Hearing Dengan Komisi A, Asosiasi BPD Jombang Minta Difasilitasi Kenaikan Tunjangan, Minta Kendaraan Operasional dan Disiapkan Ruang Kesekretariatan

- Penulis

Selasa, 21 Juli 2020 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi A DPRD Kabupaten Jombang (kiri) Menerima Tim Asosiasi BPD Jombang, Selasa (21/7/2020).

Komisi A DPRD Kabupaten Jombang (kiri) Menerima Tim Asosiasi BPD Jombang, Selasa (21/7/2020).

Hearing dengan Komisi A, Asosiasi BPD Jombang Minta Difasilitasi Kenaikan Tunjangan, Minta Kendaraan Operasional dan Disiapkan Ruang Kesekretariatan

Jombang, layang.co – Sebanyak 8 orang Pengurus Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Jombang melakukan hearing dengan Komisi A DPRD, Selasa (21/7).  Mereka menyampaikan aspirasi minta difasilitasi dan dipenuhi harapannya, guna meningkatkan kinerja BPD dalam turut membangunan desa.

Rombongan yang dipimpin oleh Ketua  ABPEDNAS Adv. Abdul Wahid, SH dan Sekretaris Nurul Yaqin itu diterima oleh Komisi A lengkap 11 orang, di ruang rapat Komisi A. Dengar pendapat yang dipimpin oleh Andhik Basuki, Ketua Komisi A didampingi Sekretaris Kartiyono dan anggota lengkap itu berlangsung 2,5 jam.

Secara bergantian Abdul Wahab dan anggotanya menyampaikan lima hal, 1). Minta tunjangan kedudukan dan diasuransikan BPJS Ketenagakerjaan, 2). Bintek Peningkatan SDM,  study banding ke desa mandiri dan penyertaraan gender, 3). Perlu regulasi yang menguatkan BPD dalam menyepakati Perdes bersama Kades, menampung aspirasi dari warga dan melakukan pengawasan kinerja Kades.

4). Pengadaan ruang kantor kesekretariatan BPD, perlengkapan sarana kerja BPD dan adanya kendaraan operasional BPD, 5). BPD Kabupaten Jombang secara legal tergabung dalam wadah ABPEDNAS, untuk itu hendaknya dilibatkan dalam membahas kebijakan yang terkait dengan desa baik di DPRD dan Pemkab Jombang, papar Abdul Wahab.

Nurul Yaqin menambahkan, selama ini BPD tidak pernah dilibatkan dalam membahas APBDes, tahu-tahu ditodong tanda tangan proposal APBDes, dengan alasan proposal sedang ditunggu Kecamatan untuk dikirim ke Pemkab.

Menurut Abdul Wahab, tunjangan kinerja BPD Kabupaten Jombang selama ini paling kecil dibanding  daerah lain diluar Jombang. Tunjangan yang diterima selama ini sungguh sangat minim sementara tugas BPD dilapangan menjadi sasaran warga desa, untuk disampaikan kepada Kades.

“Setidaknya, ada kendaraan operasional. Mestinya menjadi 4 pilar, bukan 3 pilar (Kades, Babinsa, Babinkamtibmas), ditambah BPD untuk menjadi 4 pilar, yang seharusnya sama mendapat kendaraan operasional. Seperti di Kabupaten Pasuruan, Ketua BPD mendapat motor Megapro, Sekretaris dapat Honda Win. Kabupaten Jombang setidaknya seperti itu,” tukas Abdul Wahab.

Menangkap aspirasi tersebut Ketua Komisi A melempar ke Kepada Kadis DPMD Sholahudin Adhi Sucipto dan ke Kabag Hukum Setkab Jombang Abdul Majid Nidya Agung. Kadis DPMD menjelaskan, sesungguhnya sudah ada kenaikan, yang semula Rp 150 ribu/bulan ada tambahan Rp 50 ribu dalam tahun 2020 ini, menjadi Rp 200 ribu. Biaya operasional BPD tiap desa rata-rata sekitar Rp 20 juta/tahun

Baca Juga:  Kabupaten Jombang Sambut Positif  Pembangunan  Jargas 6137 Sambungan Rumah 

“Sudah kami upayakan ada kenaikan. Sesungguhnya, bisa ada kenaikan, semenjak terbentuk komunikasi yang harmonis dengan Kepala Desa. Karena PADes, ada peluang untuk dikelola dan boleh untuk menambah tunjangan BPD dan perangkat desa,” tutur Sholahudin.

Sedangkan Kabag Hukum menyarankan BPD bisa membuat tata tertib dan menyarankan Kades dalam pengelolaan sumber PADes. Butuh komunikasi intens untuk menyamakan persepsi mencari solusi untuk menghimpun PADes bisa meningkat. PADes, salah satu alternatif untuk meningkatkan tunjangan, kata Agung.

Sementara itu dari unsur DPRD menjanjikan akan mendiskusikan aspirasi ini di internal Komisi A, yang kemudian akan diterbitkan rekomendasi kepada Bupati untuk menyikapi sesuai keadaan.

Tentang fasilitas ruang kerja menurut Ketua Komisi A, bisa dikomunikasikan dengan Kades, menyesuaikan keadaan. Namun, kadang BPD desa tertentu, tidak aktif, kalaupun nanti ada kantor, jangan-jangan tidak ada orang yang datang masuk kantor.

Untuk menghindari BPD tidak merasa tertinggal dalam menyusun APBDes maka BPD bisa minta/ngankat staf, atau menambah tupoksi staf desa  membantu admin BPD, agar tersambung komunikasi dengan Kades, kapan waktu rapat dan kapan tanda tangan harus dibubuhkan, agar tidak meras ditodong, kata Andhi Basuki. Staf boleh di honor oleh Kades, ini jelas ada aturannya, tambahnya.

Isman, anggota Komisi A menyarankan agar BPD lebih proaktif, bisa kerja sama dengan Kades mencari terobosan, melalui beberapa sumber PADes. Misalnya, dengan meningkatkan ragam usaha BUMDES, dari PADes, BUMDES, pengeloaan keuangan bisa leluasa karena kewenangan pemerintah desa.

Ketua Komisi A, mengingatkan kepada Kadis DPMD untuk mengagendakan pelatihan untuk peningkatan SDM BPD, agar kinerja mereka bisa meningkat atau menyesuaikan dengan program kerja pemdes, karena mayoritas anggota BPD belum paham terhadap tupoksinya, pungkas Andhik Basuki. (dan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel layang.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebanyak 1.225 Mahasiswa UPN Akan Optimalisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Kreatif UMKM Desa di Kabupaten Jombang
81 Pejabat Lingkup Pemkab Jombang Dilantik Bupati Warsubi
Apotek Seger Beri Layanan 24 Jam, Klinik Tampung Peserta BPJS Maupun Masyarakat Umum
11.720 Orang Buruh Tani dan Buruh Pabrik Rokok Menerima BLT DBHCHT Tahun 2026 Senilai Rp 800.000
Jombang Optimis Tembus Target Investasi Rp 2,56 Triliun di Tahun 2026
Jombang Archive Awards 2026: Untuk Ngukur Kinerja Tertib Arsip dan Digital
10 KDAW Dilantik, Ini Pesan Bupati Jombang Jelang Pilkades Serentak 2027
Rapat Paripurna DPRD Jombang Penyampaian Jawaban Bupati Terkait Raperda Penyelenggaraan Jasa Konstruksi

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:34 WIB

Sebanyak 1.225 Mahasiswa UPN Akan Optimalisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Kreatif UMKM Desa di Kabupaten Jombang

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:27 WIB

81 Pejabat Lingkup Pemkab Jombang Dilantik Bupati Warsubi

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:13 WIB

Apotek Seger Beri Layanan 24 Jam, Klinik Tampung Peserta BPJS Maupun Masyarakat Umum

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:45 WIB

Jombang Optimis Tembus Target Investasi Rp 2,56 Triliun di Tahun 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:26 WIB

Jombang Archive Awards 2026: Untuk Ngukur Kinerja Tertib Arsip dan Digital

Berita Terbaru

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Jombang, Agung Hariadi, S.T., M.M menyampaikan, berdasarkan verifikasi lapangan, 7 gedung prioritas masih terus dikebut pengerjaannya dan belum sepenuhnya siap digunakan pada 14 Juli 2026.

Pendidikan

Sekolah Rakyat di Jombang Akan Dilaksanakan Mulai 31 Juli 2026

Senin, 13 Jul 2026 - 13:12 WIB

Pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si., dihadiri Wakil Bupati Salmanudin, S.Ag., M.Pd., Sekda Agus Purnomo, S.H., M.Si., beserta jajaran Staf Ahli, Asisten dan Kepala Perangkat Daerah, Kamis (9/7/2026).

Pemerintahan

81 Pejabat Lingkup Pemkab Jombang Dilantik Bupati Warsubi

Kamis, 9 Jul 2026 - 15:27 WIB