Dukung Swasembada Pangan Disperta Jombang Gelar Workshop Optimalkan BTS

- Penulis

Sabtu, 25 Januari 2025 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Ir Muchammad Rony, MM sedang menyampaikan sambutan pada Workshop Budidaya Tanaman Sehat (BTS), Selasa (21/01/2025) di Wonosalam. Hadir para peserta Koordinator PPL dan nara sumber dari Perguruan Tinggi Universitas Brawijaya Malang.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Ir Muchammad Rony, MM sedang menyampaikan sambutan pada Workshop Budidaya Tanaman Sehat (BTS), Selasa (21/01/2025) di Wonosalam. Hadir para peserta Koordinator PPL dan nara sumber dari Perguruan Tinggi Universitas Brawijaya Malang.

Dukung Swasembada Pangan Disperta Jombang Gelar Workshop Optimalkan BTS

Jombang, layang.co – Guna mendukung tercapainya swasembada pangan nasional Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang akan mengotimalkan realisasi program Budidaya Tanaman Sehat (BTS).

Untuk mencapai itu, pihaknya akan berkolaborasi dengan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) utamanya Pemerintah Desa, mengingat realisasi program ini tidak bisa dilakukan sendiri. Program ini telah dimasukkan dalam renstra Dinas Pertanian tahun 2025-2030.

“Mulai tahun 2024 lalu, kami telah intens melakukan komunikasi dengan pemerintah desa untuk mengembangkan regu pengendali hama (RPH) dan pengembangan BTS melalui dana desa,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Ir Muchammad Rony, MM saat menyampaikan sambutan pada Workshop Budidaya Tanaman Sehat (BTS), Selasa (21/01/2025).

Kegiatan berlangsug di Wonosalam bekerja sama dengan PT. KBI (Kliring Berjangka Indonesia) mengambil tema: “Melalui Budidaya Tanaman Sehat Kabupaten Jombang Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan”.

Workshop BTS yang diikuti semua koordinator wilayah PPL (penyuluh pertanian lapangan) dan semua petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuham (POPT), serta eselon III, UPT penyuluhan dan para KJF (kordinator jabatan fungsional) Kabupaten Jombang.

Workshop tersebut mendapat dukungan dari Perguruan Tinggi, hadir sebagai nara sumber yakni Doktor Gatot Mudjiono tokoh PHT dari Universitas Brawijaya (Unbraw) serta Luqman Qurata Aini ahli hama penyakit dan bio-science. Hadir pula Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementan RI, DR. Rachmat melalui Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Gandi Purnama.

Keterlibatan manajemen perusahaan swasta KBI dalam pengembangan BTS, salah satunya yang mensuport bantuan sarana pendukung antara lain baterai drone, genset untuk mendukung operasional drone dan power weeder atau mesin pengendali gulma.

Baca Juga:  Forum TJSL Jombang Bersinergi Membangun Dengan Hati

Menurut Kadisperta, tuntutan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian tidak bisa dihindari. Untuk mewujudkan cita-cita swasembada pangan pemerintah telah menargetkan luas tanam 20 juta hektare secara nasional di tahun 2025.

Sedangkan di Kabupaten Jombang, saat ini ditarget luas tanam mencapai 81.250 hektare, dari biasanya rata-rata berkisar antara 70.000 – 75.000 hektare se tahun.

Rony menyebut, untuk mencapai tujuan tersebut tentu saja akan menghadapi sejumlah tantangan yang cukup berat, seperti kebiasaan petani kita dalam budidaya tanaman memakai berbagai bahan kimia sintetis secara intensif.

“Ini menjadi penyebab budidaya pertanian berbiaya tinggi, kerusakan lingkungan bahkan produksi bisa mengalami stagnan,” urainya.

Untuk itu, Disperta Jombang tidak hanya melakukan penambahan luas tanam saja. Tetapi juga penerapan teknologi atau pendekatan budidaya yang mencakup tiga aspek, meliputi peningkatan produksi dan produktivitas, efisiensi biaya produksi dan ramah lingkungan, jelasnya.

Pada bulan-bulan selanjutnya, kata Rony, pihak Disperta Jombang akan menindaklanjuti dengan pelatihan kepemanduan BTS. Melakukan pendampingan kepada petani.

Rony mengaku, pihaknya telah menerima surat dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur tertanggal 10 januari 2025. Yang isinya pemberitahuan bahwa kegiatan manajemen tanaman sehat (MTS) tahun 2025 akan ditempatkan di Jombang.

“Tentu ini menjadi kebanggaan bagi kami dipercaya sebagai tuan rumah. Tapi ini juga sebagai bentuk tanggungjawab untuk menyukseskan acara tersebut,” pungkasnya. (*dan)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel layang.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Jombang Tahun Ajaran 2026/2027 Dimulai
Dampak Perubahan Iklim, Dinas Pertanian Jombang Perluas Asuransi Usaha Tani 800 Hektare
Bupati Warsubi Lantik Pejabat Administrator, Pengawas dan 19 Kasek TK-SD, Berikut Daftarnya
Disperta Jombang Targetkan Bongkar Ratoon 3.200 Ha Tahun 2026, Baru Tercapai 54 Persen
Menteri LH Apresiasi Inisiatif Pemkab Jombang Kelola Sampah Penuh Progresif Mendekati Sempurna
Sebanyak 1.225 Mahasiswa UPN Akan Optimalisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Kreatif UMKM Desa di Kabupaten Jombang
81 Pejabat Lingkup Pemkab Jombang Dilantik Bupati Warsubi
Apotek Seger Beri Layanan 24 Jam, Klinik Tampung Peserta BPJS Maupun Masyarakat Umum

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:37 WIB

MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Jombang Tahun Ajaran 2026/2027 Dimulai

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:11 WIB

Dampak Perubahan Iklim, Dinas Pertanian Jombang Perluas Asuransi Usaha Tani 800 Hektare

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:15 WIB

Bupati Warsubi Lantik Pejabat Administrator, Pengawas dan 19 Kasek TK-SD, Berikut Daftarnya

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:09 WIB

Disperta Jombang Targetkan Bongkar Ratoon 3.200 Ha Tahun 2026, Baru Tercapai 54 Persen

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:38 WIB

Menteri LH Apresiasi Inisiatif Pemkab Jombang Kelola Sampah Penuh Progresif Mendekati Sempurna

Berita Terbaru