Kolaborasi DISPERTA dan AFCO Group, Petani Hemat Biaya dengan Mikroba Cair Organik (MCO)

- Penulis

Selasa, 26 Agustus 2025 - 13:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Pertanian bersama AFCO Group melaksanakan lokakarya untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan teknologi pertanian modern. Salah satunya  untuk mewujudkan pengembangan budidaya padi dengan aplikasi Mikroba Cair Organik (MCO) (photo atas), sedangkan photo bawah Kepala Dinas Pertanian bersama pihak bapak asuh melakukan panen raya hasil penerapan Mikroba Cair Organik, Selasa (26/8/2025).

Dinas Pertanian bersama AFCO Group melaksanakan lokakarya untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan teknologi pertanian modern. Salah satunya untuk mewujudkan pengembangan budidaya padi dengan aplikasi Mikroba Cair Organik (MCO) (photo atas), sedangkan photo bawah Kepala Dinas Pertanian bersama pihak bapak asuh melakukan panen raya hasil penerapan Mikroba Cair Organik, Selasa (26/8/2025).

Kolaborasi DISPERTA dan AFCO Group, Petani Hemat Biaya dengan Mikroba Cair Organik (MCO)

Jombang, layang.co  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang melalui Dinas Pertanian setempat berkolaborasi dengan delapan perusahaan swasta dalam program “Bapak Asuh” yang bertujuan untuk mendongkrak ekonomi daerah, terutama di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pangan, serta pertanian.

Salah satu implementasi program ini adalah kerja sama antara AFCO Group dan Dinas Pertanian Kabupaten Jombang. Kolaborasi ini diwujudkan melalui pengembangan budidaya padi dengan menggunakan teknologi Mikroba Cair Organik (MCO).

“Program bapak asuh antara Dinas Pertanian bersama AFCO Group ini kita tindak lanjuti dengan perjanjian kerja sama untuk peningkatan sumber daya manusia dan teknologi pertanian modern. Salah satunya ini kita wujudkan dalam bentuk pengembangan budidaya padi dengan aplikasi MCO,” ujar Ir. Moch Rony, MM, dari Dinas Pertanian pada, Selasa (26/8) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tembelang.

Penerapan teknologi pertanian di Jombang berfokus pada tiga indikator utama: penurunan biaya usaha tani, peningkatan produksi, dan perbaikan kualitas agroekosistem.

Uji coba MCO telah dilakukan di lahan BPP Tembelang. Hasilnya menunjukkan efektivitas MCO dalam menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil panen. Berdasarkan analisis usaha tani, harga pokok produksi (HPP) padi dengan aplikasi MCO mencapai Rp 3.058 per kg, jauh lebih rendah dibandingkan HPP tanpa MCO yang mencapai Rp 3.706 per kg.

“Dengan aplikasi MCO, HPP selisih lebih rendah Rp 706 per kg. Hasil ubinan teman-teman PPL BPP Tembelang, untuk 1 hektar masih bisa mencapai 7 ton lebih, sementara penggunaan pupuk anorganik turun,” jelas Rony.

General Manager Integrated Farming System (IFSS) AFCO Group, Sadewa Bayu Adji, menambahkan bahwa MCO akan terus dikembangkan. Ke depannya, MCO tidak hanya berfungsi sebagai pembenah tanah, tetapi juga diperkaya dengan nutrisi penting bagi tanaman dan berfungsi sebagai pelarut unsur hara.

Baca Juga:  Wabup Gus Salam Hadiri Do’a Bersama Ribuan Siswa SMA untuk Meraih Sukses Akhir Studi

Setelah uji coba sukses di BPP Tembelang, MCO akan segera diterapkan di berbagai wilayah lain, termasuk di BPP Sumobito, BPP Bareng, BPP Jogoroto, BPP Ploso, serta di demplot mandiri para penyuluh pertanian lapangan (PPL) se-Kabupaten Jombang.

“Sebelum perluasan demplot, dilaksanakan lokakarya antara tim ahli IFSS AFCO Group dengan para PPL. Lokakarya ini membahas pola kerja sama dan penerapan bioteknologi pertanian yang dihasilkan oleh tim riset IFSS,” ungkap Rony.

Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada komoditas padi, tetapi juga akan diperluas ke komoditas jagung. Para petani akan dibantu dengan penyediaan teknologi, sarana produksi, pendampingan, hingga jaminan pembelian hasil panen.

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen untuk menyukseskan visi kepemimpinan Bupati Jombang Warsubi, yaitu “Kobarkan Mantra Astacita: Kolaborasi Bersama Mewujudkan Jombang Maju dan Sejahtera melalui Asta Cita”.

Sementara itu owner AFCO Grup H. Agung Wicaksono yang juga hadir langsung pada kegiatan tersebut menegaskan bahwa program yang dilaksanakan kali ini adalah tindak lanjut dari program “Bapak Asuh” yang digagas oleh Bupati Jombang. Program ini bertujuan untuk memajukan pertanian Indonesia dengan mekanisasi, biaya produksi yang lebih murah, serta kepastian serapan pasar dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami akan membangun kerja sama dengan petani, baik di bidang penyediaan benih, pupuk, sampai hasil panen dan manajemen budidaya,” tambahnya.

Agung Wicaksono juga menekankan bahwa perusahaan yang dipimpinnya siap menjadi “Bapak Asuh” bagi para petani Jombang. Menurutnya, panen perdana ini adalah wujud nyata dari program percontohan yang telah mereka canangkan bersama Dinas Pertanian beberapa bulan lalu.

“Kami ingin bahwa petani Indonesia, khususnya Jombang, bisa menjadi lebih maju,” ujar Wicaksono. Ia berharap dengan panen perdana yang menggunakan pupuk organik, hasil panen ke depan akan menjadi lebih baik. (*dan)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel layang.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musrenbang 2026 di Gudo: Pembangunan 2027, Prioritas Peningkatan Jalan Kabupaten Rp 1 Miliar dan Peneranan Jalan Umum Rp 200 Juta di Wilayah Kecamatan
Pemkab Launching ADD dan PDRD 2026, Bupati Jombang Tekankan Kemandirian Ekonomi Desa
DPRD Jombang Gelar Rapat Paripurna, Bupati Warsubi Sampaikan Pendapat Akhir, Setujui Raperda Desa Sadar Hukum Menjadi Perda
Bupati Warsubi Buka Musrenbang 5 Kecamatan di Peterongan untuk Menyelaraskan Usulan Desa dengan Prioritas Nasional
Bupati Jombang Hadiri Rakornas 2026 di Sentul, Siap Kawal Arahan Presiden Menuju Indonesia Emas 2045
Pemkab Jombang Bakal Hibah Rp 1 Miliar untuk Peroleh 100 Ribu Keping Blangko KTP-el
Ini Upaya, Menghidupkan Kembali Tirta Wisata: Bupati Warsubi Launching “Eling Gahana” dan Jombang Creative Hub
Blangko Terbatas, Cetak KTP-el di Jombang Dibatasi 300 Keping per Hari

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:34 WIB

Musrenbang 2026 di Gudo: Pembangunan 2027, Prioritas Peningkatan Jalan Kabupaten Rp 1 Miliar dan Peneranan Jalan Umum Rp 200 Juta di Wilayah Kecamatan

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:54 WIB

DPRD Jombang Gelar Rapat Paripurna, Bupati Warsubi Sampaikan Pendapat Akhir, Setujui Raperda Desa Sadar Hukum Menjadi Perda

Kamis, 5 Februari 2026 - 12:09 WIB

Bupati Warsubi Buka Musrenbang 5 Kecamatan di Peterongan untuk Menyelaraskan Usulan Desa dengan Prioritas Nasional

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:43 WIB

Bupati Jombang Hadiri Rakornas 2026 di Sentul, Siap Kawal Arahan Presiden Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:58 WIB

Pemkab Jombang Bakal Hibah Rp 1 Miliar untuk Peroleh 100 Ribu Keping Blangko KTP-el

Berita Terbaru