Bupati Jombang Mengikuti Rakernas  Pembangunan Pertanian 2021 Secara Virtua

- Penulis

Senin, 11 Januari 2021 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jombang Didampingi Sekdakab dan Sejumlah Kepala Dinas OPD Mengikuti Rakernas Pertanian Secara Virtual dari Ruang JCC Pemkab Jombang, Senin (11/01/2021).

Bupati Jombang Didampingi Sekdakab dan Sejumlah Kepala Dinas OPD Mengikuti Rakernas Pertanian Secara Virtual dari Ruang JCC Pemkab Jombang, Senin (11/01/2021).

Bupati Jombang Mengikuti Rakernas  Pembangunan Pertanian 2021 Secara Virtual

Jombang, layang.co – Presiden RI,  Joko Widodo (Jokowi) resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian Tahun 2021 yang dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/1/2021) pagi.

Rakernas ini juga diikuti secara virtual oleh Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Akh. Jazuli, Kepala Bappeda Budi Nugroho, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Bagian Perekonomian Tri Endah Sektiwati serta Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim)  Setdakab Jombang, Agus Djauhari dari ruang Jombang Command Center (JCC) Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Rakernas digelar dalam rangka penyusunan  program kerja Kementerian Pertanian tahun 2021 dengan arah pembangunan pertanian maju, mandiri, dan modern, katanya.

Arah Pembangunan Kementerian Pertanian adalah meningkatkan produktivitas beserta program pendukung terkait peningkatan produktivitas, dan diversifikasi pangan,  tentunya mengoptimalkan sumberdaya manusia yang dimiliki dan memanfaatkan kemajuan teknologi.

Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan dan nilai tambah ekspor adalah meningkatkan produktivitas pertanian dimana daerah yang mengalami defisit akan dikunjungi dan diberikan solusi. “Setiap Provinsi harus ada pangan lokal seperti pisang, sagu, dan sorgum,” tandas  Mentan.

Presiden Joko Widodo dalam pidatonya pada Rakernas Pertanian 2021 mengatakan dalam kondisi pandemi Covid-19, sektor pertanian menempati posisi paling sentral, FAO sudah memperingatkan bahwa potensi terjadinya krisis pangan, dan hal ini perlu diantisipasi. “Distribusi pangan dunia menjadi terkendala dan diketahui, dalam minggu terakhir ini kedelai menjadi isu paling disorot,” katanya.

Oleh karenanya Presiden Jokowi wanti-wanti untuk berhati-hati dalam melakukan pengelolaan pangan,  kedepan harus lebih serius lagi. Hal ini mengingat jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta lebih.

“Oleh sebab itu, pengelolaan terkait pangan harus menjadi concern utama, pembangunan pertanian harus serius secara detail terutama yang berkaitan dengan komoditas pertanian yang impor seperti kedelai, jagung, gula, bawang putih beras”, ucap Presiden Jokowi

Problem dari dulu terkait masalah impor khususnya kedelai, lanjut Presiden, adalah petani tidak mau tanam karena harganya kalah dengan kedelai impor. Menurut Presiden, kalau harga tidak competitive maka akan sulit untuk bersaing dan solusi untuk ini adalah lahan yang  luas agar bisa ditanami.

Baca Juga:  Pemkab Jombang Dorong Percepatan Pembangunan dan Kemandirian Desa Melalui BKK-PABD Tahun 2025

Urusan pupuk dan benih memang penting tetapi yang lebih penting adalah menyediakan lahan luas. Bicara pupuk, setahun subsidi pupuk mencapai Rp 33 triliun, returnnya apa, apakah produksi naik atau bagaimana. Angka ini besar dan harus dievaluasi. Pembangunan pertanian harus skala luas atau economic scale dan teknologi pertanian dipakai sehingga harga pokok produksi bisa bersaing dengan impor, kata Presiden.

Khusus untuk beras, kata Presiden, Indonesia sudah mengalami kemajuan karena sudah dua tahun tidak impor beras dan harus konsisten untuk tahun mendatang. Menurut dia, urusan gula, kedelai, bawang putih harus menjadi catatan karena impornya masih jutaan ton dan dicarikan design yang baik agar bisa diselesaikan.

“Kita harus membangun kawasan economic scale tidak bisa kecil lagi makanya saya dorong pembangunan food estate agar rampung,” tambahnya.

“Tolong ini menjadi catatan penting dan harus segera diselesaikan,  jangan hanya melakukan program dan kinerja rutinitas yang monoton. Untuk memperkuat Food Estate harus terus dilakukan dan dipantau, secara perlahan, areal tanam akan terus diperluas dan ekspansi ke beberapa daerah. Pada intinya Food Estate masih menjadi fokus utama. Kemudian terobosan lain adalah seribu desa perkebunan rumah tangga, setiap lahan rumah bisa dimanfaatkan untuk perkebunan. Lihat dilapangan apa problemnya, bagaimana teknologinya, ” tandas Presiden Joko Widodo

Mengakhiri arahannya, Presiden menyampaikan paling tidak di Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara, Food Estate-nya sudah rampung tahun ini, karena ini akan menjadi contoh dan jika sukses, provinsi lain bisa mencontohnya.

Dalam Rakernas Pertanian 2021 juga ditayangkan Video Sektor Pertanian Tangguh Hadapi Pandemi. Beberapa narasumber yang hadir secara virtual juga memaparkan materi. Diantaranya terkait perspektif anggaran keuangan untuk Ketahanan Pangan disampaikan Wakil Menteri Keuangan.

Road Map dan klaster pangan untuk mendukung pertanian disampaikan oleh Wakil Menteri  BUMN, dari  BKPM  Deputi Bidang kerjasama investasi BKPM menyampaikan peningkatan investasi disektor Pertanian pada era kenormalan baru, dan  Wakil Ketua Komisi IV DPR RI  Dedi Mulyadi memaparkan bagaimana mengembalikan kerangka kerja Petani Indonesia agar bergairah kembali, pertanian yang terintegrasi dan kembali ke pertanian organik, sebagaimana perss release Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim)  Setdakab Jombang. (dan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel layang.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musrenbang 2026 di Gudo: Pembangunan 2027, Prioritas Peningkatan Jalan Kabupaten Rp 1 Miliar dan Peneranan Jalan Umum Rp 200 Juta di Wilayah Kecamatan
Pemkab Launching ADD dan PDRD 2026, Bupati Jombang Tekankan Kemandirian Ekonomi Desa
DPRD Jombang Gelar Rapat Paripurna, Bupati Warsubi Sampaikan Pendapat Akhir, Setujui Raperda Desa Sadar Hukum Menjadi Perda
Bupati Warsubi Buka Musrenbang 5 Kecamatan di Peterongan untuk Menyelaraskan Usulan Desa dengan Prioritas Nasional
Bupati Jombang Hadiri Rakornas 2026 di Sentul, Siap Kawal Arahan Presiden Menuju Indonesia Emas 2045
Pemkab Jombang Bakal Hibah Rp 1 Miliar untuk Peroleh 100 Ribu Keping Blangko KTP-el
Ini Upaya, Menghidupkan Kembali Tirta Wisata: Bupati Warsubi Launching “Eling Gahana” dan Jombang Creative Hub
Blangko Terbatas, Cetak KTP-el di Jombang Dibatasi 300 Keping per Hari

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:34 WIB

Musrenbang 2026 di Gudo: Pembangunan 2027, Prioritas Peningkatan Jalan Kabupaten Rp 1 Miliar dan Peneranan Jalan Umum Rp 200 Juta di Wilayah Kecamatan

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:54 WIB

DPRD Jombang Gelar Rapat Paripurna, Bupati Warsubi Sampaikan Pendapat Akhir, Setujui Raperda Desa Sadar Hukum Menjadi Perda

Kamis, 5 Februari 2026 - 12:09 WIB

Bupati Warsubi Buka Musrenbang 5 Kecamatan di Peterongan untuk Menyelaraskan Usulan Desa dengan Prioritas Nasional

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:43 WIB

Bupati Jombang Hadiri Rakornas 2026 di Sentul, Siap Kawal Arahan Presiden Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:58 WIB

Pemkab Jombang Bakal Hibah Rp 1 Miliar untuk Peroleh 100 Ribu Keping Blangko KTP-el

Berita Terbaru