Tahun 2026, Kuota Asuransi Usaha Tani Padi di Jombang Menurun, Klaim Gagal Panen Rp 6 Juta per Hektar
Jombang, layang.co – Jumlah petani dan luas lahan usaha pertanian padi yang biasanya tercover program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) melalui anggaran pemerintah pusat di Kabupaten Jombang tahun 2026 ini mengalami penurunan.
Penurunan akibat kebijakan efesiensi anggaran pemerintah pusat, imbasnya jumlah petani dan usaha tani yang biasanya memperoleh pelindungan menurun signifikan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Ir Moch Rony, MM saat dikonfirmasi awak media, Senin (26/1/2026) menyampaikan, luas lahan usaha tani tanaman padi tahun 2024 yang tercover asuransi seluas 1.150 hektar. Tahun 2025 menurun menjadi 973 hektar.
“Tahun 2026 ini, jumlah petani yang tercover AUTP sebanyak 1.843 orang, menurun dibanding peserta AUTP tahun 2025 sebanyak 2000-an orang,” ungkapnya.
Skema premi AUTP sejauh ini ditanggung/disubsidi penuh pemerintah pusat, petani tidak harus setor premi. Tahun 2026 ini karena ada evaluasi dan efisiensi anggaran pemerintah pusat, skema dialihkan ke perintah provinsi dan pemerintah daerah.
“Setiap petani membayar Rp 180 ribu per hektar, namun sekarang subsidi ditanggung pemerintah provinsi 80 persen dan pemerintah kabupaten 20 persen,” terangnya.
Program AUTP memberi perlindungan bagi petani, manakala gagal panen petani berhak menerima klaim ganti rugi senilai Rp 6 juta per hektar, sesuai kriteria.
Disampaikan Kadisperta, pemilihan peserta diawali identifikasi wilayah risiko tinggi. Setelah itu disampaikan kepetugas kecamatan, mencatatnya dan mengusulkan ke kabupaten sesuai alokasi atas tanaman yang gagal panen.
“Pencairan tidak otomatis. Ada prosedur verifikasi lapangan sebelum klaim disetujui. Yang menentukan gagal panen, hasil survey petugas lapangan,” terangnya.
Setelah itu, diusulkan ke Jasindo lewat aplikasi, pihak Jasindo survey lagi, kalau hasilnya sesuai standard, baru kemudian petani berhak menerima klaim ganti rugi, beber Kadisperta M Rony.
Kriteria gagal panen ditetapkan mencapai 70 persen lebih per hektar. Terkait banjir pada tanaman padi beberapa titik kawasan di Jombang tidak masuk gagal panen, karena air cepat surut, dan tanaman tidak terdampak, imbuhnya. (*dan)














