Dikbud Hanya Kirim 5 Cabor Diajang POPDA 2022

0
336
Fita Rachma Ardana (tengah) atlet Selam Kabupaten Jombang, siswi SMP Negeri Megaluh mampu meraih medali emas nomor 6000 M selam laut diajang Porprov tahun 2022 di Situbondo.

Dikbud Hanya Kirim 5 Cabor Diajang POPDA 2022

Jombang, layang.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang hanya menyertakan lima cabang olahraga dalam gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jatim tahun 2022.

Lima cabor dimaksud adalah Atletik, Karate, Wushu, Selam, dan Petanque. Kelimanya dalam event Porprov diselenggarakan di Kabupaten Jember, Lumajang, Bondowoso dan Situbondo bulan Juni-Juli lalu telah berhasil meraih medali.

Sesungguhnya Dikbud Jombang ingin memberangkatkan 6 cabor dari 15 Cabor yang di gelar pada Popda 2022, namun Cabor Sepatu Roda yang juga meraih medali pada Porprov 2022 menyatakan mundur.  Alasan pengunduran diri karena di Jombang, lebih siap di nomor freestyle.

Sutrisno, Ketua Porserosi Jombang menilai pada Popda Jatim tahun ini, nomor yang dipertandingkan hanya speed. Sementara di Jombang, lebih siap di nomor freestyle.

”Hanya speed yang diperlombakan, freestyle tidak ada, kendala kita tidak punya arena speed, sepatunya juga berbeda,” jelas Sutrisno.

Senen, S.Sos., M.Si.,  Kepala Dinas Pendidikan  dan Kebudayaan Kabupaten Jombang mengatakan, lima cabor yang berangkat sesuai rencana awal, yaitu cabor yang berhasil raih medali di porprov.

”Kita sudah putuskan lima cabor, jumlah atletnya kami serahkan kepada cabor, kita ingin kirimkan sedikit, tapi gemuk isinya,” kata Senen.

Sebanyak 15 cabor yang dilombakan/dipertandingkan pada Popda 2022. Namun, 10 cabor tidak bisa ikut karena tak meraih medali di Porprov 2022, yakni Gulat, Panahan, Panjat Tebing, Tenis Lapangan, Renang, Taekwondo, Catur, Balap Sepeda, dan Bridge.

Sebelumnya, cabor-cabor lain yang tidak memperoleh medali diajang Porprov 2022 bersedia mengirimkan atletnya dengan biaya mandiri. Namun Dinas P dan K menyatakan tidak boleh.

”Tidak boleh pakai biaya mandiri, ini juga salah satu bentuk penghargaan kepada cabor yang mampu  medali di Porprov,” ujar Senen.

Mengenai jumlah atlet, Senen mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada cabor. Dengan catatan, limitnya harus jelas, potensi medalinya besar. ”Sesuai dengan juknis jumlah dan nomor yang diikuti,” tambah mantan Kepala Dinas Kepegawaian Daerah ini.

Pada tanggal 15 September semua nama dan nomor sudah harus didaftarkan ke provinsi. Setelah itu, masih tersisa kurang lebih 40 hari untuk melakukan pembinaan. Latihan disesuaikan dengan masing-masing cabor. Begitu juga pelatihnya.

”Kita pasrah semua ke cabor, kami hanya membantu konsumsi dan operasional latihan saja,” tandas Senen. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here