Panen Raya Tembakau di Utara Brantas, Potensi Ekonomi Rp 487 M, Pemkab Berikan Bantuan Saprodi untuk Dorong Produktitas
Jombang, layang.co – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian melaksanakan panen raya tembakau dipusatkan di Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Rabu (7/10/2026).
Sentra utama berada di kawasan utara Sungai Brantas, meliputi dari yang terluas di Kecamatan Kabuh, Ploso, Plandaan, disusul Kudu dan Ngusikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bersamaan dengan itu, untuk mendorong produktifitas Pembab memberikan bantuan sarana dan produksi (saprodi).
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Much. Rony, M.M., menyampaikan hingga akhir September 2026, luasan lahan tembakau di Jombang telah mencapai 6.508,7 hektare.
Produktivitas daun basah kita mencapai 15 – 17 ton per hektare. Jika dikalkulasikan dengan harga terendah Rp 5.000/kg, potensi ekonomi yang berputar nyaris menyentuh setengah triliun rupiah atau Rp 487 miliar.
“Ada sekitar 15.000 petani yang roda perekonomiannya digerakkan oleh komoditas ini,” tandas Roni.
Luas Panen 5.198 Ha, Ekonimo 15 Ribu Petani Tergerakkan
Dari total luas tanam tembakau di Kabupaten Jombang, luas panen di kawasan utara brantas tersebut mencapai sekitar 5.198 hektare, atau sekitar 85,75 persen dari total luas tanam.
“Potensi ekonomi yang dihasilkan dari lima kecamatan di utara Brantas ini sangat fantastis. Luas panennya mencapai 5.198 hektare dan melibatkan sekitar 15.000 petani lokal,” ungkapnya.
Kadisperta juga menyampaikan bahwa prestasi Jombang sukses mengembangkan benih varietas tembakau lokal bersertifikat sehingga menjadi rujukan studi bagi daerah lain seperti Gresik dan Blitar.
Menyadari potensi besar tersebut, Pemerintah Kabupaten Jombang memberikan dukungan kepada para petani dengan memfasilitas sarana dan prasarana modern, mulai dari pelatihan, penyediaan demplot, hingga alat mesin pertanian bersumber dari APBD dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026.
Disampaikan Kadis Pertanian, Pemkab Jombang melalui APBD 2026 mengalokasikan sejumlah sarana dan prasarana budidaya, di antaranya 4 unit hand tractor rotary, 350.000 kilogram atau 350 ton pupuk NPK tembakau, serta 19 unit mesin perajang tembakau,” sebutnya.
Sedangkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), dialokasikan antara lain dalam bentuk pelatihan budidaya hingga pascapanen, demplot pembenihan dan varietas unggul tembakau, pengembangan kemitraan, serta berbagai kegiatan peningkatan kapasitas petani.
Bupati Serahkan Bantuan Saprodi
Panen raya dihadiri Bupati Jombang Warsubi didampingi, Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jombang.
Kahadiran Bupati sekaligus menyerahkan bantuan kepada: Samuji (Gapoktan Gedongombo, Kecamatan Ploso) menerima bantuan Mesin Rajang Tembakau, Solik (Poktan Peyek, Desa Tanjungwadung, Kecamatan Kabuh) menerima Traktor Roda Dua Rotari, Tik Dewanto (Poktan Bendungan, Kecamatan Kudu) menerima bantuan Pupuk NPK Tembakau, Supali (Gapoktan Kabuh, Kecamatan Kabuh) menerima bantuan Pupuk NPK Tembakau.
Bupati Warsubi pada kesempatan tersebut menegaskan bahwa peningkatan produksi wajib diimbangi dengan penguatan jejaring pemasaran dan kemitraan strategis. Tembakau Jombang yang memiliki karakter dan cita rasa khas harus dikelola dari sisi agribisnis hingga agroindustri.
Petani Butuh Kepastian Pasar dan Mitra
Petani membutuhkan kepastian pasar dan harga yang wajar, sementara pabrikan membutuhkan kualitas yang terjaga. Keduanya harus diuntungkan. Ke depan, regenerasi petani juga harus didorong. Pertanian tembakau adalah sektor usaha yang memiliki masa depan cerah bagi generasi milenial.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para petani tembakau, penyuluh pertanian, pelaku usaha, pabrik, serta seluruh pihak yang selama ini turut mendukung pengembangan tembakau di Kabupaten Jombang. Mari kita terus bangun kerja sama yang baik, agar tembakau Jombang semakin dikenal, semakin memiliki daya saing, dan semakin mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Bupati mendukung semboyan masyarakat di Utara Brantas “mati urip nandur mbako” yang mendarah daging, sinergi antara Pemkab Jombang dan para petani ini diharapkan semakin mengukuhkan daya saing tembakau Jombang di pasar nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan.
Bupati Jombang Abah Warsubi dalam kesempatan tersebut secara simbolis menyerahkan langsung bantuan berupa 4 unit hand tractor rotary, 19 unit mesin rajang, dan total 350.000 kilogram pupuk NPK khusus tembakau dan 3 unit kendaraan angkut roda tiga.
Warsubi menegaskan, Pemerintah Kabupaten Jombang terus memberikan dukungan agar potensi tembakau dapat berkembang dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi kesejahteraan petani. (*dan)















