WUSHU Championship Piala Gubernur Jawa Timur dan Piala Rektor UNIPDU 2026 Diikuti 700 Atlet Dari 14 Provinsi
Jombang, layang.co – Kejuaraan Open Wushu Championship Piala Gubernur Jawa Timur dan Piala Rektor Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum (UNIPDU) Peterongan, Kabupaten Jombang diikuti peserta dari 14 Provinsi dengan total 700 atlet putra-putri.
Kejuaraan yang pembukaannya pada Jum’at (30/10/2026) sore itu dijadwalkan 29 Oktober sampai dengan 1 Nopember, dibuka oleh Rektor UNIPDU DR dr H M Zulfikar As’ad, M.MR dengan cara pemukulan gong bertempat di Gelora Abi As’ad, Kompleks Pondok UNIPDU, dihadiri Kepala Bidang Prestasi KONI Provinsi Jawa Timur Drs H Dudi Harjantoro, MM, Kadisporapar Jombang yang diwakilkan Kabid Olahraga Iwan Hari Setiyono, Sekretaris KONI Kabupaten Jombang Budiman, S.Kom, M.Kom, Pengurus Yayasan UNIPDU dan segenap wali atlet, offisial kontingen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Diikuti 14 Provinsi 32 Kontingen
Tercatat, 14 provinsi dengan komposisi 32 kontingen, seperti dari Provinsi Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah meliputi Kota Solo, Sukoharjo, Kudus, DIY Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Balikpapan, Manado Sulawesi Utara, NTB, Papua, Udayana Bali, dari Provinsi Jawa Timur melupti Surabaya, Kediri, Mojokerto, Jombang, Sidoarjo dan daerah di Kabupaten/Kota di Jawa Timur.
Gelar Kejuaraan Koordinaskan dengan Pengrov
Dudi Harjantoro menyampaikan apresiasi ketika memberikan sambutan atas kejuraan ini. Ia berharap ke depan kejuaraan Wushu apapun bentuknya setidaknya perlu dikoordinasikan dengan Pengurus Provinsi WUSHU Jawa Timur, agar jadwal kejuaraan ditata sebaik mungkin supaya tidak terjadi agenda serupa, karena pada jadwal yang sama juga ada kejuaraan serupa di Jawa Timur.
“Cabor Wushu bagi Provinsi Jawa Timur merupakan cabor andalan, pada gelaran PON selalu memberikan kontribusi medali terbaik. Sejauh ini pembinaan di daerah berkembang positif, namun terkadang jadwal kegiatan berbarengan dengan daerah lain sehingga banyak atlet yang tidak bisa menyertai,” ungkapnya.
Bentuklah Tim Pencari Bakat
Selebihnya, ia berharap pada tiap kejuaraan harus ada tim talent ccouting (pencarian bakat) agar talenta atlet berbakat bisa dilakukan peningkatan pembinaan lebih lanjut, dan bisa masuk pemusatan latihan (Puslat) untuk merajut prestasi ke depan labih bagus.
“Kami berharap kejuaraan ini bisa menjadi agenda rutin untuk peningkatan kualitas latih tanding menuju prestasi berjenjang yang terukur,” tandasnya.
Disporapar Siapkan Bea Siswa Prestasi
Sedangkan Kabid Olahraga mewakili Kadisporapar Kabupaten Jombang Nur Evva Maylia, S.STP., M.M menyampaikan rasa bangga karena Cabor Wushu sejauh ini telah mengukir prestasi Kabupaten Jombang pada berbagai event.
Ia berpesan agar atlet terus meningkatkan skillnya untuk meningkatkan prestasi. Bagi atlet yang berprestasi akan diberikan bea siswa belajar.
“Program bea siswa APBD Kabupaten Jombang melalui Disporapar sudah berjalan dalam tahun 2026 ini. Atlet yang telah berprestasi juga sudah kami laporkan ke Kementrian Olahraga, sebagai laporan kinerja pemerintah daerah” ujar Iwan Hari Setiyono.
Kelas Taulo Usia SD sampai Veteran Usia 65 tahun
Kejuaraan ini menggelar dua kategori, yakni kelas Taulo (seni) dan Kelas Sanda (tarung/laga). Taulo menggelar berbagai nomor mulai usia 9 tahun SD, SMP, SMA, Mahasiswa, umum bahkan veteran komunitas Wushu Taulo usia 65 tahun ke atas.
“Kategori Taulo sangat banyak, dibedakan kelompok usia, putra-putri, ini masuk Wushu Modern, banyak nomor atau kelas yang dipertandingkan. Taulo mengutamakan kekuatan otot, kelenturan tubuh dan daya tahan nafas atlet,” tutur Imam Taufik, ST., MT Sekretaris Panpel yang juga Ketua Harian Wushu Kabupaten Jombang.
Jadi Agenda Tahunan
Rektor UNIPDU yang juga Ketua Umum Wushu Kabupaten Jombang DR dr H M Zulfikar As’ad, M.MR berjanji akan menjadikan agenda tahunan, betujuan untuk meningkatkan skill atlet dengan cara berkompetisi dengan atlet daerah lain dalam kejuaraan.
“Tujuan dari kejuaraan ini untuk menjaring atlet berpotensi medali, persiapan Porprov Jatim X tahun 2027, selain itu untuk menyemarakkan Wushu mengingat peserta bukan hanya kelompok umur, akan tetapi juga banyak atlet veteran ambil bagian,” katanya. (dan)















