Dampak Stikerisasi Penerima PKHdan BPNT Banyak Warga di Kecamatan Kesamben Jombang Mengundurkan Diri

- Penulis

Sabtu, 23 November 2019 - 07:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Pasang Iklan Murah di Layang.co!
Pasang Sekarang

Pemasangan Stiker Penerima Bansos di Rumah Bu Julaini di Ds Jatiduwur Kesamben.

Pemasangan Stiker Penerima Bansos di Rumah Bu Julaini di Ds Jatiduwur Kesamben.

Dampak Stikerisasi Penerima PKH dan BPNT Banyak Warga di Kecamatan Kesamben Jombang Mengundurkan Diri

Jombang, layang.co – Menyusul tindakan Pemerintah Kabupaten Jombang melakukan penempelan stiker di rumah warga penerima PKH dan BPNT, kini banyak warga yang melakukan sikap mengundurkan diri. Siap tidak menerima bantuan sosial dimaksud. Perubahan sikap ini karena malu jika di diding rumahnya kena program stikerisasi. Karena keadaan dirinya sudah tergolong mampu secara ekonomi.

Ketua Koordinator PKH (Program Keluarga Harapan) Kecamatan Kesamben Septi Anggraeni ketika dihubungi media online layang.co per telepon mengatakan, perubahan sikap itu karena keadaan mereka sudah berubah dibanding awal program PKH berjalan sejak tahun 2009 lalu.Mereka yang merubah sikap mengundurkan diri itu karena sudah tidak lagi miskin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu Sekcam Kesamben ketika dikonfirmasi berkaitan dengan sikap warga Kecamatan Kesamben membenarkan, jika di kesamben sudah ada perubahan mampu secara ekonomi. “Warga Kesamben sudah jujur mengakui keadaan diri dan keluarganya. Jikalau setelah menerima PKH beberapa tahun lalu kini sudah berubah menjadi lebih mampu. Pendapatan ekonomi keluarga sudah tidak lagi kategori miskin,” ungkap Didik Sulistyono, SP Sabtu (23/11)

Menurut Didik, data warga yang mengundurkan diri, atau menolak rumahnya ditempeli stiker se-Kecamatan Kesamben per tanggal 21 Nopember 2019 sebanyak 86 orang, tersebar pada 14 desa. Diantaranya Ds Jombatan 7 org, Podoroto 4 org, Watudakon 2 org, Jombok 2 org, Kedungbetik 13 org, Kedungmlati 12 org, Gumulan 20 org, Pojokkulon 8 org, Jatiduwur 7 org, Wuluh 5 org, Carangrejo 2 org, Pojokrejo 4 org, sedangkan Desa Blimbing dan Desa Kesamben datanya belum masuk.

Baca Juga:  HUT ke-78 Eks Brimob Nusantara Polres Jombang Tanam Pohon dan Bakti Sosial

“Jumlah ini masih sangat mungkin terus berubah. Kami akan menyampaikan kepada Koordinator PKH Kecamatan, untuk dibuatkan surat penyataan yang mengundurkan diri. Jadi secara administrasi bisa dipertanggungjawabkan,” tutur Didik.

Septi Koordinator PKH Kecamatan Kesamben menyampaikan jumlah penerima  PKH sebanyak 2.300-an orang, sedangkan penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kesamben 5.000-an orang.  “Penerima BPNT jelas peserta PKH, tetapi penerima BPNT belum tentu orang PKH,” papar Septi.

Pemerintah Kecamatan Kesamben menyambut baik perubahan sikap peserta PKH yang menolak stikerisasi. Perubahan ini akan memberikan peluang bagi warga lain yang kondisinya masuk kategori miskin tetapi belum menerima PKH.  “Realisasi program ini akan kami alihkan, sesuai ketentuan,” ujar Septi

Sebagaimana diatur dalam Undang-undang, bahwa sanksi bagi warga penerima PKH yang telah mampu tetapi masih menerima bantuan PKH dan tidak mengundurkan diri dapat dikenakan Undang-Undang Fakir Miskin Nomor 13 tahun 2011, Pasal 42 dan Pasal 43.

Disebutkan dalam pasal ini, bagi setiap orang yang memalsukan data verifikasi dan validasi dapat dikenakan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah). (dan)

Berita Terkait

Pemkab Jombang Bantu 10,118 Ton Beras Kepada Korban Gempa Bumi NTT
Sambut Muktamar ke-35 NU  di Jombang Satpol PP dan Gabungan Bagikan Kerudung dan Edukasi Ketertiban
Korban Angin Kencang dan Puting Beliung di Jombang Peroleh Bantuan Dari Pemkab
Jelang Idul Fitri 1447 H, Pemkab Jombang Salurkan 2.495 Bansos Bagi PPKS dan PSKS Berupa Uang Rp 100 Ribu dan Beras 5 Kg
Pemkab Jombang, BAZNAS, AFCO Group Santuni 1.000 Anak Yatim
Presiden Prabowo Bantu 100 Becak Litrik untuk Warga Jombang
Gereja Allah Baik Bersinergi dengan Pemdes Sambongdukuh Undang Masyarakat Jombang Berobat Gratis
Perkuat Barisan Pilar Sosial, Bupati Jombang Pastikan Kehadiran Negara Bagi Masyarakat Rentan

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Pemkab Jombang Bantu 10,118 Ton Beras Kepada Korban Gempa Bumi NTT

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Sambut Muktamar ke-35 NU  di Jombang Satpol PP dan Gabungan Bagikan Kerudung dan Edukasi Ketertiban

Rabu, 1 April 2026 - 15:08 WIB

Korban Angin Kencang dan Puting Beliung di Jombang Peroleh Bantuan Dari Pemkab

Selasa, 17 Maret 2026 - 11:13 WIB

Jelang Idul Fitri 1447 H, Pemkab Jombang Salurkan 2.495 Bansos Bagi PPKS dan PSKS Berupa Uang Rp 100 Ribu dan Beras 5 Kg

Rabu, 4 Maret 2026 - 12:38 WIB

Pemkab Jombang, BAZNAS, AFCO Group Santuni 1.000 Anak Yatim

Berita Terbaru