Komitmen PSTI Jombang Berobsesi Pemasalan Atlet dengan Melatih Guru Olahraga Jadi Pelatih

0
143
Photo kiri: Drs Oni Diar Ahyanto nara sumber TOT memberikan materi teknis pergerakan kaki atlet sepak takraw. Photo kanan: materi tentang pola permaianan di sampaikan di hadapan peserta yaitu guru olahraga SD, SMP, Mahasiswa, di Aula SMK Negeri 3 Jombang, Kamis (23/11/2023)

Komitmen PSTI Jombang Berobsesi Pemasalan Atlet dengan Melatih Guru Olahraga Jadi Pelatih

Jombang, layang.co – Cabang Olahraga Sepak Takraw Kabupaten Jombang berkomitmen ingin memperbanyak jumlah pelatih dari unsur guru olahraga, dengan harapan memasalkan olahraga sepak takraw kepada murid-muridnya agar makin banyak siswa yang terlatih untuk menjadi atlet.

Untuk mencapai tujuan itu PSTI Kabupaten Jombang mematangkan Pelatihan untuk Pelatih/Training of Trainers (ToT) dengan cara praktik langsung di arena tanding bagaimana olahraga sepak takraw yang benar. Pelatih dimulai sejak, Rabu (22/11/) sampai Kamis (23/11).

Materi teknis permainan sepak takraw, disampaikan oleh Pengurus PSTI Provinsi Jawa Timur, Drs Oni Diar Ahyanto, Binpres PSTI Pengprov Jatim dan Drs Edy Santoso, Sekretaris PSTI Pengprov Jatim, di aula olahraga SMKN 3 Jombang, pada Kamis (23/11/2023).

Dihadapan sekitar 100 peserta TOT guru olahraga dari lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Oni Diar Ahyanto menilai, peserta sangat antusias, serius memperhatikan, mengikuti dan terjalin dialog/diskusi tentang materi yang disampaikan.

Ono Diar Ahyanto, lelaki kelahiran Trenggalek ini dibantu Rini Susanti, atlet PON PSTI Jatim, yang juga guru olahraga SMPN 1 Peterongan, Jombang, praktik memberikan materi pola permainan dasar sepak takraw, diantaranya meliputi streetching teknik pemanasan, kemudian permainan dasar, permainan lanjutan. Praktik permainan dibantu/dilakukan para atlet terlatih PSTI Jombang dipandu oleh Bapak Oni Diar.

Permainan dasar tentang pergerakan, bagaimana mengeluarkan tenaga, power tendangan, teknik permainan lanjutan seperti cara seref bola pertama, cara smass, heatdhing (dengan kepala), cara blocking, menahan serangan  dan strategi serangan.

“Permainan di sepak takraw beda dengan sepak bola. Kalau tendangan sepak takraw butuh kelenturan seluruh bagian tubuh, ayunan kaki. Sedangkan di sepak bola butuh kekuatan otot paha belakang,” terang Oni mantan pemain sepak takraw tahun 1980-1990-an.

Para peserta dipandu Rini Susanti praktik menendang bola sepak takraw secara benar. Peserta juga akan memperoleh Piagam Kepelatihan dari PSTI Kabupaten Jombang yang ditanda tangani Pengurus PSTI Jawa Timur, bisa bermanfaat untuk sertifikasi guru penunjang profesi guru.

Untuk pengenalan atau pemasalan, tahap awal, membuat anak-anak melakukan tendangan bola sepak takraw dengan senang, hingga menyukai, selanjutnya jikalau siswa SD banyak yang senang di tingkatkan dalam kejuaraan, bertingkat kecamatan, kabupaten hingga terjaring atlet untuk puslat.

Kelas pertandingan Cabor Sepak Takraw terdiri atas tim putra-putri ada 5 kelas, yakni, 1) Doble Event (3 orang), pemain 2, cadangan 1 orang; 2) Kelas Beregu (5 orang) pemain tiga, cadangan dua; 3) Kelas Kwadran (6 orang) pemain 4; kemudian Kelas Tim Doble Event dan Kelas Tim Beregu.

Ketua PSTI Jombang Alim, M.Pd melalui Sekretaris PSTI Edy Kusriatin mengatakan, pasca TOT akan dilakukan tindaklanjut menyelenggarakan kejuaraan tingkat SD-SMA putra-putri. Prakiraan pasca Pemilu 2024.

“Semoga para peserta bisa mengimplementasikan materi TOT, sehingga tujuan PSTI tercapai, atlet sepak takraw makin banyak, maskin selektif, makin berkualitas sehingga bisa memberi harapan meraih medali di segala event,” pungkas Alim, M.Pd disampaikan Edy Kusriatin. (dan)