Untuk Mendorong Jombang Gudang Atletik, PASI-Dikbud Gelar Pelatihan Pelatih

0
105
Pembukaan Pelatih Pelatih Cabor Atletik, mulai dari kiri: Ketua KONI Kabupaten Jombang Sumarsono, S.Pd., MM., Ketua PASI Kabupaten Jombang Drs H Suyoto, M.Si, Kabid Pendidikan Sekolah Dasar, Rendra Kusuma, Kwin Atmoko Yuwono (naras umber), dan Catur Supriyanto, Ketua Umum PASI Pengprov Jawa Timur. Photo bawah: Peserta sedang mengikuti kegiatan mulai dari pembukaan 19-20 Desember 2023 di Aula 1 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Selasa (19/12/2023).

Untuk Mendorong Jombang Gudang Atletik, PASI-Dikbud Gelar Pelatihan Pelatih

Jombang, layang.co – Ketua Umum PASI Kabupaten Jombang, Drs H Suyoto, M.Si   mengharapkan syafa’at dari kegiatan Pelatihan Pelatih Cabang Olahraga Atletik, 19 – 20 Desember 2023 bisa mengembalikan Kabupaten Jombang sebagai gudang atletik, memberikan kontribusi prestasi bagi Provinsi Jawa Timur, Nasional hingga Internasional.

“Efek dari wabah Covid-19 berdampak negatif dalam pembibitan, pembinaan, peningkatan prestasi mengalami problem, sangat merosot, seakan terputus, sehingga prestasi sulit tercapai,” ungkapnya. Kegiatan ini berlangsung atas sinergitas PASI Jombang dengan Dikbud Jombang dan PASI Pengprov Jatim.

Suyoto mantan Kadisporabudpar Jombang berpesan, agar seluruh peserta bisa mengikuti, menyerap ilmu kepelatihan yang disampaikan oleh pemateri. Selanjutnya, bisa diterapkan kepada murid-murid di lembaga sekolah masing-masing.

“Dalam tahun 2024 awal, manfaat pemahaman dan implementasi ilmu kepelatihan hari ini akan kita evaluasi dalam kejuaraan,” tandas Suyoto mantan staf khusus Bupati Jombang Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Masyarakat ini.

Kegiatan bertempat di Aula 1 Dikbud Jombang ini dibuka oleh Kabid Pendidikan Sekolah Dasar, Rendra Kusuma, mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Senen, S.Sos, M.Si yang rakor pengurus dan sosialisasi Cabor Pekelball, di SMPN Gudo 1.

Hadir Ketua KONI Kabupaten Jombang, Sumarsono, S.Pd., MM, serta narasumber Kwin Atmoko Yuwono, Pelatih Atletik Nasional yang juga Ketua Umum KONI Kota Kediri, Ketua Umum Pengrov PASI Jawa Timur Catur Supriyanto, sekaligus sebagai naras umber.

Hari pertama, 19 Desember disampaikan materi kelas, hari kedua, 20 Desember materi praktik lapang di Stadion Merdeka. Selain dari Jombang, tercatat lebih dari 50 peserta diantaranya dari Kalimantan Timur, Kota Batu, Surabaya, Kabupaten Lumajang, Sidoarjo, Probolinggo, Poonorogo, Ngawi, Kota/Kab Mojokerto, Kediri, Blitar. Mereka akan mendapatkan sertifikat Pelatih dari PASI Pengprov Jatim.

Rendra Kusuma, berharap, endhing dari kegiatan ini ke depan bisa membuktikan khususnya Kabupaten Jombang bisa kembali menunjukkan kemampuannya sebagai penyumbang atlet di Jawa Timur dan Nasional.

“Peserta akan memperoleh Sertifikat, yang nantinya akan bisa digunakan dan dilibatkan sebagai Juri saat dilaksanakan O2SN. Karena aturan, ketentuan di atletik mengalami perubahan dan banyak nomor yang dilombakan,” katanya.

Kwin Atmoko pada materi pembuka menyampaikan tiga hal yang harus dipahami oleh pelatih. Yakni, mampu melihat karakter teknik jenis olahraga di cabor, pengembangan biomotor potensi atlet, dan pelaksanaan jadwal periodik latihan.

“Yang patut diamatai bahwa, mencari atlet berbakat belakangan ini sulit dan sangat jarang. Efek dari perkembangan digitalisasi, anak muda lebih mudah diajak datang di café bermain gadget. Selain itu, Juara tidak cukup diberi sertifikat prestasi, tetapi hars berupa bonus nilai uang tertentu,  baru siap berjuang untuk menuju prestasi. Memang kondisi demikian tidak bisa dihindari, sesuai perkembangan zaman,” ungkapnya.

Begitu pula, tambah Kwin Pelatih yang sudah banyak mencetak Pelatih, dan melahirkan atlet ini, fasilitas olahraga atletik di sekolah belakangan sangat kurang. Jarang, bahkan lapangan lompat tinggi, lompat jauh, dan sejenis di halaman/lapangan sekolah sudah tidak ada.

“Dukungan fasilitas pendukung untuk lompat tinggi, lompat galah di daerah sangat  tidak ada. Fasilitas hanya lengkap di Puslatda atau Pelatnas. Kondisi ini, juga menjadi problem dalam melahirkan atlet di daerah,” beber Kwin Atmoko.

Untuk diketahui, tahun 1990-an sampai 2000-an kontribusi Kabupaten Jombang bagi Provinsi Jatim sangat diperhitungkan, seperti ada Ro’ikah (pelari, yang sekang PNS di Kec. Mojowarno), Hariono  (di Dispora Jombang), Nena Aukdya (lompat jauh-saat ini jadi TNI AL Wanita), Tri Indah Wayuni (pelari 100M, lompat jauh-saat TNI AD Wanita), ada Ali Wardhana (PNS di Dispora Jatim), Rofi’udin (lompat jauh-saat ini PNS di Kaltim). Belakangan ini muncul Ardhi Wirayudha (marathon, peraih dua medali emas Porprov 2022, 2023).

“Masih banyak, tidak bisa disebutkan satu per satu. Peluang ini sangat terbuka yang ladangnya ada di sekolah, lingkup Dikbud, Kemenag. Berikutnya, yang prestasi akan dimanfaatkan oleh KONI untuk disertakan pada lomba tingkat provinsi, Porprov menuju level nasional,” tambah Suyoto. Mata  lomba di atletik sedikitnya ada 36 nomor. (dan)