Pemkab Jombang Salurkan 42 Ton Gabah ke Lumbung Pangan Desa untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Jombang, layang.co — Pemerintah Kabupaten Jombang menyalurkan bantuan hibah sebanyak 42 ton Gabah Kering Giling (GKG) melalui Program Desa Maju dan Sejahtera (Mantra) Tahun Anggaran 2026.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Jombang Warsubi S.H., M.Si di Balai Desa Sumberjo, Kecamatan Jombang, Senin (19/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang, Drs. Bambang Sriyadi, M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk memperkuat cadangan pangan tingkat desa sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.
“Maksud dan tujuannya adalah untuk memperkuat cadangan pangan Pemerintah Desa dan kelompok masyarakat, memicu kemandirian warga dalam menghadapi kerawanan pangan, serta mendukung pengendalian inflasi daerah,” ujar Bambang Sriyadi.
Ia menambahkan, total 42 ton gabah kering giling tersebut dibagikan secara merata kepada 6 kelompok lumbung pangan penerima manfaat, di mana masing-masing kelompok menerima 7 ton gabah.
Proses pengadaan telah diselesaikan pada Triwulan III dan pendistribusiannya telah berlangsung secara bertahap pada akhir Agustus 2026.
6 Kelompok Lumbung Pangan
Adapun enam kelompok lumbung pangan penerima manfaat tersebut adalah:
Lumbung Pangan Dewi Asih (Desa Sumberjo, Kecamatan Jombang)
Lumbung Pangan Tunas Sejahtera (Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso)
Lumbung Pangan Makmur (Desa Pagertanjung, Kecamatan Ploso)
Lumbung Pangan Plabuhan (Desa Plabuhan, Kecamatan Plandaan)
Lumbung Pangan Jatiwates (Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang)
Lumbung Pangan Ploso Rejo (Desa Johowinong, Kecamatan Mojoagung).
Merupakan Fondasi Kedaulatan bangsa dan Desa Mantra
Dalam sambutannya, Bupati Jombang Warsubi menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk dukungan nyata Pemkab Jombang terhadap arah kebijakan pembangunan nasional.
“Ketahanan pangan merupakan fondasi kedaulatan bangsa. Dalam kerangka Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, swasembada pangan menjadi prioritas kedua dari delapan misi pembangunan nasional,” ujar Warsubi.
Warsubi menjelaskan, Kabupaten Jombang merespons kebijakan tersebut melalui program daerah Jombang Swasembada yang diselaraskan dengan Program Desa Mantra. “Pemerintah Kabupaten Jombang berkomitmen memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal melalui program ‘Jombang Swasembada’.
Sejalan dengan itu, Program Desa Mantra dijalankan untuk memperkuat cadangan pangan di tingkat desa, khususnya melalui pengisian lumbung dengan gabah kering giling,” lanjutnya.
Bupati berharap bantuan hibah ini dikelola dengan sebaik-baiknya dan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi.
Lumbung Pangan Perkuat Kemandirian Masyarakat
“Lumbung pangan harus difungsikan sebagai tempat penyimpanan cadangan pangan yang dapat diandalkan untuk menjaga ketersediaan pangan di desa dan memperkuat kemandirian masyarakat,” tegas Warsubi.
Guna memastikan efektivitas dan keberlanjutan program, Bupati menginstruksikan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan untuk melakukan pengawasan ketat secara berkala.
Dinas KPP Diminta Melakukan Pengawasan
“Kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang, saya minta agar terus melakukan pendampingan, pembinaan, pemantauan, dan evaluasi. Pastikan pengelolaan lumbung berjalan secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*dan)















