Saksi Korban Penipuan dan Penggelapan Dipanggil Propam Polres Jombang

0
238
Dian Indah Nuraini (kiri) didampingi stafnya sebagai Kuasa Hukum NH, saksi korban penipuan dan penggelapan saat memberikan keterangan kepada awak media, Rabu (19/10/2022).

Saksi Korban Penipuan dan Penggelapan Dipanggil Propam Polres Jombang

Jombang, layang.co – Saksi korban penipuan dan penggelapan hingga menimbulkan kerugikan ratusan juta, bagi NH (69, tahun) warga Jl Pattimura, Sengon Jombang, Rabu (19/10/2022) dipanggil Propam Polres Jombang.

Saksi korban  datang di ruang Satrekrim Polres Jombang didampingi Penasehat Hukum (PH), Dian Indah Nuraini, SH guna diminta keterangan terkait kasus yang dilaporkan oleh saksi korban, pada 15 Juni 2022 lalu.

Pemanggilan oleh penyidik Satresktim kepada NH dan kuasa hukum untuk mendapat penjelasan terkait terketerlambatan tindak lanjut laporan.

Sebelum dipanggil pada Rabu (19/10/2022) pagi oleh Satreskrim Polres Jombang, pekan sebelumnya, saksi korban didampingi PK  melaporkan kode etik ke Propam Polda Jatim, yang sebelumnya sudah dilaporkan ke Propam Polres Jombang, namun tidak mendapat respon.

Laporan kode etik atas kinerja dan sikap oknum aparat penegak hukum lingkup Polres Jombang, terutama unit SPKT dalam memberikan layanan, (http://layang.co, edisi, 19 Oktober 2022/Korban Penipuan Sesalkan Sikap Oknum Anggota Polres Jombang.

Atas pemanggilan Satreskrim, NH berharap, kasus yang dilaporkan segera mendapat respon. “Kami harapkan ada respon positif, mengingat laporan kami sejak Juni 2022 lalu,” kata NH.

Saksi korban, Nurhayati

Didampingi PK, saksi korban menyesalkan, dari 7 orang saksi yang diajukan hanya satu orang yang dimintai keterangan oleh penyidik. “Setelah itu kasusnya mandeg,” ucap NH.

Bentuk penyesalan lain, ungkapnya, disarankan oleh oknum penyidik kasus yang kami hadapi untuk dilaporkan keranah perdata. “Padahal jelas ini pidana, penipuan dan penggelapan,” tandas NH.

NH menyebut, atas keterlambatan penanganan kasus ini, pihaknya mengalami kerugian hingga mencapai Rp 550 juta, terhitung sejak tahun 2020. Karena beban bunga harus dibayar NH tiap bulan sekitar Rp 5 juta dari total uang yang dipinjam AW sekitar  Rp 265 juta.

“Duwit ini berbunga karena milik koperasi simpan pinjam. Inti harapan kami, hanya ingin uang pinjaman bisa dikembalikan, lunas,” harap NH. Namun, karena tidak ada etiket baik dari pelaku sehingga kami terus melanjutkan kasus ini, tambahnya.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Giadi Nugraha, S.IK hingga berita ini disiarkan belum memberikan jawab atas konfirmasi yang dilakukan awak media melalui  nomor WhattsApp Kasat.

Sebagaimana pada surat dengan Kop Surat Polres Jombang yang ditujukan kepada Nurhayati (NH), Nomor: B/491/VII/RES.1.11/2022 tertanggal 19 September yang ditandatangani Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha, SIK, perihal: Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP), tertuang, point a) pihak polres telah minta keterangan terlapor AW (pelaku).

Point b), telah melakukan gelar perkara tentang dugaan tindak pidana penggelapan atau penggelapan dengan pemberatan atau penipuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 KUHP atau pasal 374KUHP, atau pasal 378 KUHP sesuai surat pengaduan Dian Indah Nuraini, SH selaku kuasa hukum Nurhayati, tanggal 15 Juni 2022 dan,  memutuskan bahwa pengaduan tersebut diatas dihentikan karena tidak diketemukan adanya peristiwa pidana.

“Sebagaimana point diatas, kami keberatan, karena pada bukti-bukti yang kami miliki dan kami sampaikan dalam laporan, jelas ada bukti kuat, kwitansi dan fakta lainnya, termasuk saksi-saksi,” ujar Dian Indah Nuraini, dihadapan awak media, Rabu sore di Jombang.

Dian berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas, jelas, rampung. Karena dari pelaku tidak ada niat baik.

“Pernah kami bawakan calon pembeli rumah milik pelaku sebagai solusi tanggungjawabnya, namun tidak ada kemauan, padahal, janjinya akan dikembalikan dengan cara menjual asetnya,” pungkas Dian. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here