Disperta Inisiasi Kontes Durian Apitan Wonosalam Varietas Unggul Baru
Jombang, layang.co – Lapangan Kecamatan Wonosalam pada Sabtu (10/10/2026) terasa berbeda. Aroma khas raja buah menyeruak tajam, mengundang penasaran para pecinta durian.
Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian menggelar Kontes Durian Wonosalam 2026, sebuah ajang bergengsi yang tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menjadi panggung pembuktian bagi varietas lokal unggulan yang selama ini tersembunyi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jika biasanya gelaran ini dihelat di awal tahun, kondisi cuaca dan dinamika pertumbuhan buah di tahun 2026 membuat panitia menggeser jadwal ke bulan Oktober. Namun, pergeseran waktu ini justru menjadi momen strategis.
Saat ini, Wonosalam tengah memasuki masa panen apitan, yakni panen awal dengan volume sekitar 30% dari total produksi. Momentum ini menjadi ‘pemanasan’ menuju panen akbar pada 2027 mendatang.
Bupati Jombang Warsubi S.H., M.Si., hadir langsung bersama Wakil Bupati Gus Salmanudin, S.Ag., M.Pd., Sekretaris Daerah Agus Purnomo, S.H., M.Si. Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi, juga hadir didampingi Ketua 1 TP PKK Kabupaten Ema Erfina Salmanudin dan Lilik Agus Purnomo Ketua DWP Kabupaten Jombang.
Potensi Durian Unggul Lokal Wonosalam dan Daya Tarik Wisata
Dalam sambutannya, Bupati Warsubi menegaskan pentingnya kontinuitas penggalian potensi lokal.
“Kontes ini adalah upaya kita untuk menggali potensi durian lokal Wonosalam dan mengembangkannya menjadi daya tarik wisata unggulan Kabupaten Jombang. Kita ingin menemukan varietas lokal unggulan baru berdasarkan kualitas buah dan karakteristiknya untuk dibudidayakan lebih luas,” tegas Bupati Warsubi.
Menutup sambutannya, Bupati berharap dan memastikan durian tetap menjadi tuan di rumahnya sendiri, Wonosalam, Kabupaten Jombang serta membawa kesejahteraan yang nyata bagi para petaninya.
Varietas Lokal yang Belum Pernah Dikonteskan
Murni Durian Jatuhan: Seluruh durian yang dilombakan wajib merupakan durian yang jatuh alami dari pohon, menjamin tingkat kematangan dan kualitas rasa yang optimal.
Varietas Lokal Baru: Durian yang sudah punya nama besar seperti Durian Bido dilarang ikut. Ajang ini khusus dialokasikan bagi varietas lokal yang belum pernah dikonteskan.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Sejak tahun 2012, Pemkab Jombang konsisten mendaftarkan kekayaan genetik durian lokal ke Kementerian Pertanian. Diantaranya Durian Bido, Durian Mrico dan Durian SW (Sukoco Wonosalam) yang buahnya hampir tanpa biji. Dan kini, pencarian varietas unggul baru berlanjut.
Hanya Durian yang Jatuh Dari Pohon
Antusiasme para petani terlihat sangat tinggi. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ir. Much. Rony, M.M., mengungkapkan bahwa pendaftaran dibuka secara dinamis. Begitu ada durian lokal unggulan yang jatuh dari pohon, petani bisa langsung mendaftarkannya ke panitia.
Panitia mentargetkan kegiatan ini akan diikuti 100 lebih peserta hingga (Minggu, 11/10/2026). Sedangkan pada saat hari pertama pembukaan sudah sekitar 47 varietas lokal tercatat sudah masuk ke meja penjurian.
Untuk menjaga netralitas dan kedekatan rasa, seluruh tim juri berasal dari pakar/praktisi lokal Wonosalam, dan nilainya transparan langsung ditayangkan (real-time) di lokasi acara.
Populasi Tanaman Durian Wonosalam 192 Ribu Pohon
“Populasi tanaman durian di Wonosalam saat ini mencapai 192 ribu pohon. Melalui bantuan bibit, sekolah lapang, hingga teknik top working (sambung pucuk/batang atas), kita terus mendorong regenerasi pohon tua agar menghasilkan buah berkualitas super,” jelas Much. Rony.
Kontes Durian Wonosalam dirancang sebagai pemantik roda perekonomian warga. Masyarakat dari luar kota boleh ikut mencicipi durian yang sudah dinilai. Dengan hadirnya pecinta durian dari berbagai daerah, transaksi jual beli terjadi langsung antara pengunjung dan petani. Hal ini memotong rantai distribusi sekaligus memberikan nilai tawar yang lebih adil bagi petani lokal.
Persiapan yang dilakukan dari masa panen apitan ini diharapkan memicu semangat petani dalam merawat pohon mereka. Dengan calon buah yang melimpah dan dukungan cuaca yang bersahabat, Wonosalam siap menyambut Panen Akbar 2027 dan menggelar agenda besar KenDuren. (*dan)















