Dalam Suasana Pandemi Covid-19 Omset Pegadaian Jombang Meningkat 20 Persen

- Penulis

Rabu, 24 Juni 2020 - 07:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Pasang Iklan Murah di Layang.co!
Pasang Sekarang

Kepala Cabang Pegadaian Jombang, Agung Budiato, SE., MM. ketika Berbincang dengan layang.co Rabu (24/6/2020).

Kepala Cabang Pegadaian Jombang, Agung Budiato, SE., MM. ketika Berbincang dengan layang.co Rabu (24/6/2020).

Dalam Suasana Pandemi Covid-19 Omset Pegadaian Jombang Meningkat 20 Persen

 Jombang, layang.co – Merebaknya wabah pandemi virus corona disease (Covid-19) yang hingga kini belum mereda di masyarakat menjadikan omset Kantor Cabang Jombang meningkat 20 persen.

Peningkatan itu terjadi dalam kurun tiga bulan, Maret – Juni 2020. Tingginya animo masyarakat ini terkait dengan terbatasnya aktifitas kegiatan ekonomi, yang diserukan oleh pemerintah untuk “di rumah saja”. Hal ini memberikan dampak ekonomi bagi warga untuk memenuhi kebutuhan konsumtif keluarga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Cabang Pegadaian Jombang Agung Budiarto, SE., MM., Rabu (24/6/2020) diruang kerjanya kepada layang.co mengatakan, kenaikan terjadi semenjak pandemi dan ada intruksi pemerintah agar masyarakat membatasi diri dalam aktifitas sehari-hari, dalam upaya menekan penyebaran pandemi Covid-19.

“Seruan dimaksud,  menjadikan pendapatannya masyarakat menurun. Efeknya, masyarakat menggadaikan barang berharga miliknya. Alhamdulillah, atas kepercayaan masyarakat pihak kami mengalami kenaikan omset 20%, dibading tahun lalu,” tukas Kacab Pegadaian yang telah bertugas di Jombang sejak dua tahun lalu ini, tanpa bersedia menyebut nomimal  besar kenaikan 20% dimaksud.

Barang berharga yang digadaikan mayoritas berupa perhiasan emas. Seperti  cincin, kalung, giwang, dan emas lantakan. Selain itu juga berupa berlian, barang elektronik dan sepeda motor. Bahkan ada emas batangan.

Menurutnya, barang-barang tersebut nilainya bervariasi, dengan penafsiran harga antara 86% – 90%. Demikian pula jumlah pinjaman yang diberikan juga berbeda-beda, tergantung nilai tafsiran pihak Pegadaian dan kebutuhan yang diajukan oleh pemohon.

Warga Masyarakat Jombang Mendapat Pelayanan di Ruang Lobi Pegadaian, dengan Menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19, Jaga Jarak Bermasker.

Nilai pinjaman berdasarkan benda yang digadaikan. Minimal Rp 50.000 sampai tak terhingga.  Jangka waktu angsuran per 15 hari, dengan bunga 1,2%. Jatuh tempo 4 (empat) bulan. Jadi, dalam 15 hari bisa diangsur modal plus bunga, atau modalnya saja, atau bunga saja.

Baca Juga:  Atlit PORPROV Kabupaten Jombang Juga Menggunakan Kaos Buatan KIMJON

“Tetapi, apabila lebih dari 4 bulan barang-barang tersebut tidak diangsur akan dilelang oleh Pegadaian, untuk mengembalikan pinjaman. Manakala ada lebih, sisanya diberikan kepada pemilik,” jelas Agung Budiarto, Alumnus Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur ini.

Selain memberikan pinjaman gadai barang, perusahaan milik pemerintah (BUMN) ini juga memberikan Program Gadai Peduli terkait dengan pandemi Covid-19. Yakni memberikan pinjaman sebesar Rp 1 (satu) juta tanpa bunga bagi orang tertentu, mitra Pegadaian yang dipercaya.

“Program serupa ini pada waktu sebelum pandemi Covid-19 bernama Program Gadai Prima, dengan nilai pinjaman Rp 500 ribu. Program ini sebagai rasa perhatian dan keperdulian lembaga BUMN atas pandemi Covid-19,” kata Agung Kepala Cabang yang membawahi 9 Outlet Pegadaian (Jombang, Peterongan, Mojoagung, Ploso, Perak, Gudo, Ngoro, Cukir, Kandangan/Kab. Kediri) ini.                                                                                                                                                Pinjaman Kemitraan Bunga Rendah

Selain itu, tambahnya,  BUMN yang di pimpinya ini juga memberikan pinjaman modal usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pinjaman ini bertujuan membangkitkan pelaku usaha untuk membangun perekonomian level bawah, lingkup keluarga.

“Mohon maklum, plafon dana yang diberikan dari Korwil Pegadaian Surabaya terbatas,  untuk Jombang hanya Rp 150 juta. Sejauh ini, UMKM yang sudah bermitra dengan Pegadaian Jombang  sebanyak 5 unit pelaku usaha. Besar pinjaman bervariasi, sedangkan bunga pinjaman 0,5%,” pungkas Agung Budiarto, putra Madiun ini, mengakhiri perbincangan. (dan)

Berita Terkait

“New Hidden Café” Hadir Melengkapi Pesona Kolam Renang Zam Zam di Dusun Banjarkerep, Desa Banjardowo – Jombang
11.720 Orang Buruh Tani dan Buruh Pabrik Rokok Menerima BLT DBHCHT Tahun 2026 Senilai Rp 800.000
PT JAPFA Serahkan Kandang Ayam ULU ke Pemkab Jombang, untuk Dorong Kebangkitan Peternak Lokal
Presiden Prabowo Bantu 100 Becak Litrik untuk Warga Jombang
Kecamatan Perak Gelar Pesta Rakyat UMKM dan Sedekah Bumi, Wujud Syukur dan Penguatan Ekonomi Lokal
Sebanyak 10 Buruh Tani Cengkeh Desa Ngampungan, Bareng Peroleh Bantuan Langsung Tunai DBHCHT
Produk Unggulan UMKM Jombang Ikuti Pameran di  Jatim Fest 2025
Tomat Harga Anjlok, Ditumbas Bupati Kemudian Dibagikan Kepada Warga Jombang

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:21 WIB

“New Hidden Café” Hadir Melengkapi Pesona Kolam Renang Zam Zam di Dusun Banjarkerep, Desa Banjardowo – Jombang

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:03 WIB

11.720 Orang Buruh Tani dan Buruh Pabrik Rokok Menerima BLT DBHCHT Tahun 2026 Senilai Rp 800.000

Jumat, 19 Desember 2025 - 11:32 WIB

PT JAPFA Serahkan Kandang Ayam ULU ke Pemkab Jombang, untuk Dorong Kebangkitan Peternak Lokal

Senin, 24 November 2025 - 21:25 WIB

Presiden Prabowo Bantu 100 Becak Litrik untuk Warga Jombang

Jumat, 24 Oktober 2025 - 10:13 WIB

Kecamatan Perak Gelar Pesta Rakyat UMKM dan Sedekah Bumi, Wujud Syukur dan Penguatan Ekonomi Lokal

Berita Terbaru