Urai Macet Mengkreng, Tiga Kepala Daerah Jajaki Skema Sharing Anggaran Flyover Rp 715 Miliar

- Penulis

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si. (keempat dari kiri/coklat), Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi menggelar pertemuan koordinasi dengan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Dr. Ir. Roy Rizali Anwar, S.T., M.T., di Jakarta. Sedangkan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, S.H., hadir diwakili oleh Kepala Bappeda dan Kadis PUPR Kabupaten Kediri. Photo: istimewa

Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si. (keempat dari kiri/coklat), Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi menggelar pertemuan koordinasi dengan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Dr. Ir. Roy Rizali Anwar, S.T., M.T., di Jakarta. Sedangkan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, S.H., hadir diwakili oleh Kepala Bappeda dan Kadis PUPR Kabupaten Kediri. Photo: istimewa

Urai Macet Mengkreng, Tiga Kepala Daerah Jajaki Skema Sharing Anggaran Flyover Rp 715 Miliar

Jombang, layang. co  – Rencana besar untuk mengurai kemacetan di Simpang Mengkreng yang menghubungkan tiga Kabupaten di Jawa Timur yakni Kabupaten Jombang, Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Kediri masuk dalam babak baru pembicaraan tingkat pusat.

Tiga kepala daerah yang wilayahnya berbatasan langsung mulai menjajaki skema penganggaran dan penyelarasan teknis agar megaproyek jembatan layang (flyover) ini bisa segera terealisasi.

Pada Senin (25/5/2026), Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si., Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi menggelar pertemuan koordinasi dengan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Dr. Ir. Roy Rizali Anwar, S.T., M.T., di Jakarta. Sedangkan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, S.H., hadir diwakili oleh Kepala Bappeda dan Kadis PUPR Kabupaten Kediri.

Dalam lobi strategis ini, ketiga bupati didampingi langsung oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) serta Kepala Dinas PUPR dari masing-masing kabupaten.

Bupati Jombang Warsubi S.H., M.Si  menjelaskan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah poin penting, terutama terkait estimasi anggaran dan kesiapan sirkulasi lahan.

Flyover Telan Anggaran Rp 715 M  

“Pembicaraan awal memproyeksikan pembangunan flyover ini menelan anggaran sebesar Rp715 miliar. Konsep yang diusung mengutamakan aspek fungsionalitas utama untuk memecah kemacetan ketimbang desain yang glamor,” tuturnya.

Bupati menyebut, jika seluruh tahapan lobi dan perencanaan berjalan mulus, tahapan awal pembangunan fisik diharapkan dapat dimulai pada tahun 2027.

Bebaskan lahan 50.000 Meter

Hitungan dari Kementerian Pekerjaan Umum, kalau total keseluruhan lahan yang perlu dibebaskan diatas 50.000 meter persegi. Sedangkan khusus untuk Kabupaten Jombang saja, lahan yang perlu dibebaskan sekitar 17.000 meter persegi. Mengingat besarnya luasan tersebut, para kepala daerah berharap seluruh biaya pembebasan lahan ditanggung oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

“Pihak kementerian mengharapkan adanya skema sharing (berbagi beban pendanaan) pembebasan lahan antar daerah yang disesuaikan dengan proporsi luasan wilayah berdasarkan dokumen Detail Engineering Design (DED) PU,” jelas Bupati Jombang.

Baca Juga:  Bupati Jombang Monitoring Pelkades Serentak

Butuh Dukungan Pemprov Jatim 

Sebagai tindak lanjut dari usulan sharing anggaran tersebut, pembicaraan akan segera diperluas dengan melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dukungan dari pemprov dinilai sangat esensial untuk memayungi aspek hukum dan kesepakatan finansial.

“Kami dari Kabupaten Jombang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri sangat mendukung dan menyambut positif upaya pembangunan flayover demi mengurai kemacetan Mengkreng yang sudah sangat luar biasa masuk 3 besar di Indonesia,” kata Abah Warsubi.

Menyelaraskan Program

Sembari menyelaraskan waktu, papar Buati Warsubi, pertemuan resmi dengan Ibu Gubernur Jawa Timur, para kepala daerah mengambil langkah proaktif untuk mendatangi Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta terlebih dahulu, untuk mengamankan komitmen awal pusat.

“Semoga semuanya berjalan lancar atas doa dan dukungan seluruh masyarakat,” ujar Bupati Warsubi.

Perlu diketahui, inisiasi proyek ini sebelumnya telah digagas ketiga kepala daerah saat memetakan sirkulasi kendaraan langsung di Pos Polisi Mengkreng pada Rabu (8/4/2026) lalu.

Simpang Mengkreng Menjadi Jalur Arteri , Merupakan Jalur Macet Ketiga di Indonesia 

Simpang Mengkreng merupakan titik transit vital di Jawa Timur yang menghubungkan Kabupaten Kediri, Jombang, dan Nganjuk. Menjadi jalur arteri utama kendaraan dari arah Surabaya menuju wilayah barat/selatan (seperti Madiun dan sekitarnya), kawasan ini kerap mengalami kelumpuhan arus.

Bahkan berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Simpang Mengkreng masuk dalam tiga besar titik kemacetan paling parah di Indonesia, khususnya pada momen mudik bulan Ramadhan.

Melalui rancangan yang tengah diusulkan, jalur flyover ini nantinya akan membentang dari wilayah Jombang lalu terbagi menjadi dua jalur keluar (ramp off), yakni satu ke arah Kediri dan satu ke arah Nganjuk, sebagaimana disiarkan Humas Dinas Kominfo Kabupaten Jombang, Selasa (26/5/2026). (*dan)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel layang.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukung Sensus Ekonomi Nasional Pemkab Jombang Latih 1.217 Petugas
Bupati Warsubi: Keluarga Kuat Jadi Fondasi Utama Pembangunan Jombang, Ini Juara Lomba Cipta Menu
DPRD Jombang Gelar Rapat Paripurna, Bupati Warsubi Sampaikan Nota Penjelasan Raperda Penyelenggaraan Jasa Kontruksi
Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, Jombang Siap Bersinergi Wujudkan Asta Cita
Hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, Jombang Peringkat Terbaik ke-4 Nasional
Upaya Penangguangan Bencana, Pemkab Jombang Libatkan Siswa SLB dalam Simulasi HKB 2026
Hari Pers Nasional 2026: Bupati Jombang Tekankan Pentingnya Pers Sehat, Strategis Adatif di Era Digitalisasi
Tiga Bupati Bahas Rencana Pembangunan Flyover Mengkreng, Titik Macet Terpadat

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:25 WIB

Dukung Sensus Ekonomi Nasional Pemkab Jombang Latih 1.217 Petugas

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:55 WIB

Urai Macet Mengkreng, Tiga Kepala Daerah Jajaki Skema Sharing Anggaran Flyover Rp 715 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:24 WIB

DPRD Jombang Gelar Rapat Paripurna, Bupati Warsubi Sampaikan Nota Penjelasan Raperda Penyelenggaraan Jasa Kontruksi

Senin, 27 April 2026 - 16:16 WIB

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, Jombang Siap Bersinergi Wujudkan Asta Cita

Senin, 27 April 2026 - 15:44 WIB

Hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, Jombang Peringkat Terbaik ke-4 Nasional

Berita Terbaru

Pembukaan dimulainya pelatihan petugas SE 2026 ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Warsubi, didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jombang, Sekdakab Jombang Agus Purnomo S.H., M.Si, dan Kepala BPS Jombang Mouna Sri Wahyuni, S.Si., M.Si. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, para Kepala OPD terkait di lingkup Pemkab Jombang. Photo: Istimewa/Humas Dinas Kominfo Pemkab Jombang.

Pemerintahan

Dukung Sensus Ekonomi Nasional Pemkab Jombang Latih 1.217 Petugas

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:25 WIB

Tampak Sekretaris Percasi Jombang Mustawan Yusuf (berdiri/batik) dan Sugeng Wiyoto (wasit) mengasi jalannya pertandingan di Aula 1 Dinas Dikbud Jombang, Minggu (24/5/2026). Photo: https://layang.co

Olahraga

Eyang, Akung, Ortu Antusias Dukung Kejurkab Catur 2026

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:36 WIB