Terkait Pertanggungjawaban APBD 2024, Fraksi DPRD Beri Masukan Tingkatkan PAD

- Penulis

Sabtu, 17 Mei 2025 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Jombang Hadi Atamji, dihadiri langsung Bupati Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin Yazid, jajaran Forkopimda dan jajaran Kepala OPD di lingkup Pemkab Jombang, Rabu (14/5/2025)

Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Jombang Hadi Atamji, dihadiri langsung Bupati Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin Yazid, jajaran Forkopimda dan jajaran Kepala OPD di lingkup Pemkab Jombang, Rabu (14/5/2025)

Terkait Pertanggungjawaban APBD 2024, Fraksi DPRD Beri Masukan Tingkatkan PAD

Jombang, layang.co – DPRD Kabupaten Jombang, pada Rabu (14/5/2025) menggelar sidang Paripurna terkait pertanggungjawaban APBD tahun 2024 oleh Pemkab Jombang dalam hal ini Bupati Warsubi.

Terkait dengan itu sejumlah fraksi DPRD Jombang memberikan masukan terhadap solusi dan alternatif peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke depan.

Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Jombang Hadi Atamji, dihadiri langsung Bupati Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin Yazid, jajaran Forkopimda dan jajaran Kepala OPD di lingkup Pemkab Jombang.

Setelah dibuka Ketua DPRD Jombang, satu per satu fraksi menyampaikan  pandangan umumnya.

Seperti fraksi Golkar yang disampaikan Andik Purnawan. Dia berpandangan, terkait pendapatan BUMD Perusahaan Daerah (PD) Pangklungan Wonosalam, yang  mengalami penurunan target.

Capaian target 98,63 persen sehingga kurang dari capaian yang ditetapkan pada tahun 2024 sebesar Rp 101.046.746,34. Ini terlihat dari pendapatan bagi laba yang dibagikan kepada pemerintah daerah atau penyertaan modal pada BUMD.

“Kondisi BUMD PD Panglungan Wonosalam butuh solusi dan insiatif agar tidak mengalami penurunan pendapatan,” tuturnya.

Ke depan, diharapkan dapat menggerakkan usaha yang berkolaborasi dengan masyarakat serta dapat meningkatkan pendapatan daerah.

Perlu ada revitalisasi yang dilakukan. Misalnya, masih perlu dilakukan intensifikasi tanaman perkebunan dengan optimalisasi, seperti perawatan tanaman yang sudah ada, penggunaan teknologi pertanian dan perkebunan serta pengelolaan sumber daya alam yang efisien.

“Solusi usaha lain seperti pemberdayaan peternakan, perikanan dan konsep agrowisata  yang dapat mendatangkan investor serta sumber daya manusia,” sarannya.

Baca Juga:  Hari Jadi Pemkab Jombang ke-112, Provinis Jatim ke-77 dan Hari Santri Tahun 2022 Dirayakan Bersama

Kartiyono, dari Farksi PKB menyoroti carut marutnya nilai tarif Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) pada tahun 2024, mengakibatkan keresahan di masyarakat.

Menurutnya, ada banyak besaran  pajak yang harus mereka bayarkan mengalami kenaikan, bahkan tidak lazim pada  kenaikannya bahkan ratusan persen dari yang harus mereka bayar sebelumnya.

“Hal ini tidak bisa dibiarkan, pemerintah boleh membuat target peningkatan dari sektor pajak namun tidak boleh menambah beban rakyat kecil, yang saat ini justru mengalami penurunan daya beli karena kesulitan ekonomi,” katanya.

Fraksi PKB, sebut Kartiyono,  meminta ke pemerintah daerah untuk melakukan rekonstruksi ulang metode penentuan besaran Pajak PBB-P2. Khususnya terkait ketentuan nilai jual obyek pajak yang dirasakan oleh masyarakat terlalu mengada-ada, yang dampaknya sangat terasa bagi masyarakat.

“PKB medorong digitalisasi dalam pembayaran PBB-P2 serta peran aktif dalam sosialisasi tentang pembayaran PBB-P2,” tegasnya.

Fraksi PDI Perjuangan yang disampaikan Saiful, Fraksi PDI Perjuangan mengapresiasi pencapaian penerimaan pendapatan  retribusi daerah yang sangat tinggi, tetapi pencapaian ini tidak terlepas dari perubahan dari jasa layanan ke retribusi pelayanan kesehatan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2023, bahwa pelayanan kesehatan merupakan objek retribusi jasa umum.

“Meskipun begitu masih dapat di tingkatkan dengan melakukan intensifikasi penerimaan retribusi. Misalnya, dari retribusi perizinan tertentu dengan mempermudah perizinan dan pelayanan yang maksimal,” pungkasnya. (dan)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel layang.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Pers Nasional 2026: Bupati Jombang Tekankan Pentingnya Pers Sehat, Strategis Adatif di Era Digitalisasi
Tiga Bupati Bahas Rencana Pembangunan Flyover Mengkreng, Titik Macet Terpadat
Gubernur Jatim Minta Kepala Daerah Waspadai Musim Kemarau, Kekeringan Ekstrem Bulan Agustus
Pemkab Jombang Terapkan WFH Setiap Hari Jum’at, Mulai 2 April 2026
Menteri PPPA Tinjau Sekolah Rakyat dan UPTD PPA di Jombang
Inspektorat Gelar Forum Konsultasi Publik untuk Evaluasi, Serap Aspirasi dan Perbaikan Kinerja
Wujudkan Wajah Kota yang Humanis, Pemkab Jombang Gelar “Kring Pagi” dan Penataan Parkir Motor Pelajar
Bupati Jombang Serahkan LKPD Unaudited 2025 ke BPJ Jawa Timur

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 14:05 WIB

Hari Pers Nasional 2026: Bupati Jombang Tekankan Pentingnya Pers Sehat, Strategis Adatif di Era Digitalisasi

Kamis, 9 April 2026 - 12:11 WIB

Tiga Bupati Bahas Rencana Pembangunan Flyover Mengkreng, Titik Macet Terpadat

Rabu, 8 April 2026 - 10:59 WIB

Gubernur Jatim Minta Kepala Daerah Waspadai Musim Kemarau, Kekeringan Ekstrem Bulan Agustus

Selasa, 7 April 2026 - 12:29 WIB

Pemkab Jombang Terapkan WFH Setiap Hari Jum’at, Mulai 2 April 2026

Sabtu, 4 April 2026 - 14:46 WIB

Menteri PPPA Tinjau Sekolah Rakyat dan UPTD PPA di Jombang

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari (ketiga dari kiri), bersama tim dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur melakukan monitoring langsung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP tahun 2026, Senin (6/4/2026).

Pendidikan

Kadis Dikbud Jombang Bersama BBPMP Jatim Pantau TKA Jenjang SMP

Senin, 6 Apr 2026 - 12:01 WIB