Drs H Ali Fikri: KBM Tatap Muka Bisa Diawali Agar Siswa tidak Kehilangan Orientasi Belajar

- Penulis

Rabu, 2 September 2020 - 12:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Pasang Iklan Murah di Layang.co!
Pasang Sekarang

Drs H Ali Fikri (kanan) Ketua Yayasan Khoiriyah, Sumobito Didampingi Nyohan Husada, Ketua Cabor Panjat Tebing (FPTI) Jombang.

Drs H Ali Fikri (kanan) Ketua Yayasan Khoiriyah, Sumobito Didampingi Nyohan Husada, Ketua Cabor Panjat Tebing (FPTI) Jombang.

Drs H Ali Fikri: KBM Tatap Muka Bisa Diawali Agar Siswa tidak Kehilangan Orientasi Belajar

Jombang, layang.co – Drs H Ali Fikri Ketua Yayasan Pendidikan Al-Khoiriyah Sumobito, Kabupaten Jombang mengatakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di Kabupaten Jombang hendaknya  bisa diawali agar siswa tidak kehilangan orientasi belajar.

Kondisi kehilangan orientasi belajar ini sudah terjadi.  Anak SMA kelas 3 sudah tidak mau melanjutkan sekolah alasan sudah bekerja. Sementara anak-anak SMP dan SD lebih asyik bermain, fokus game online atau bermain dengan teman di lingkungan tempat tinggalnya yang tidak ada kaitan dengan pendidikan formal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, evaluasi pandemi Covid-19 tidak bisa digeneralisasi, tidak harus menunggu semua kawasan Kabupaten Jombang  berubah status menjadi hijau. Namun sesunggunya bisa dilakukan secara spesifik, pada kawasan tertentu yang sejak awal tidak ada Covid-19 KBM bisa dimulai.

Disampaikan oleh Ali Fikri, kebijakan Kementrian Pendidikan atas KBM sistem daring, hasil dan kualitas maupun risiko yang ditanggung orang tua, siswa dan sekolah sangat besar. Bagi orang tua kewalahan membeli pulsa. Di rumah kadang anak-anak rebutan HP karena atu keluarga hanya memiliki satu HP, sedangkan  yang sekolah ada yang di SMP dan di SD dua anak.

“Anak kehilangan orientasi belajar terbukti, apabila disuruh mengerjakan tugas dari guru tidak mau, akhirnya orangtua yang mengerjakan. Pulsa yang telah dibeli boros, bukan untuk tugas sekolah melainkan lebih banyak digunakan bermain game online,” papar Drs Ali Fikri saat berbincang dengan layang.co,  disela menyaksikan Kejurkab Panjat Tebing dilingkungan SMK Khoiriyah, Sabtu pekan lalu.

Yayasan Khoiriyah yang dipimpinnya pernah menyikapi keluhan orang tua tentang kebutuhan pulsa, pihak Yayasan membantu Rp 25.000/murid yang sekolah di Khoiriyah. Namun tidak banyak memberi syafaat disamping butuh anggaran tidak sedikit.

Baca Juga:  Sekda Agus Purnomo Hadiri Pembukaan MTQ XXX Provinsi Jatim di Kota Pasuruan

Masih dilingkup Yayasan Khoiriyah, pada jenjang MI, ungkap Ali Fikri, guru pernah kita perintahkan datang ke rumah para siswa, namun kedatangan guru kurang bisa diterima lingkungan, karena dikhawatirkan bisa menimbulkan atau membawa virus corona.

“Akhirnya kita balik, anak-anak yang datang ke rumah guru, bahkan bayar Rp 2.000 per siswa, justru ini direspon orang tua sangat positif, merasa terbantu. Karena sudah terbiasa kewajiban pelajaran sekolah diajarkan oleh guru di sekolah,” ungkap Ali Fikri mantan Wakil Bupati/Plt Bupati periode 2004-2009.

Ali Fikri berpendapat, sesungguhnya KBM di Kabupaten Jombang sudah harus diselenggarakan dengan berbagai model. Misalnya, siswa datang ke sekolah dalam jumlah terbatas, mengikuti protokal Covid-19, bahkan KBM tidak harus didalam ruangan, bisa di halaman atau tempat yang layak, yang terkena sinar matahari  asal lokasinya bisa komunikasi antara guru-siswa.

Pemikiran ini, katanya, berdasarkan kondisi riil anak didik yang berdomisili di desa. Memiliki imun, ketahanan tubuh bagus. Ini bisa menjadi alasan membentuk Sekolah Tangguh bagi daerah yang aman dari Covid-19. Bagi anak kota KBM daring bisa berjalan baik, namun anak desa apabila tidak ada penjelasan guru  sudah pasrah, tidak mau belajar.

“Dengan kondisi pandemi mulai membaik belakangan ini KBM harus dirintis. Apalagi belakangan ini penularan virus justru terjadi pada pejabat, yang biasa kerja diruang ber-AC dan perkantoran, tapi kenyataan di desa nyaman,” pungkasnya. (dan)

Berita Terkait

Gubernur Jatim Apresiasi 193 Pelajar Jombang Raih Prestasi Nasional dan Internasional
Diskominfo Jombang Edukasi Civitas Akademika Undar Manfaatkan SP4N-LAPOR
Gemarikan 2026 di Tembelang: Komitmen Pemkab Jombang Perkuat Gizi Anak dan Ketahanan Pangan Sejak Dini
MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Jombang Tahun Ajaran 2026/2027 Dimulai
Bupati Warsubi Lantik Pejabat Administrator, Pengawas dan 19 Kasek TK-SD, Berikut Daftarnya
Sebanyak 1.225 Mahasiswa UPN Akan Optimalisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Kreatif UMKM Desa di Kabupaten Jombang
Sekolah Rakyat di Jombang Akan Dilaksanakan Mulai 31 Juli 2026
Pastikan Tepat Sasaran, Sekdakab Jombang Pimpin Validasi Faktual ‘Seklah Rakyat’ Kuota 270 untuk SD, SMP dan SMA

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Gubernur Jatim Apresiasi 193 Pelajar Jombang Raih Prestasi Nasional dan Internasional

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Diskominfo Jombang Edukasi Civitas Akademika Undar Manfaatkan SP4N-LAPOR

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:34 WIB

Gemarikan 2026 di Tembelang: Komitmen Pemkab Jombang Perkuat Gizi Anak dan Ketahanan Pangan Sejak Dini

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:37 WIB

MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Jombang Tahun Ajaran 2026/2027 Dimulai

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:15 WIB

Bupati Warsubi Lantik Pejabat Administrator, Pengawas dan 19 Kasek TK-SD, Berikut Daftarnya

Berita Terbaru