Giatkan Export dan Investasi, Pj Bupati Jombang Melepas Export Kertas ke China

0
52
Hadir pada acara ini Pj Bupati Jombang Sugiat, Kepala Kantor Bea Cukai Kediri Ardiyatno, jajaran direksi PT Indonesia Royal Paper (IRP) untuk meresmikan Kawasan Berikat yang pertama di wilayah Jombang, sekaligus ditandai dengan melepas ekspor perdana ke China, Selasa (11/6/2024)

Giatkan Export dan Investasi, Pj Bupati Jombang Melepas Export Kertas ke China

Jombang, layang.co – Komitmen Pemerintah Kabupaten untuk mewujudkan Jombang menjadi kawasan ramah investasi telah ditandai dengan dilakukannya Ekspor Perdana Kawasan Berikat PT. Indonesia Royal Paper yang dipusatkan di Dsn. Plumpang Wetan, Daditunggal, Ploso, Jombang, pada Selasa (11/6/2024).

Kawasan berikat adalah tempat khusus untuk menimbun barang impor atau barang dari dalam negeri untuk diolah atau digabungkan, dengan tujuan utama untuk diekspor.

Kawasan ini memberikan berbagai fasilitas baik di bidang kepabeanan, cukai, maupun perpajakan. Fasilitas tersebut diberikan untuk mendorong perkembangan dunia usaha dan meningkatkan daya saing perusahaan pada skala global.

Pj Bupati Jombang Sugiat mengapresiasi ekspor perdana yang dilakukan oleh PT IRP. Pihaknya terus mendorong agar kawasan industri di Jombang terus tumbuh dan berkembang. Karena dengan perkembangan industri bisa menekan angka pengangguran.

“Jika pengangguran berkurang, maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Untuk itu, Kami undang investor lain untuk menanamkan modalnya di Jombang. Karena kami memiliki kawasan industri di utara Sungai Brantas,” kata Sugiat.

“Atas Nama Pemerintah Kabupaten Jombang, Saya mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT. Indonesia Royal Paper atas pelaksanaan ekspor perdana produk core board paper (kertas) ke China,” tutur Pj Bupati Jombang Sugiat.

Kegiatan ekspor ini tidak hanya membuka peluang baru di pasar Internasional, tetapi juga berkontribusi pada perluasan pasar domestik, peningkatan investasi, dan penambahan devisa untuk Indonesia.

“Saya yakin, dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, kita dapat menjadikan Kabupaten Jombang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang unggul,” kata Pj Bupati Jombang.

Pemerintah Kabupaten Jombang berkomitmen untuk mendukung penuh setiap upaya yang dapat meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat. Mewujudkan Kabupaten Jombang menjadi kawasan ramah investasi menjadi suatu keharusan guna menurunkan angka kemiskinan ekstrem dan stunting.

“Kami menyadari bahwa investasi, khususnya yang berorientasi ekspor, memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian daerah. Oleh karena itu, kami siap memberikan berbagai fasilitas, kemudahan dan menjamin keamanan bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di Kabupaten Jombang,” tandasnya.

Untuk mewujudkan Jombang kawasan ramah investasi, Pemkab Jombang telah membentuk Tim Percepatan dan Pengamanan Investasi.

“Semoga langkah ini menjadi awal yang baik untuk ekspor-ekspor berikutnya, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Kabupaten Jombang,” pungkas Sugiat Pj Bupati Jombang.

Chief Technology & Enggineering Officer MMNR Surya Widada menyampaikan, produk yang diekspor berupa Coreboard, sebagai bahan baku untuk pembuatan carton box, edge protector, papercore, palet kertas.

“Untuk ekspor perdana ini volume yang diekspor sebanyak 750 Ton, dilakukan secara bertahap. Hari ini diekspor 250 Ton. Pengirimannya menggunakan transportasi kapal laut,” jelas Surya

Keberhasilan yang dicapainya adalah berkat dukungan dari seluruh stakeholder, juga masyarakat sekitar. Adapun 300 karyawan yang bekerja adalah dari masyarakat sekitar. Dan kapasitas produksi PT IRP, Surya sebesar 180.000 per Tahun, tambah Surya.

Manfaat dengan adanya Kawasan Berikat untuk pemerintah antara lain, meningkatkan perekonomian nasional, meningkatkan export, menarik investasi, menciptakan lapangan kerja untuk penduduk sekitar, meningkatkan efesiensi logistik, memperlancar arus barang, menyederhanakan prosedur arus barang, mendukung program pemerintah dalam meningkatkan penerimaan negara (devisa), mewujudkan visi misi Pembangunan Pemerintah Indonesia.

Dengan adanya fasilitas kepabeanan ini, pengembangan infrastruktur dan peningkatan investasi asing juga dapat didorong, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif pada pengembangan ekonomi daerah. (*dan)