, dan generasi muda serta komunitas mendapatkan panggung untuk berkarya,” katanya.
Ketua Panitia Jombang Fest 2026, Syaiful Anwar, mengatakan rangkaian kegiatan tidak hanya menghadirkan olahraga, seni budaya, dan UMKM Expo, tetapi juga agenda religi dan sosial.
Tari kolosal Jombang Nyawiji
Rangkaian pembukaan Jombang Fest 2026 pada siang hari, 2 – 4 Oktober Basketball 3X3 Competition se-Jawa Timur. Pada malam hari diawali penampilan Komunitas Keroncong Anak Jombang (KKAJ), usai peluncuran logo dilanjutkan pertunjukkan tari kolosal “Jombang Nyawiji” dan serta penampilan Twenty NINE Band.
Tari kolosal persembahan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang tersebut mengangkat perjalanan peradaban Jombang, mulai era Kahuripan, Wayang Topeng Jatiduwur, legenda Kebo Kicak dan Surontanu, hingga kiprah KH Hasyim Asy’ari yang memperkuat identitas Jombang sebagai daerah santri.
Agenda berikutnya olahraga Futsal di GOR Merdeka, seni budaya ludruk remaja di gedung seni Jombang, religi bersholawat bersama Gus Iqdam, khitan massal gratis bagi 210 anak dari 21 kecamatan, serta operasi katarak gratis yang diikuti 116 peserta di RSUD Ploso. Puncak acara pada 24 Oktober 2026 dengan penampilan wayang kulit di alun-alun Jombang. (dan)















