AI Jombang Gelar Flash Swimming Competition Diikuti 870 Atlet di Kolam Renang UPJB
Jombang, layang.co – Cabor Akuatik Kabupaten Jombang, menggelar kejuaaan open “Flash Swimming Competition Opn 2026” se- Jawa Timur diikuti 870 putra-putri atlet renang Jawa Timur dan Semarang.
Kejuraan bertempat di kolam renang milik Universitas PGRI Jombang, Jawa Timur, tampak meriah, dibanding kejuaraan serupa pada bulan Juni 2026 lalu (Draac Swimming Competition Open, red) diikuti 460 atlet. Kejuaraan Flash Swimming Competition, pada Minggu (11/10), gairah dukungan wali atlet bersahut-sahutan memberi suport putra-putrinya agar memacu kecepatan berenang untuk mencapai titik finish lebih awal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah anaknya mencapai titik finish dan mendapat juara dielu-elu, “ora usah tolah toleh, gaas…, lebih cepat,” tutur wali atlet. Setelah naik dari kolam, atlet yang mendapat juara 1, juara 2 dan juara 3 langsung memperoleh kalungan medali dan piagam prestasi yang dikeluarkan Panitia, serta diphoto Paniatia sebagai dokumentasi.
Flash Swimming Competition 2026 ini merupakan kelanjutan dari Draac Swimming Competition. Kejuaraan ini menjadi pola pembinaan rutin, berjenjang berkelanjutan agenda Cabor Akuatik Kabupaten Jombang.
Menurut Ketua Cabor Akuatik Kabupaten Jombang, Drs Anang Masruchin, M.Si kejuaraan ini setidaknya menjadi agenda tahunan, namun karena desakan, permintaan serta suport apresiasi pimpinan klub serta orang tua atlet, agar digelar lagi, akhirnya dilaksanakan ulang belum satu tahun.
“Suport orang tua, pelatih dan pemilik klub, menilai penyelenggaraan memuaskan, venue kegiatan juga representatif. Atlet yang juara langsung mendapat medali, piagam prestasi, trophy dan uang pembinaan bagi juara terbaik,” ungkap Anang Masruchin menyampaikan repon peserta.
Flash Swimming Competition 2026 ini mewadahi potensi atlet pemula mulai usia 4 tahun, kelahiran 2022, karena itu juga dibuka lomba jarak 25 meter untuk pemula. Tercatat 32 klub peserta maupun atas nama sekolah maupun individu/perorangan.
Ketua Panitia V Dimas Harya Pratama, S.Kom, mengatakan kejuaraan kali ini menggelar jarak 25 meter untuk pemula kelahiran tahun 2019 – 2022, sedangkan 50 meter diikuti kelompok usia diatasnya mulai kelahiran 2023 – 2005, hingga mahasiswa/dewasa.
“Ada 10 nomor lomba putra-putri meliputi gaya dada, punggung, bebas, ganti, kupu, gaya ganti, sedang 25 meter untuk pemula gaya bebas dan nomor pelampung kick bagi anak-anak pemula,” jelas Dimas.
Ada 8 klub renang dari Kabupaten Jombang dengan total 298 atlet. Peserta lainnya dari Surabaya, Kabupaten Nganjuk Kota/Kabupaten Mojokerto, Kediri, Sidoarjo, Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Tuban, Pasuruan, Malang Raya, Madiun, Magetan. Dari Semarang dua klub dengan jumlah atlet 20 orang.
Panitia memberikan trophy dan uang pembinaan bagi Klub Juara Umum 1 sebesar Rp 1,5 juta Juara 2 Rp 1,250.000 dan Juara 3 senilai Rp 1 juta. Atlet dengan limit waktu terbaik juga mendapat trophy uang pembinaan.
Biaya pendaftaran setiap nomor Rp 100 ribu, jika mengikuti nomor kelipatannya nambah Rp 75.000 setia nomornya.
Anang Masruchin menjelaskan, digelar dua klas lomba yaitu jarak 25 meter untuk pemula dan jarak 50 meter untuk remaja – dewasa, untuk mewadahi aktifitas atlet berkompetisi setelah dilatih di masing-masing klub.
“Ini untuk peningkatan skill atlet, persiapan kejuaraan jenjang lebih tinggi, seperti persiapan Kejuarprov, Porprov, O2SN maupun Olympiade,“ tukas Anang Masruchin Ketua Bidang Media & Promosi Akuatik Indonesia Jawa Timur yang juga selaku Administratur Forum Akuatik Group (Diskusi*Komunikasi*Informasi).
Hadir menyaksikan jalannya kejuaraan Drs Kistantono Pengurus Bidang Prestasi AI Provinsi Jawa Timur, menilai, penyelenggaraan sangat representatif, penuh semangat dengan peserta relatif banyak.
“Kejuaraan ini sangat positif, sebagai ajang pengembangan bakat atlet, pembinaan berkesinambunga. Butuh nyali untuk mewujudkan agenda acara serupa ini. Pengurus provinsi memberi apresiasi, luar biasa obsesi AI Kabupaten Jombang, pembinaan mulai dari akar rumput, menciptakan juara baru, mengembangkan talenta muda,” paparnya.
Ia berharap, ke depan, venue bisa ditingkatkan fasilitasnya oleh pihak UPJB, seperti membangun tribun, agar lokasi lomba steril, sehingga kerja keras panitia bisa lebih netral, tidak terganggu oleh aktifitas offisial peserta, pesannya. (dan)















