Presiden RI Joko Widodo Hadiri Rakornas Penanggulangan Bencana 2019

- Penulis

Sabtu, 2 Februari 2019 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption foto : Presiden RI saat diwawancarai

Surabaya, memoexpos.co – Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana 2019 di JX Internasional Expo Surabaya, Sabtu (2/2/2019) 

Dengan menggunakan batik lengan panjang dan peci, gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini tiba bersama rombongan Presiden Jokowi pukul 09.00 WIB.

Dalam arahannya, Presiden Jokowi menyampaikan enam hal. Pertama, meminta kepala daerah dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk segera memulai perencanaan pembangunan di daerah yang dilandaskan aspek pengurangan resiko bencana. Apalagi negara Indonesia berada dalam garis cincin api. 

Menurutnya, setiap pembangunan ke depan harus dibagi sesuai zona seperti zona merah atau daerah yang dilarang, dan zona hijau. Bila ada zona merah, berarti tidak diperbolehkan mendirikan bangunan disana. Selain itu, Bappeda juga harus merancang bangunan tahan gempa. 

“Rakyat juga harus betul-betul dilarang masuk ke dalam tata ruang yang sudah diberi tanda merah, mereka harus patuh terhadap rencana tata ruang, karena bencana selalu berulang, ada siklusnya dan tempatnya disitu situ saja,” katanya.

Kedua, Presiden meminta agar massif melibatkan akademisi dan  pakar kebencanaan untuk meneliti titik-titik mana yang rawan bencana. Para peneliti ini kemudian meneliti dan mengkaji potensi bencana yang dimiliki. Upaya ini dilakukan agar mampu memprediksi ancaman serta mengantisipasi dan mengurangi dampak bencana. “Jangan ketika ada bencana baru bekerja,” katanya.  

Kemudian yang ketiga, apabila ada kejadian bencana  maka gubernur akan menjadi komandan satgas darurat, dan pangdam serta kapolda menjadi wakil komandan satgas. 

Keempat, Presiden Jokowi meminta agar segera membangun sistem peringatan dini terpadu berbasis rekomendasi hasil kajian para akademisi dan pakar kebencanaan. 

Baca Juga:  Hearing Dengan Komisi A, Asosiasi BPD Jombang Minta Difasilitasi Kenaikan Tunjangan, Minta Kendaraan Operasional dan Disiapkan Ruang Kesekretariatan

“Daerah harus mulai membangun sistem ini. Kepala BNPB juga harus mengkoordinasikan kementerian dan lembaga terkait agar sistem peringatan dini ini segera terwujud,” katanya.

Selanjutnya yang kelima, melakukan edukasi kebencanaan yang harus dimulai tahun ini baik di masyarakat maupun sekolah terutama di daerah rawan bencana. Untuk itu papan peringatan, rute evakuasi juga harus disiapkan, jangan sampai ketika ada bencana masyarakat berlari tanpa arah. 

“Yang terakhir, lakukan simulasi latihan penanganan bencana secara berkala dan teratur untuk mengingatkan masyarakat secara berkesinambungan sampai tingkat paling bawah atau RT RW sehingga masyarakat betul betul siap menghadapi bencana,” kata Presiden.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI. Doni Monardo mengatakan, tujuan pelaksanaan rakornas ini adalah melakukan pendalaman sistem informasi tentang ancaman berbagai jenis bencana oleh pakar, ahli dan peneliti. Selain itu rakornas ini juga bertujuan untuk penerapan standar pelayanan minimal penanggulangan bencana di kab/kota, sinkronisasi program mitigasi, sinkronisasi penanggulangan bencana baik pusat dan daerah, serta rencana integrasi pembangunan sistem peringatan dini bencana yang komprehensif. 

Rakornas yang diselenggarakan oleh BNPB ini mengambil tema ‘Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita’. Rakornas ini dihadiri 4.000 orang mulai pejabat dari kementerian/lembaga pusat, perwakilan dari kedutaan negara sahabat, kepala daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Indonesia, Bappeda se-Indonesia, tokoh masyarakat, serta organisasi internasional bidang kemanusiaan. 

Usai membuka rakornas, Presiden Jokowi didampingi Pakde Karwo meninjau pameran yang menampilkan alat-alat penyelamatan dan penunjang kerja BNPB. Turut hadir Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, Ketua Komisi VIII DPR RI, serta Walikota Surabaya. Siaran Pers, humaspemprovjatim/dewi. (bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel layang.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menteri LH Apresiasi Inisiatif Pemkab Jombang Kelola Sampah Penuh Progresif Mendekati Sempurna
Sebanyak 1.225 Mahasiswa UPN Akan Optimalisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Kreatif UMKM Desa di Kabupaten Jombang
81 Pejabat Lingkup Pemkab Jombang Dilantik Bupati Warsubi
Apotek Seger Beri Layanan 24 Jam, Klinik Tampung Peserta BPJS Maupun Masyarakat Umum
11.720 Orang Buruh Tani dan Buruh Pabrik Rokok Menerima BLT DBHCHT Tahun 2026 Senilai Rp 800.000
Jombang Optimis Tembus Target Investasi Rp 2,56 Triliun di Tahun 2026
Jombang Archive Awards 2026: Untuk Ngukur Kinerja Tertib Arsip dan Digital
10 KDAW Dilantik, Ini Pesan Bupati Jombang Jelang Pilkades Serentak 2027

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:38 WIB

Menteri LH Apresiasi Inisiatif Pemkab Jombang Kelola Sampah Penuh Progresif Mendekati Sempurna

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:27 WIB

81 Pejabat Lingkup Pemkab Jombang Dilantik Bupati Warsubi

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:13 WIB

Apotek Seger Beri Layanan 24 Jam, Klinik Tampung Peserta BPJS Maupun Masyarakat Umum

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:03 WIB

11.720 Orang Buruh Tani dan Buruh Pabrik Rokok Menerima BLT DBHCHT Tahun 2026 Senilai Rp 800.000

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:45 WIB

Jombang Optimis Tembus Target Investasi Rp 2,56 Triliun di Tahun 2026

Berita Terbaru