Disperta Jombang Targetkan Bongkar Ratoon 3.200 Ha Tahun 2026, Baru Tercapai 54 Persen
Jombang, layang.co – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian setempat menargetkan bongkar ratoon atau peremajaan tanaman tebu dalam tahun 2026 ini seluas 3.200 hektar.
Namun hingga akhir Juli 2026 ini baru tercapai 54 persen atau sekitar 1.754 hektar.
Meski demikian, Disperta optimis bisa mencapai target dimaksud. Belum terpenuhinya, karena saat ini para petani masih melakukan tebang, atau proses giling tebu.
Kepala Dinas Pertanian Ir Moch Rony melalui Kepala Seksi Produksi Tanaman Perkebunan Syafril Yudhi Pratama, kepada awak media, Senin (20/7/2026) menyampaikan, sementara ini pihaknya masih membuka pendaftaran Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) bongkar ratoon masih terus dibuka.
3.000 Ha Program Kementrian 200 Ha Perluasan
Hingga pertengahan Juli, luasan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) yang terdaftar baru mencapai 1.754 hektare atau sekitar 54 persen dari target 3.200 hektare.
Dari data tersebut, seluas 3.000 hektare program Kementrian Pertanian, sedang 200 hektare merupakan perluasan tanaman tebu di Kabupaten Jombang.
“Kekurangan luas lahan 1.446 hektare. Target tersebut diharapkan bisa terpenuhi sesuai batas waktu yang ditetapkan Kementerian Pertanian (Kementan) pada awal Agustus,” ungkapnya.
Pihaknya kini terus menggenjot pendaftaran Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) untuk mengejar kekurangan sekitar 1.446 hektare.
Setelah kegiatan tebang tebu selesai, petani diharapkan segera mengusulkan lahannya untuk mengikuti program bongkar ratoon.
Pelaksanaan program bongkar ratoon masih memiliki waktu hingga November 2026. Selama masa tersebut, Disperta Jombang akan terus melakukan pendataan dan menyisir potensi lahan yang dapat dimasukkan dalam program.
Dukung Swasembada Gula Nasional
Program bongkar ratoon merupakan upaya pemerintah untuk melakukan peremajaan tanaman tebu yang telah mengalami penurunan produktivitas. Melalui peremajaan tersebut, produksi tebu diharapkan meningkat sekaligus mendukung program swasembada gula nasional.
“Kami berupaya penuh mendukung program swasembada,” tandasnya.
Petani Peroleh Bantuan Bibit dan Ongkos Tenaga Kerja
Melalui program itu, petani akan memperoleh bantuan bibit unggul serta dukungan biaya tenaga kerja dalam proses penanaman. Sektor perkebunan tebu masih menjadi salah satu komoditas strategis di Kabupaten Jombang.
Pada 2025 Jombang mendapatkan alokasi program bongkar ratoon seluas 613,6 hektare dan perluasan areal tanam 61 hektare.
Produktivitas Mencapai 73 Ton per Hektare
Berdasarkan data tahun 2024, luas lahan tebu di Jombang mencapai 10.787 hektare dengan total produksi 787.246 ton tebu. Produktivitas rata-rata mencapai 73 ton per hektare dengan rendemen 7,11 persen.
Dari capaian tersebut, produksi gula hablur yang dihasilkan mencapai 61.749 ton. Angka itu menjadikan Kabupaten Jombang sebagai salah satu daerah penyangga kebutuhan gula di Jawa Timur dengan kontribusi sekitar tiga persen terhadap kebutuhan gula tingkat provinsi.
’’Kami terus melakukan percepatan pendataan CPCL. Semua upaya ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tebu dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani tebu di Kabupaten Jombang,’’ tegasnya. (dan)














