Home / Tak Berkategori

Antisipasi Gagal Panen, Pemdes Watudakon Kesamben Jombang Keduk Saluran Pembuangan Air

- Penulis

Jumat, 6 Juni 2025 - 16:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo atas: Kepala Desa Watudakon, Suharto didampingi Sekretaris Desa Watudakon Madenan Ismanto (berkopyah) sedang meninjau lokasi disaluran air pembuangan yang dikerjakan mesin bego. Photo bawah: Para Petani penanam buah semangka melakukan upaya penyedotan genangan air akibat curah hujan tinggi merendam buah semangka siap petik pada lahan persawahan di Dusun Rembugwangi, desa setempat, awal Mei 2025 lalu.

Photo atas: Kepala Desa Watudakon, Suharto didampingi Sekretaris Desa Watudakon Madenan Ismanto (berkopyah) sedang meninjau lokasi disaluran air pembuangan yang dikerjakan mesin bego. Photo bawah: Para Petani penanam buah semangka melakukan upaya penyedotan genangan air akibat curah hujan tinggi merendam buah semangka siap petik pada lahan persawahan di Dusun Rembugwangi, desa setempat, awal Mei 2025 lalu.

Antisipasi Gagal Panen, Pemdes Watudakon Kesamben Jombang Keduk Saluran Pembuangan Air

Jombang, layang.co – Pemerintah Desa Watudakaon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur mengambil langkah sigap dalam upaya peningkatan kesejahteraan usaha tani.

Yakni dengan melakukan normalisasi saluran pembuangan air irigasi di lingkungan persawahan di desa setempat, khususnya di Dusun Rembugwangi. Upaya ini menyikapi insiden banjir, yang menimbulkan kerugian para petani penggarap, tanaman buah semangka, awal bulan Mei 2025 lalu.

“Sidimentasi saluran sudah dangkal, menyebabkan aliran air mambeg, mengalir tidak bisa lancar, sehingga perlu dikeduk.  Insya Alloh, setelah dikerjakan, akan normal dan tidak lagi ada kegagalan panen,” tukas Suharto, S.Sos., ST, Kepala Desa Watudakon kepada https://layang.co saat meninjau lokasi pengerukkan, Jum’at (5/6/2025).

Sebagaimana diketahui, warga tani di Dusun Rembugwangi mengalami gagal panen buah semangka siap petik, akibat buah semangka terendam air, busuk, disamping cuaca dan curah hujan relatif tinggi. Kejadian serupa juga dialami petani di Dusun Watudakon, Dusun Jerukwangi di desa setempat yang menaman buah semangka.

Satu Patok, banon 200 tanaman semangka tahun lalu dijual tebasan dilahan laku sekitar Rp 20-an juta. Namun tahun 2025 ini bervariasi, dibawah Rp 5 juta.  Harga itu untuk biaya garap sekitar Rp 8-an juta tidak kembali.

“Bahkan ada yang tidak bisa dipanen, tidak mendapatkan uang balik modal, alias hanya dihargai Rp 1,5 juta. Untuk beli pupuk, obat-obatan dan ongkos kerja tidak cukup,  karena seluruh hamparan sawah terendam air,” papar Kades.

Pantauan di lapangan, normalisasi menggunakan mesin bego, mulai dikerjakan, Senin (2/6/2025). Lokasi disisi timur wilayah kampung. Saluran dangkal yang semula lebar kurang dari satu meter, diluaskan menjadi 1,5 meter, kedalaman menjadi lebih rendah dari permukaan sawah.

Panjang saluran yang dikeduk mencapai 1,5 KM, berbatasan dengan jalan kampung rabat beton menuju persawahan. Petani telah memasang pipa paralon diujung sawah terbenam pada tanggul sebagai penahan saluran pembuangan air dari sawah.

“Nah, dikerjakan serupa ini yang kami harapkan, ada tanggul sehingga luapan air dari permukiman  tidak bisa menerobos/masuk ke sawah,” ucap Suroto (67 tahun) seorang petani yang memiliki lahan cukup luas di kawasan tersebut dan mengalami kerugian paling banyak dibanding petani lain.

Kades Suharto menjelaskan, pengerukan sidimentasi, baru disikapi  tahun 2025 ini menyesuaikan kecukupan anggaran melalui program pembangunan sarana dan prasarana desa, terutama terkait dengan dukungan program pemerintah pusat (Presiden, red) terhadap ketahanan pangan.

“Anggaran kegiatan normalisasi bersumber dari dana desa (DD) tahun 2025, nilainya relatif, menyesuikan kebutuhan, karena yang dikerjakan bukan hanya pada saluran untuk kepentingan usaha tani, melainkan juga ada normalisasi saluran permukiman didalam dusun,” beber Kades tanpa bersedia menyebut nilai pos anggaran.

Dia menambahkan, kegiatan ini diharapkan memberi manfaat optimal, bisa meningkatkan hasil panen usaha tani diwilayah tersebut. Pengalaman hasil panen padi, pada kawasan tersebut produksi sekitar 1,1 ton per banon seratus.

“Dengan kondisi sudah normal, lahan tidak becer, hasilnya akan lebih meningkat baik, apabila nanti panen padi maupun jagung, yang sementara ini sedang persiapan tanam jagung,” pungkas Suharto. (dan)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel layang.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SSB Pesawat FC Juara I KU-12 dan SSB AB Perkasa Juara I KU-10 Piala Presiden 2026 di Kabupaten Jombang
Piala Presiden di Jombang Diikuti 25 tim KU-10 dan KU-12
Mulai  19 – 28 Juni 2026 Polres Jombang Gelar Kejuaraan Bola Voli Putra-Putri Antar Kecamatan Bebas Bon di GOR Merdeka Jombang
10 KDAW Dilantik, Ini Pesan Bupati Jombang Jelang Pilkades Serentak 2027
Seiring Bertambahnya Usia Kenali Sarkopenia, Apabila Ada Gejala Segera Konsultasi atau Berobat ke Poli Ortopedi RSUD Jombang
Pastikan Tepat Sasaran, Sekdakab Jombang Pimpin Validasi Faktual ‘Seklah Rakyat’ Kuota 270 untuk SD, SMP dan SMA
Rapat Paripurna DPRD Jombang Penyampaian Jawaban Bupati Terkait Raperda Penyelenggaraan Jasa Konstruksi
DPRD Jombang Gelar Rapat Paripurna Paparan Bupati Warsubi tentang Pertanggunjawaban APBD 2025 Terkait Rancangan Raperda 2025

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:31 WIB

SSB Pesawat FC Juara I KU-12 dan SSB AB Perkasa Juara I KU-10 Piala Presiden 2026 di Kabupaten Jombang

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:11 WIB

Piala Presiden di Jombang Diikuti 25 tim KU-10 dan KU-12

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:46 WIB

Mulai  19 – 28 Juni 2026 Polres Jombang Gelar Kejuaraan Bola Voli Putra-Putri Antar Kecamatan Bebas Bon di GOR Merdeka Jombang

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:12 WIB

10 KDAW Dilantik, Ini Pesan Bupati Jombang Jelang Pilkades Serentak 2027

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:12 WIB

Seiring Bertambahnya Usia Kenali Sarkopenia, Apabila Ada Gejala Segera Konsultasi atau Berobat ke Poli Ortopedi RSUD Jombang

Berita Terbaru

Photo: Rangkaian photo upacara pembukaan Piala Presiden I tahun 2026 diikuti 10 Tim KU-10 tahun, 14 KU-12 tahun. Tampak Kepala Dsiporapar menyerahkan bola sepak kepada wasita dan Ketua KONI menyerahkan bola sepak kepada pelatih peserta kejuaraan, Sabtu (20/06/2026).

Olahraga

Piala Presiden di Jombang Diikuti 25 tim KU-10 dan KU-12

Sabtu, 20 Jun 2026 - 11:11 WIB